Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Halo sobat semua, gimana kabarnya? Semoga tetap sehat dan bahagia selalu ya. Pada akhir Semester Ganjil 2021/2022 ini, Program Studi (Prodi) S1 Rekayasa Tekstil mempersembahkan webinar pengabdian masyarakat dengan tema “Potensi Sumber Daya Alam pada Penggunaan di Bidang Tekstil”. Webinar diselenggarakan sebanyak dua seri.

Adapun webinar seri 2 atau yang kedua insya Allah akan dilaksanakan pada:

🗓️ Hari, Tanggal: Sabtu, 22 Januari 2022
Waktu: 10.00 – 12.30 WIB
🖥️ Tempat: Zoom Meeting (link akan dibagikan setelah pendaftaran)

🎙️ Narasumber 1:
*Adella Medika K.N. & Narisa Diah Sukma M.D.*
Mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Sumber Daya Alam Indonesia sebagai Natural Dyes di Bidang Tekstil”

🎙️ Narasumber 2:
*Ir. Drs. Faisal R.M., M.T., Ph.D.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Tekstil Industri”

🎙️ Narasumber 3:
*Ir. Pratikno Hidayat, M.Sc.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Pemanfaatan SDA untuk Finishing Treatment pada Produk Tekstil”

🎙️ Narasumber 4:
*Dr. Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Potensi Natural Produk sebagai Zat Antibakteri pada Material Non-Woven”

🎙️ Moderator:
*Putri Nur Ashri Prabowo*
Mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII

Webinar ini free, terbuka bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA/Sederajat, Mahasiswa, Profesional, dan Umum. Dapatkan materi yang bermanfaat, e-certificate, dan doorprize yang menarik. Tersedia juga souvenir, diundi bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara webinar pada seri pertama dan kedua. Nah tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu di sini: https://bit.ly/WRekateks

Jazakumullahu khayran.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Sebagai bagian dari upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang sumber daya alam tekstil, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan Webinar Pengabdian Masyarakat dengan tema “Potensi Sumber Daya Alam pada Penggunaan di Bidang Tekstil”. Webinar ini diselenggarakan sebanyak dua seri. Adapun seri 1 atau yang pertama dilaksanakan pada hari Sabtu (15/01/2022) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Peserta yang hadir kurang lebih 90 orang, terdiri dari civitas akademika UII dan juga masyarakat umum dari luar UII. Bertindak sebagai narasumber adalah mahasiswa yang berkolaborasi dengan dosen.

Pemaparan Judul “Sumber Daya Alam Indonesia untuk Bahan Baku Tekstil” pada Webinar Pengabdian Seri 1 (15/01/22)

“Bahan-bahan baku dalam industri tekstil Indonesia masih banyak mengimpor dari negara lain, dan ketergantungan ini dinilai kurang baik. Salah satu cara menekan impor adalah memanfaatkan serat-serat yang berasal dari sumber daya alam negara kita sendiri,” kata Nailul Amani, mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII sebagai narasumber pertama. Dengan rekannya Muhammad Fa’id Rizki yang juga mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII, disampaikan bahwa serat-serat yang dimaksud antara lain kapas, kapuk, rami, daun nanas, batang bambu, dan sabut kelapa. Fakta menarik, Indonesia penghasil bambu terbesar ketiga dunia setelah Cina dan India.

Narasumber kedua adalah Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. Materi terkait pemanfaatan biopolimer untuk produk tekstil ramah lingkungan. Diketahui dua permasalahan, yaitu produk-produk tekstil dari polimer sintetis sulit terurai sehingga mencemari lingkungan dan bahan-bahan polimer sintetis berasal dari industri petrokimia atau minyak bumi sebagai sumber daya alam tidak terbarukan. Oleh karena itu, biopolimer dapat menjadi alternatif solusi, misalnya serat polylactic acid (PLA) dari batang tebu atau pati jagung untuk textile apparels dan serat cellulose nanofibrils (CNF) dari pohon akasia atau ekaliptus untuk non-woven products.

