Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII melangsungkan kegiatan pengajian sebagai penutup rangkaian acara tasyakuran akreditasi dan pelepasan wisuda, yang dihadiri oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, lulusan, serta orang tua/wali. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, jam 15.30 WIB hingga 16.00 WIB, di Auditorium FTI UII. Dalam suasana yang khidmat dan penuh kebahagiaan, pengajian menjadi momentum refleksi bersama atas nikmat yang telah diraih sekaligus pengingat akan amanah yang harus dijaga ke depan.

Bertindak selaku pemateri pengajian adalah Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. selaku Dosen Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Dalam penyampaiannya, hadirin diajak untuk memahami bahwa rasa syukur bukan hanya sebatas berucap alhamdulillah, melainkan sikap hidup yang tercermin dalam bagaimana seseorang memanfaatkan nikmat yang diberikan. Merujuk pada QS. Ibrahim ayat 7, “Ada dua hal yang difirmankan oleh Allah Swt., yaitu janji bahwa bersyukur akan ditambah nikmatnya dan peringatan kalau mengingkari atau kufur nikmat akan ada konsekuensinya.” Namun demikian, “ditambah” tidak selalu bermakna material atau fisik, tetapi dapat berupa ketenangan, keberkahan, kemudahan, serta hidup yang lebih bermakna.

Penyampaian Materi Pengajian Tasyakuran Akreditasi dan Pelepasan Wisuda (25/04/26)

Lebih lanjut, makna syukur dikaitkan dengan momen yang sedang dirasakan bersama. Bagi para calon wisudawan-wisudawati, capaian gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari amanah ilmu yang harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata. Gelar yang diperoleh tidak berhenti pada pengakuan akademik, tetapi menjadi titik awal untuk memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat. Sementara itu, bagi orang tua/wali, momen ini merupakan buah dari doa, kesabaran, dan pengorbanan yang telah diberikan selama proses pendidikan. Setiap tetes keringat dan doa—terutama doa yang mungkin dipanjatkan di sepertiga malam—tidak pernah sia-sia, yang pada akhirnya berbuah kebahagiaan dan kebanggaan.

Dalam konteks program studi, capaian akreditasi Unggul patut disyukuri dan menjadi bentuk nikmat sekaligus amanah yang perlu dijaga sebaik-baiknya. Keberhasilan tersebut bukan sebatas nikmat, melainkan juga ujian. Keberhasilan tersebut tidak hanya untuk dirayakan, tetapi juga harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui komitmen berkelanjutan dalam menjaga mutu pendidikan. Sebab seringkali, mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih. Penghormatan juga disampaikan kepada dosen dan tenaga kependidikan purna tugas yang telah memberikan kontribusi panjang dalam membangun fondasi program studi. Secara administratif, mungkin sudah purna tugas, namun sejatinya amalnya tidak pernah purna. Ilmu dan pengabdian yang telah diberikan semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan memberikan manfaat.

Materi Pengajian Tasyakuran Akreditasi dan Pelepasan Wisuda (25/04/26)

Dan untuk setiap peran yang dijalankan, semuanya adalah ladang amal. Kampus tidak hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menanam kebaikan, yang insya Allah akan dipanen hasilnya, bukan hanya di dunia, melainkan juga di akhirat. Dengan demikian, dapat disimpulkan tiga hal sederhana. “Yaitu syukur kita jaga dengan amal, ilmu kita jaga dengan manfaat, dan amanah kita jaga dengan keikhlasan,” tutup Pak Budi. Dengan semangat tersebut, diharapkan seluruh civitas akademika Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dapat terus bertumbuh, berkarya, dan berkontribusi yang tidak hanya bernilai duniawi, tetapi juga bernilai ibadah. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII melaksanakan kegiatan pelepasan wisuda sebagai bentuk penghormatan kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, jam 14.30 WIB hingga 15.30 WIB, di Auditorium FTI UII. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 17 lulusan yang terdiri dari 7 orang jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan 7 orang jalur Reguler secara resmi dilepas untuk melangkah ke dunia profesional sebagai sarjana teknik rekayasa tekstil. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai fase baru para lulusan, baik dalam memasuki dunia kerja dan pengabdian di masyarakat maupun melanjutkan dan mengembangkan peran profesional yang telah dijalani.

Dalam arahannya, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. selaku Dekan FTI UII menekankan bahwa kesiapan lulusan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa asing, serta etika dan akhlak. Beliau juga menegaskan pentingnya kerja keras dan kedisiplinan dalam menghargai waktu sebagai bekal menghadapi dunia profesional. Peluang untuk berkarya saat ini terbuka sangat luas, sehingga setiap kesempatan yang ada perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena belum tentu datang untuk kedua kalinya. Senada dengan hal tersebut, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menyampaikan bahwa permintaan terhadap lulusan di bidang tekstil masih tinggi, sehingga para lulusan tidak perlu merasa khawatir selama memiliki kesiapan dan kemauan untuk terus berkembang. Beliau turut menegaskan bahwa lulusan rekayasa tekstil memiliki peran strategis tidak hanya pada produk konvensional, tetapi juga dalam pengembangan inovasi material tekstil di berbagai sektor industri.

