Syukuri Akreditasi Unggul, Rekayasa Tekstil UII Gelar Tasyakuran Bersama Sivitas Akademika
Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menggelar kegiatan tasyakuran atas raihan akreditasi Unggul berdasarkan keputusan LAM Teknik Nomor 0100/SK/LAM Teknik/AS/IV/2026 yang berlaku mulai tanggal 21 April 2026 hingga 20 April 2031 atau selama 5 (lima) tahun. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, jam 14.00 WIB hingga 14.30 WIB, di Auditorium FTI UII. Kegiatan yang dimaksud turut dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen dan tenaga kependidikan baik aktif maupun purna tugas, mahasiswa seluruh angkatan, serta calon wisudawan-wisudawati bersama orang tua/wali. Kegiatan digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas capaian yang diraih sekaligus refleksi perjalanan panjang dalam pendidikan tinggi di bidang tekstil.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. selaku Dekan FTI UII, menyampaikan bahwa perjalanan Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII tidak terlepas dari dinamika dan proses panjang, termasuk dalam penentuan nomenklatur program studi. Sejarah dimulai sejak tahun 1975 sebagai Jurusan Teknologi Tekstil, kemudian didirikan Fakultas Teknologi Industri pada tahun 1982, dan terdapat pilihan nomenklatur pada tahun 1995. “Pada waktu itu nomenklatur teknik tekstil ditutup, sehingga harus memilih antara berada di Teknik Mesin atau Teknik Kimia, dan dipilihlah Teknik Kimia,” terang Prof. Hari. Dengan berjalannya waktu, diurus kembali nomenklatur baru dan ditetapkan nama “Rekayasa Tekstil”. Istilah “rekayasa” merupakan nomenklatur baru yang menggambarkan pendekatan teknik yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri saat ini.

Sambutan Dekan FTI UII dalam Tasyakuran Akreditasi Rekayasa Tekstil (25/04/26)
Selanjutnya, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII, mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses akreditasi. “Sebelumnya, telah dilakukan proses akreditasi pada tahun 2022 dari Minimum menjadi Baik, dan saat ini proses akreditasi dilakukan kembali dari Baik yang alhamdulillah hasilnya menjadi Unggul lima tahun,” tutur Bu Rina. Pencapaian ini ditegaskan sebagai hasil kerja kolektif yang melibatkan berbagai aspek penting, mulai dari visi misi, tata pamong, fasilitas, pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Dukungan dari pimpinan fakultas dan universitas juga menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan sehingga berhasil meraih akreditasi Unggul.
Dalam konteks penilaian akreditasi, Bu Rina menambahkan bahwa komponen mahasiswa dan lulusan memiliki peran signifikan, dengan kontribusi sekitar 40% dari total penilaian. Indikator tersebut meliputi indeks prestasi kumuatif (IPK), masa studi, prestasi mahasiswa baik akademik maupun non-akademik, publikasi, serta waktu tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas lulusan tidak hanya menjadi output pendidikan, tetapi juga menjadi indikator utama dalam menilai keberhasilan program studi secara keseluruhan. “Jadi untuk rekan-rekan mahasiswa, teruslah berprestasi di bidang yang kalian senangi karena hal itu akan berdampak positif bagi pengembangan program studi ke depannya,” pesan Bu Rina.

Acara Potong Tumpeng dalam Tasyakuran Akreditasi Rekayasa Tekstil (25/04/26)
Sebagai simbol rasa syukur atas raihan akreditasi, tasyakuran dilanjutkan dengan acara potong tumpeng oleh Dekan FTI UII dan Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Melalui kegiatan tasyakuran ini, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII tidak hanya mensyukuri capaian yang telah diraih, tetapi juga memperkuat komitmen untuk senantiasa menjaga dan terus meningkatkan kualitas di masa mendatang. Suasana tasyakuran akreditasi yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan mencerminkan kuatnya sinergi antar elemen di lingkungan program studi. Dengan mengusung semangat kolaborasi, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII bertekad untuk terus berinovasi, menjaga mutu, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, industri tekstil, dan masyarakat luas. (ASB)