Sambutan Bapak Iwan Sugih dalam Pelepasan Wisuda Rekayasa Tekstil (25/04/26)

Perwakilan calon wisudawan-wisudawati Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Bapak Iwan Sugih, memandang pentingnya tekstil bagi kehidupan manusia sejak lahir sampai meninggal dunia. Beliau juga menyoroti besarnya peluang di industri tekstil yang saat ini membutuhkan regenerasi tenaga kerja. Beliau memberikan semangat untuk tidak takut karena lapangan kerja di bidang tekstil selalu ada, serta menegaskan bahwa industri tekstil bukanlah sektor yang meredup, melainkan memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan. Sebagai praktisi, beliau mendorong para lulusan untuk berani memulai dari bawah, terus berjuang, serta mengasah potensi diri agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata. “Tekstil bukan sunset industry, namun akan bersinar di kemudian hari,” pungkas Pak Iwan.

Sementara itu, perwakilan calon wisudawan-wisudawati Reguler, Fadyla Kamel, mengucapkan terima kasih kepada dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua/wali atas dukungan yang telah diberikan. Ia juga mengungkapkan harapan agar kebersamaan dan semangat di kalangan kakak tingkat dan adik tingkat Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII agar dapat terus dijaga dan ditingkatkan. “Mohon doa agar langkah ke depan senantiasa diberi kemudahan,” kata Fadyla. Dari sisi wali mahasiswa, Bapak Budi Utomo selaku orang tua dari Syah Resa Adilla Haqi, merasa bersyukur, haru, dan bangga atas pencapaian para lulusan, sekaligus mengapresiasi dedikasi dosen dalam mendidik mahasiswa hingga mencapai kelulusan. “Rasanya baru kemarin hari pertama kuliah anak saya, sekarang sudah berilmu dan siap menghadapi masa depan,” kenang Pak Budi. Beliau juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjunjung tinggi akhlak mulia, rendah hati, jujur, serta pantang menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Sesi Foto Bersama Pelepasan Wisuda Rekayasa Tekstil (25/04/26)

Prosesi pelepasan selanjutnya dipimpin oleh Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku perwakilan dosen senior Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. “Dengan bangga kami melepas saudara-saudari untuk menjadi sarjana-sarjana teknik rekayasa tekstil yang bermartabat dan bermaslahat,” seru Pak Agus. Secara simbolis dengan penyerahan kenang-kenangan, beliau melepas para lulusan dengan pesan agar membawa panji-panji UII di tengah masyarakat yang senantiasa menghadirkan kebaikan serta berkontribusi di bidangnya masing-masing. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menggelar kegiatan tasyakuran atas raihan akreditasi Unggul berdasarkan keputusan LAM Teknik Nomor 0100/SK/LAM Teknik/AS/IV/2026 yang berlaku mulai tanggal 21 April 2026 hingga 20 April 2031 atau selama 5 (lima) tahun. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, jam 14.00 WIB hingga 14.30 WIB, di Auditorium FTI UII. Kegiatan yang dimaksud turut dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen dan tenaga kependidikan baik aktif maupun purna tugas, mahasiswa seluruh angkatan, serta calon wisudawan-wisudawati bersama orang tua/wali. Kegiatan digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas capaian yang diraih sekaligus refleksi perjalanan panjang dalam pendidikan tinggi di bidang tekstil.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. selaku Dekan FTI UII, menyampaikan bahwa perjalanan Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII tidak terlepas dari dinamika dan proses panjang, termasuk dalam penentuan nomenklatur program studi. Sejarah dimulai sejak tahun 1975 sebagai Jurusan Teknologi Tekstil, kemudian didirikan Fakultas Teknologi Industri pada tahun 1982, dan terdapat pilihan nomenklatur pada tahun 1995. “Pada waktu itu nomenklatur teknik tekstil ditutup, sehingga harus memilih antara berada di Teknik Mesin atau Teknik Kimia, dan dipilihlah Teknik Kimia,” terang Prof. Hari. Dengan berjalannya waktu, diurus kembali nomenklatur baru dan ditetapkan nama “Rekayasa Tekstil”. Istilah “rekayasa” merupakan nomenklatur baru yang menggambarkan pendekatan teknik yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri saat ini.

Sambutan Dekan FTI UII dalam Tasyakuran Akreditasi Rekayasa Tekstil (25/04/26)

Selanjutnya, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII, mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses akreditasi. “Sebelumnya, telah dilakukan proses akreditasi pada tahun 2022 dari Minimum menjadi Baik, dan saat ini proses akreditasi dilakukan kembali dari Baik yang alhamdulillah hasilnya menjadi Unggul lima tahun,” tutur Bu Rina. Pencapaian ini ditegaskan sebagai hasil kerja kolektif yang melibatkan berbagai aspek penting, mulai dari visi misi, tata pamong, fasilitas, pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Dukungan dari pimpinan fakultas dan universitas juga menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan sehingga berhasil meraih akreditasi Unggul.

Dalam konteks penilaian akreditasi, Bu Rina menambahkan bahwa komponen mahasiswa dan lulusan memiliki peran signifikan, dengan kontribusi sekitar 40% dari total penilaian. Indikator tersebut meliputi indeks prestasi kumuatif (IPK), masa studi, prestasi mahasiswa baik akademik maupun non-akademik, publikasi, serta waktu tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas lulusan tidak hanya menjadi output pendidikan, tetapi juga menjadi indikator utama dalam menilai keberhasilan program studi secara keseluruhan. “Jadi untuk rekan-rekan mahasiswa, teruslah berprestasi di bidang yang kalian senangi karena hal itu akan berdampak positif bagi pengembangan program studi ke depannya,” pesan Bu Rina.

Acara Potong Tumpeng dalam Tasyakuran Akreditasi Rekayasa Tekstil (25/04/26)

Sebagai simbol rasa syukur atas raihan akreditasi, tasyakuran dilanjutkan dengan acara potong tumpeng oleh Dekan FTI UII dan Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Melalui kegiatan tasyakuran ini, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII tidak hanya mensyukuri capaian yang telah diraih, tetapi juga memperkuat komitmen untuk senantiasa menjaga dan terus meningkatkan kualitas di masa mendatang. Suasana tasyakuran akreditasi yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan mencerminkan kuatnya sinergi antar elemen di lingkungan program studi. Dengan mengusung semangat kolaborasi, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII bertekad untuk terus berinovasi, menjaga mutu, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, industri tekstil, dan masyarakat luas. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII telah menyelenggarakan kegiatan kunjungan industri ke PT. Sukuntex di Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti sedikitnya 36 mahasiswa aktif angkatan 2023, 2024, dan 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap proses industri tekstil secara langsung. Selama kunjungan, mahasiswa berkesempatan mengamati alur produksi mulai dari pengolahan bahan baku, proses pemintalan (spinning) dan pertenunan (weaving), hingga pengendalian kualitas kain. Interaksi langsung dengan praktisi industri memberikan pengalaman kontekstual yang mempertemukan teori perkuliahan dengan praktik di lapangan, sekaligus memperkenalkan standar profesional yang diterapkan di industri tekstil modern.

Dalam sambutannya, Siti Muthoharoh selaku perwakilan HRD PT. Sukuntex menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PT. Sukuntex sebagai tempat belajar bagi mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa industri terbuka untuk berbagi pengetahuan demi mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang tekstil, terlebih PT. Sukuntex merupakan perusahaan karya anak negeri. Sementara itu, Ahmad Satria Budiman selaku dosen pendamping menyampaikan bahwa kunjungan industri ini bertujuan untuk menjembatani observasi antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di industri. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lanjutan, seperti program magang atau kerja praktik (KP) bagi mahasiswa Rekayasa Tekstil UII.

Sambutan Rombongan Rekayasa Tekstil UII di PT. Sukuntex (27/12/25)

Larisa Fadella Rahmatulhusna (2023) menyampaikan bahwa kunjungan industri ini memberikan kesan yang sangat baik dan berkesan baginya. Ia menilai para pegawai PT. Sukuntex ramah, komunikatif, serta terbuka dalam menjelaskan proses kerja, didukung kondisi pabrik yang bersih dan tertata rapi sehingga mencerminkan profesionalisme industri. Ia juga memperoleh wawasan baru tentang proses pengecekan cacat kain pada arah lusi dan pakan menggunakan meja lampu, yang memperlihatkan secara nyata penerapan teori pengendalian kualitas yang dipelajari di kelas. Menurutnya, kunjungan ini memperluas pandangan tentang cakupan industri tekstil dan relevansi ilmu Rekayasa Tekstil dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus membuka gambaran peluang karier di berbagai sektor industri.

Muhammad Dzikra Falah (2024) mengungkapkan bahwa kunjungan ke PT. Sukuntex memberinya banyak wawasan baru mengenai struktur dan skala perusahaan, yang memiliki tiga unit utama terintegrasi, yaitu pemintalan, pertenunan, dan finishing, serta berada dalam naungan Sukun Group yang juga bergerak di sektor rokok, transportasi, dan percetakan. Ia memahami penerapan teknologi industri seperti mesin Air Jet Loom (AJL), sistem persiapan serat menggunakan Cotton Bale Opener dan TSS, proses penganjian (sizing) benang lusi, hingga penggunaan mesin tenun modern Picanol. Selain itu, ia juga mengamati sistem inspecting dan looping, direct warping, serta proses produksi berkecepatan tinggi yang menunjukkan bagaimana integrasi mesin dan kontrol kualitas diterapkan dalam skala besar. Pengalaman tersebut memperjelas baginya bahwa teori yang dipelajari di kelas memiliki penerapan langsung dalam industri tekstil modern.

Pengendalian Kualitas Proses Produksi di PT. Sukuntex (27/12/25)

Nasywa Jiilaan Sobari (2025) menyatakan bahwa sebagai mahasiswa baru Rekayasa Tekstil FTI UII, ia merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk berkunjung langsung ke industri tekstil. Pengalaman pertamanya ini memberinya kesempatan melihat secara nyata proses produksi yang sebelumnya baru dipelajari di perkuliahan. Meskipun masih cukup kesulitan membedakan berbagai istilah dalam dunia industri tekstil, kunjungan tersebut memberinya banyak pengetahuan baru serta gambaran nyata tentang pekerjaan di lapangan. Menurutnya, industri tekstil memiliki cakupan luas dan prospektif di masa depan, dan pembelajaran di Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menjadi pintu masuk penting bagi siapa pun yang ingin mempelajari dan mengembangkan teknologi tekstil di dunia industri. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII telah menyelenggarakan kegiatan pembekalan mahasiswa dan calon lulusan pada Ahad, 30 November 2025, di Auditorium FTI UII. Kegiatan tersebut mengangkat tema Start Strong, Shine Bright: Bekal Adaptif, Percaya Diri, dan Siap Berkarya untuk Mahasiswa dan Calon Lulusan Rekateks. Hadir sebagai narasumber adalah Yulia Zahrotun Ni’mah, S.T. yang merupakan alumni Rekateks 2020 dengan karir sebagai Textile Designer Staff di PT. Golden Tekstil Indonesia, serta Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng. yang merupakan Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Amikom Yogyakarta yang juga seorang motivator. Meski dilaksanakan di hari libur akhir pekan, acara berlangsung hangat dan interaktif dengan dihadiri mahasiswa Rekateks seluruh angkatan dan mahasiswa Rekateks yang baru saja melaksanakan ujian pendadaran.

Dalam sambutannya, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan agenda rutin yang idealnya dilaksanakan setiap jelang wisuda. Akan tetapi supaya lebih efektif dan efisien, pelaksanaannya satu kali setahun untuk semua mahasiswa. “Pada kesempatan ini, alhamdulillah kita sudah ada lulusan yang siap berbagi ilmu dan pengalamannya kepada kita semua tentang dunia kerja tekstil yang sesungguhnya seperti apa,” kata Bu Rina. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memulai perjalanan akademik dengan langkah yang kuat (start strong) sekaligus membangun rekam jejak prestasi dan karya yang membanggakan (shine bright). Momentum ini menjadi strategi penguatan kapasitas mahasiswa untuk menjadi lulusan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global.

Penyampaian Materi Pembekalan Mahasiswa Narasumber 1 (30/11/25)

Selanjutnya dengan topik “Adaptif dan Profesional di Dunia Kerja: Menjadi Engineer Tekstil yang Terus Bertumbuh”, Kak Yulia menekankan pentingnya kesiapan karier melalui tiga pilar utama, yaitu adaptif, percaya diri, dan siap berkarya. Adaptif artinya mau belajar dan bertumbuh, percaya diri maksudnya bukan sok tahu dan sok paham tetapi mau bekerja, sedangkan siap berkarya bukan berarti harus nomor satu atau membuat penemuan besar, melainkan membuat dan mengembangkan hal baru. “Percaya diri itu tidak datang dari lahir, tetapi dilatih,” tambah Kak Yulia. Mahasiswa yang pernah lolos pendanaan PKM tahun 2023 itu menguraikan bahwa textile engineer harus menguasai hard skill seperti kompetensi teknik dasar, teknologi produksi, pemahaman sustainability, standar mutu, serta keselamatan kerja, sekaligus soft skill seperti komunikasi, problem solving, manajemen waktu, adaptabilitas, dan kepercayaan diri. Selain itu, Yulia menegaskan pentingnya growth mindset, yaitu belajar dari kesalahan, menerima umpan balik, berani mencoba hal baru, dan mengelilingi diri dengan lingkungan yang suka belajar.

Kemudian dengan topik “Percaya Diri Menapaki Karier: Menjadi Lulusan Tekstil yang Tangguh di Tantangan Industri”, Pak Erik menegaskan pentingnya kesiapan mental, komunikasi efektif, dan orientasi hidup sebagai fondasi memasuki dunia profesional, dengan menyoroti bahwa seseorang harus memahami tujuan bekerja untuk menjaga semangat dan daya juang. Dengan gaya yang energik, beliau mengangkat tema motivasi karier melalui sudut pandang karakter dan makna bekerja. “Kita harus tahu sebenarnya apa yang sedang kita cari saat bekerja,” pesan Pak Erik. Pola pikir dan perspektif diri kita perlu diubah dari negatif menjadi lebih positif dengan senantiasa belajar menata diri, berkembang, hingga menemukan landasan religius sebagai sumber ketahanan mental. Melalui pendekatan tersebut, Pak Erik mengajak mahasiswa Rekateks untuk melihat karier bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan ruang kebermaknaan, yaitu tempat seseorang bertumbuh, memberi manfaat, dan menjalani peran hidupnya dengan sepenuh hati.

Penyampaian Materi Pembekalan Mahasiswa Narasumber 2 (30/11/25)

Pada sesi diskusi, Kak Yulia menyampaikan bahwa relevansi mata kuliah bergantung pada bidang pekerjaan lulusan. “Kalau saya dan teman-teman seangkatan, mata kuliah wajib tentang serat tekstil itu fundamental karena semua industri butuh basis ini. Selain itu, manufaktur aparel sebagai mata kuliah pilihan juga penting terutama bagi yang bergerak di bagian produksi,” ujarnya. Pada akhirnya, pembekalan ini tidak sekadar menjadi ajang motivasi, tetapi juga sarana mempertegas komitmen Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, adaptif, dan percaya diri menghadapi persaingan industri. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII kembali menggelar kegiatan kuliah umum (general lecture) dengan format kolaborasi bertajuk “JIBB Goes to Campus” pada Senin, 22 September 2025, di Auditorium FTI UII. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama prodi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, yang juga melibatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY sebagai mitra pendukung. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Jogja International Batik Biennale (JIBB) yang bertujuan memperkuat peran kampus dalam melestarikan serta mengembangkan batik sebagai warisan budaya dan potensi industri kreatif masa depan. Acara berlangsung lancar dengan dihadiri sedikitnya 50 mahasiswa aktif UII, baik reguler maupun internasional dari Kazakhstan, Taiwan, dan Pakistan.

Dalam sambutannya, Tazbir Abdullah selaku Wakil Ketua Dekranasda DIY, menyampaikan apresiasi kepada UII atas perannya dalam mendukung pelestarian batik melalui kegiatan edukatif seperti ini. “Hal ini merupakan wujud nyata sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan batik sebagai identitas budaya sekaligus produk industri kreatif unggulan,” ungkap Pak Tazbir. Sementara itu, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII, mengucapkan terima kasih kepada Disperindag DIY atas kepercayaannya kepada UII sebagai mitra penyelenggara kegiatan. “Kami memiliki mata kuliah Sains dan Rekayasa Batik untuk memperkenalkan aspek ilmiah dan teknologi dari batik kepada mahasiswa. Oleh karenanya, inovasi batik bisa terus berkembang secara modern tanpa meninggalkan nilai budaya,” ujar Bu Rina.

Penyampaian Materi General Lecture JIBB Goes to Campus (22/09/25)

Sesi utama kegiatan menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Iffah M. Dewi, desainer sekaligus pendiri Sogan Batik, dan Miftahudin Nur Ihsan, CEO Smart Batik. Dengan dimoderatori oleh Lia Mustafa, diskusi berlangsung menarik dan membuka wawasan peserta tentang pentingnya konsep, manajemen, dan karakter dalam melestarikan batik. “Tidak harus menjadi entrepreneur untuk melestarikan batik, tetapi setiap orang bisa berkontribusi melalui perannya masing-masing,” ujar Iffah. Di sisi lain, Miftahudin menyoroti inovasi material ramah lingkungan seperti batik sawit, yang menggunakan malam berbasis minyak sawit yang dapat diolah kembali dan lebih berkelanjutan. “Modal utama bisnis bukanlah uang, melainkan karakter kita yang kreatif, solutif, dan pantang menyerah,” pesan Miftahudin.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari sesi tanya jawab. Damar Tamura Rossi (2022) menanyakan strategi agar batik dapat diterima anak muda di keseharian, yang dijawab bahwa berbagai peran bisa menggunakan cara sesuai zamannya, seperti dengan ide kampanye kreatif sebagai fashion preneur, membuat program yang mengajak masyarakat untuk mencintai dan memakai batik sebagai anggota organisasi atau komunitas, serta membuat konten outfit of the day (OOTD) Batik sebagai content creator. Muhammad Dzikra Falah (2023) bertanya tentang cara menggabungkan batik dengan tren global tanpa kehilangan identitas budaya, dijawab dengan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi untuk menciptakan tren global berbasis cerita budaya nusantara. Dimas Diki Zulfikar (2023) menanyakan strategi pemasaran produk batik dan mendapatkan penjelasan tentang pentingnya mengenali target pasar serta berjejaring dengan komunitas.

Sesi Fashion Show Batik Karya Narasumber (22/09/25)

Tak kalah menarik, Latifah Nur Oktaviani (2025) menyoroti isu batik printing yang membuat batik tulis kalah saing, dijawab dengan dorongan agar generasi muda lebih berani tampil dan mengedukasi masyarakat tentang keunikan batik tulis. Perbedaan antara batik printing atau tekstil motif batik dan batik tulis adalah pada tekstil motif batik warnanya tidak tembus atau hanya pada satu sisi kain, sedangkan pada batik tulis warnanya tembus pada kedua sisi kain. Pada akhrnya, JIBB Goes to Campus ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu antara akademisi dan praktisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kebanggaan dan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga batik Indonesia. Di sela kegiatan, dilaksanakan pula fashion show batik karya dari Iffah M. Dewi dan Miftahudin Nur Ihsan. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII kembali mengadakan kuliah umum (general lecture) pada Senin, 7 Juli 2025, di Auditorium FTI UII. Kegiatan ini menghadirkan Armai Syahruddin, S.T., alumni tekstil UII yang juga praktisi industri tekstil sekaligus pemilik dari CV. Rahayu Akmal Sejahtera. Dengan pengalaman panjang di dunia pemasaran dan manufaktur tekstil, beliau berbagi wawasan seputar technopreneurship. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa lintas angkatan dimana mahasiswa diajak memahami bahwa dunia tekstil memiliki peluang besar untuk digarap melalui pendekatan inovatif dan berorientasi teknologi. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi Ikatan Keluarga Alumni Tekstil UII (Ikateks UII) dalam membangun koneksi antara alumni dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menjelaskan bahwa general lecture merupakan agenda rutin dua kali setahun. “Topik kali ini berbeda karena menyoroti aspek technopreneur dalam industri tekstil,” kata Bu Rina. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pekerja pabrik atau pencari kerja, tetapi juga pencipta usaha. Dengan paparan narasumber yang berpengalaman, kegiatan ini diharapkan memberi inspirasi nyata serta membuka mata mahasiswa bahwa sektor tekstil menyimpan banyak potensi untuk dijadikan ladang usaha yang berkelanjutan.

Penyampaian Materi General Lecture Ikateks UII (07/07/25)

Dalam materi bertajuk Technopreneurship: Membaca Peluang, Membangun Usaha, Menjadi Pemenang”, Pak Armai menekankan pentingnya tiga prinsip utama untuk menjadi technopreneur sukses, yaitu disiplin, inovatif, dan kolaboratif. Disiplin bukan hanya soal waktu, tetapi juga dalam ilmu dan ibadah. Lalu inovasi dapat diasah dengan banyak belajar, terbuka pada hal baru, dan berani mengambil risiko. Sedangkan kolaborasi bisa dimulai sejak kuliah, melalui organisasi, program kampus, hingga kerja paruh waktu. “Tekstil itu kebutuhan pokok dari lahir sampai mati. Berbeda dengan rumah atau mobil yang dibeli sekali seumur hidup, tekstil selalu dibutuhkan terus-menerus. Pasarnya besar, saingannya tidak banyak, dan bisa berlangsung secara kontinu atau dalam jangka panjang,” terang Pak Armai.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan antusiasme mahasiswa terhadap materi yang disampaikan. Damar Tamura Rossi (2022) bertanya tentang penerapan teknologi dalam usaha kuliner dan disarankan untuk memulai dari segmentasi pasar yang tepat serta pemanfaatan media sosial. M. Aura Satriawan (2021) menanyakan kondisi industri tekstil saat ini, yang dijawab bahwa meski banyak pabrik tutup, peluang tetap ada jika pelaku usaha memahami ceruk pasarnya. Akhmad Zaky Fakhrul (2024) dimotivasi untuk terus mengembangkan potensi serat alam melalui efisiensi biaya dan segmen pasar khusus. Taufiq Rizki (2022) mendapat masukan strategi pemasaran lokal untuk lebih memahami musim permintaan, sementara Asyifa Septiadini (2022) mendapat penjelasan tentang perbedaan technopreneur, startup founder, dan developer, yang berbeda peran namun saling bersinggungan.

Sesi Tanya Jawab General Lecture Ikateks UII (07/07/25)

Menutup kegiatan, Pak Armai mengajak mahasiswa untuk mulai melangkah sejak sekarang, selagi masih muda dan penuh semangat. Masa muda adalah waktu terbaik untuk mencoba, gagal, dan belajar. Beliau menyelipkan filosofi Jepang, seperti Kaizen (perbaikan harian), Ikigai (alasan hidup), dan Pomodoro (manajemen waktu), yang bisa diterapkan untuk melatih disiplin dan produktivitas sehari-hari. “Perkuat knowledge karena penguatan ilmu pengetahuan tetap menjadi fondasi penting yang harus dibangun sejak di bangku kuliah,” pungkas Pak Armai. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menggelar Lomba Desain Batik Nasional 2025 dengan tema “Batik Inovatif: Harmoni Tradisi dan Teknologi”. Kegiatan ini diikuti sedikitnya 100 pelajar dari berbagai SMA/SMK/MA di seluruh Indonesia. Setelah seleksi administrasi, 81 peserta lolos ke tahap penjurian. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen prodi dalam menyatukan budaya dan teknologi tekstil. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa tekstil adalah media berekspresi, dan batik menjadi simbol kekuatan inovasi berbasis budaya,” ujar Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku Ketua Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII.

Dokumentasi Para Juara Bersama Panitia dan Dewan Juri (24/05/25)

Babak final digelar secara luring pada 24 Mei 2025 di Gedung K.H. Mas Mansur FTI UII. Pada tahap ini, terpilih 20 finalis mempresentasikan karya mereka di hadapan juri. Desain yang diangkat memadukan tema kontemporer dengan pendekatan seperti desain digital dan pewarnaan ramah lingkungan. Rommy Rafael (SMAN 1 Indramayu) meraih Juara I, disusul Naryama Arkananta Bagaskara (SMA Nasima Internasional HS Semarang) dan Dinda Nuraini (SMAN 1 Banjarnegara). “Lomba ini menjadi ruang eksploratif bagi generasi muda untuk mengembangkan desain tekstil dengan perspektif baru yang relevan dengan era digital,” kata Diyah Dwi Nugraheni, S.T., M.T. selaku Ketua Panitia Lomba Desain Batik Nasional 2025.

Penilaian dilakukan oleh tiga juri profesional, yaitu Ir. Agus Taufiq, M.Sc. yang merupakan Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII, Himawan Syaputra, A.Md.Teks. yang merupakan Direktur Utama PT. Ikateks Citra Persada, dan Iwan Sugih, A.Md.Teks. yang merupakan Komisaris Utama PT. Tri Cipta Anugerah. Karya peserta dinilai dari aspek kreativitas, estetika, kedalaman tema, dan inovasi. Juri menilai pendekatan desain yang tidak hanya artistik, tetapi juga aplikatif dalam industri. “Kami melihat keberagaman ide yang luar biasa bahwa generasi muda mampu merespon tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai budaya,” ujar perwakilan dewan juri. Penilaian juga mempertimbangkan potensi produksi.

Dewan Juri dari Kiri ke Kanan : Pak Iwan, Pak Himawan, dan Pak Agus (24/05/25)

Selain tiga juara utama, lomba ini juga menetapkan juara-juara lain. Juara Harapan I diraih oleh Muti Cahya Munadi (SMAN 2 Cianjur), disusul oleh Annisa Nur Azahra (MA Manbaul Chikmah Sapuran) sebagai Juara Harapan II dan Andrew Septian Cahyo (SMAN 4 Surakarta) sebagai Juara Harapan III. Sementara itu, predikat Juara Favorit I diberikan kepada Zahriyyati Thoyyibah (SMK Texmaco Semarang), lalu Kafa Atoilah (MA Manbaul Chikmah Sapuran) sebagai Juara Favorit II, dan Anggun Fardita (SMKN 1 Rota Bayat) sebagai Juara Favorit III. Selain itu, MA Manbaul Chikmah Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah, juga mendapat penghargaan sebagai sekolah dengan jumlah peserta terbanyak yang mengikuti lomba ini. Para pemenang mendapatkan e-sertifikat dan uang pembinaan sesuai kategori masing-masing.

Rommy Rafael mengungkapkan rasa syukurnya setelah meraih juara utama dalam lomba ini. kemenangan ini bukan artinya paling sempurna, melainkan motivasi untuk terus berkarya. “Terima kasih banyak atas kepercayaan dari juri sehingga saya bisa jadi yang terbaik. Bagi yang belum juara jangan berkecil hati karena saya sering ikut lomba, pernah juga tidak juara. Rezeki kita ibarat lampu merah, ada kala berhenti, ada kala jalan,” tuturnya penuh semangat. Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan berinovasi di bidang tekstil berbasis nilai-nilai lokal. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII baru saja mengadakan Pengajian Syawalan bagi seluruh civitas akademika prodi, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa seluruh angkatan. Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 17 April 2025M atau 18 Syawal 1446H, jam 16.30 WIB bertempat di Waroeng Nyamleng Yogyakarta. Kegiatan diadakan dalam rangka menyambut bulan Syawal, serta menyatukan hati dan menjaga silaturahmi saat memulai kembali aktivitas setelah libur lebaran.

Foto Bersama Pengajian Syawalan Rekayasa Tekstil UII (17/04/25)

Dalam sambutannya, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku Kaprodi Rekayasa Tekstil FTI UII menyampaikan bahwa biasanya prodi menyelenggarakan Pengajian Ramadhan yang dilanjutkan buka puasa bersama. Akan tetapi kali ini, prodi menggantinya dengan Pengajian Syawalan supaya dapat saling bermaafan. “Dengan kita bermaaf-maafan, segala khilaf yang disengaja atau tidak disengaja, semoga dapat dimaafkan dengan ikhlas sehingga memperkuat hubungan profesional di antara kita dalam beraktivitas bersama,” pesan Bu Rina.

Bertidak selaku pemateri pengajian adalah Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. selaku Dosen Rekayasa Tekstil FTI UII. “Oleh karena di sini semua pegang smartphone, maka jika ada aplikasi Al-Qur’an, mari kita buka Surah Ath-Thalaq ayat 2 dan 3,” kata Pak Budi sebagai pengantar. Ada tiga poin yang dapat diambil hikmah dan menjadi pegangan bersama dimana kedua ayat tersebut bukan hanya berbicara tentang rezeki, tetapi juga karakter dan sikap hidup yang dapat dibangun dan dijaga setelah Ramadhan dan terus dibawa hingga Ramadhan berikutnya.

Materi Pengajian Syawalan Rekayasa Tekstil UII (17/04/25)

Pertama, “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” Perintah berpuasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 bertujuan menjadikan kita manusia sebagai hamba Allah yang bertakwa. Takwa adalah kunci solusi hidup. Takwa bukan hanya ritual ibadah, melainkan cara berpikir dan bersikap untuk memiliki akhlak dan sifat rendah hati sebagai fondasi ukhuwah. Kedua, “dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” Rezeki ini luas bentuknya, tidak hanya materi, tetapi bisa juga berupa ketenangan batin, keluarga yang harmonis, lingkungan kerja yang nyaman, dan sebagainya. Salah satu cara membuka pintu rezeki adalah silaturahmi. Sebagai contoh, silaturahmi atau kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan dosen dapat mengantarkan mahasiswa mendapatkan rezeki Allah dari jalan yang tidak disangka-sangka, seperti publikasi artikel ilmiah sebagai penulis pertama dan lolos kegiatan PKM sampai PIMNAS.

Ketiga, “Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan kebutuhannya.” Tawakal bukan pasrah, melainkan berserah diri kepada Allah setelah ikhtiar atau usaha yang maksimal. Tawakal akan membawa hati tetap tenang apapun yang terjadi karena yakin pada Allah. Dalam dunia kampus, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, semua punya beban dan target akademik. Siapa yang bertawakal, hatinya akan stabil, sehingga Allah akan mencukupkan siapa yang berusaha dengan niat yang baik. (ASB)

Lomba Desain Batik Nasional 2025
Program Studi Rekayasa Tekstil – Universitas Islam Indonesia

Tema:
“Batik Inovatif: Harmoni Tradisi dan Teknologi”

Program Studi Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia mengundang seluruh siswa/i SMA/SMK/MA/sederajat dari seluruh Indonesia untuk mengikuti Lomba Desain Batik Nasional 2025. Kompetisi ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk berkreasi menciptakan desain batik inovatif yang memadukan kekayaan tradisi dengan sentuhan teknologi modern.

📅 Jadwal Penting:

  • Publikasi dan Peluncuran Lomba: 17 April 2025
  • Pendaftaran dan Pengumpulan Karya: 17 April – 8 Mei 2025
  • Pengumuman Finalis (20 besar): 13 Mei 2025
  • Technical Meeting (Online): 14 Mei 2025
  • Pemaparan Karya dan Filosofi (Offline): 24 Mei 2025

📋 Syarat dan Ketentuan:

  • Peserta merupakan perorangan/individu.
  • Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran secara lengkap.
  • Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian lomba sesuai jadwal yang telah ditentukan.
  • Karya peserta yang masuk nominasi akan dipublikasikan untuk keperluan promosi dan pameran (dengan tetap mencantumkan nama pencipta).
  • Panitia berhak mendiskualifikasi peserta yang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.
  • Seluruh peserta wajib mengikuti akun Instagram @rekateks.uii untuk informasi terbaru.

🏆 Hadiah:

  • Juara I: Uang pembinaan Rp 2.500.000 + E-Sertifikat
  • Juara II: Uang pembinaan Rp 2.000.000 + E-Sertifikat
  • Juara III: Uang pembinaan Rp 1.500.000 + E-Sertifikat
  • Juara Harapan I – V: Uang pembinaan Rp 1.000.000 hingga Rp 750.000 + E-Sertifikat
  • Juara Delegasi Terbaik: Uang pembinaan Rp 500.000 + E-Sertifikat

📌 Pendaftaran:

📚 Buku Panduan:

📞 Narahubung:

  • Inayah (+62 812-7825-0855)
  • Diyah (+62 856-4567-4248)

Yuk berkarya, biar batik makin mendunia!