Pemaparan Judul “Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk Finishing Treatment pada Produk Tekstil” pada Webinar Pengabdian Seri 1 (15/01/22)

“Berbicara tentang finishing treatment, kalau dibahasa-Indonesiakan adalah perlakuan atau penyelesaian, lebih ke zat tambahan atau bahan pembantu. Penggunaannya bisa meningkatkan tampilan, performa, atau pegangan, dari produk tekstil,” lanjut Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc. Bahan alami yang dimaksud yaitu, aloe vera, teh, kayu putih, neem, biji anggur, daun tulsi, dan minyak atsiri. Ada juga proteksi sinar UV, seperti esktrak dari saffron, teh hijau, dan kulit bawang. Salah satu contoh penelitian yang telah dilakukan adalah minyak kayu putih sebagai anti mikroba kain kapas dengan metode pad-dry-cure dan mikroenkapsulasi.

Narasumber keempat adalah Ir. Agus Taufiq, M.Sc. Dedaunan kering yang jatuh, terutama pada pagi atau sore hari yang belum terkena sinar matahari kuat, dapat digunakan sebagai zat warna alam. Barulah sisanya dapat diolah untuk kompos organik. Misalnya, daun pohon rambutan. Prosedur pewarnaan pada kain kapas dapat dilakukan dengan menggiling dedaunan kering menjadi serbuk, merebusnya, mendinginkan dan menyaring rebusan, lalu mencelup kain dan mengatuskannya. Pencelupan kain dapat dilakukan berulang kali sesuai selera warna yang diinginkan. Kemudian, fiksasi dapat dilakukan dengan larutan tawas atau tunjung.

Pemaparan Judul “Pemanfaatan Dedaunan Kering sebagai Zat Warna Alam” pada Webinar Pengabdian Seri 1 (15/01/22)

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, pertanda peserta begitu antusias. “Apa saja yang terkandung pada limbah tekstil terlebih kapas sehingga bisa membahayakan lingkungan sekitar? Kalau ada ide daur ulang sampah seperti popok bayi yang mengandung banyak kapas, akan menjadi seperti apa produk baru itu?” demikian salah satu pertanyaan yang dibacakan Nayla Faza Ramadhani, mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII yang berperan sebagai moderator. Masyarakat umum salah kaprah bahwa popok bayi terbuat dari serat kapas, padahal di kemasan tidak disebutkan serat kapas. Bahan penyusun popok bayi antara lain wood pulp dan plastik penyusun seperti polyester, polypropylene, dan zat-zat lain.

Daur ulang dapat dilakukan dengan identifikasi plastik untuk diolah sesuai kelompoknya, bisa juga dengan dijadikan bubur kembali lalu dijadikan bijih plastik untuk produk baru seperti botol dan serat tekstil yang dapat menjadi benang dan kain. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa produk daur ulang sifat atau kualitasnya tidak sebaik produk yang dibuat dari bahan murninya. Contohnya masker dari propylene daur ulang dan propylene murni akan berbeda kekuatannya.

Selengkapnya: Webinar Pengabdian Prodi Rekayasa Tekstil UII Seri 1 (2021/2022)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Halo sobat semua, gimana kabarnya? Semoga tetap sehat dan bahagia selalu ya. Pada akhir Semester Ganjil 2021/2022 ini, Program Studi (Prodi) S1 Rekayasa Tekstil mempersembahkan webinar pengabdian masyarakat dengan tema “Potensi Sumber Daya Alam pada Penggunaan di Bidang Tekstil”. Webinar diselenggarakan sebanyak dua seri.

Adapun webinar seri 1 atau yang pertama insya Allah akan dilaksanakan pada:

🗓️ Hari, Tanggal: Sabtu, 15 Januari 2022
Waktu: 10.00 – 12.30 WIB
🖥️ Tempat: Zoom Meeting (link akan dibagikan setelah pendaftaran)

🎙️ Narasumber 1:
*Muhammad Fa’id Rizki & Nailul Amani*
Mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Sumber Daya Alam Indonesia untuk Bahan Baku Tekstil”

🎙️ Narasumber 2:
*Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Pemanfaatan Biopolimer untuk Produk Tekstil Ramah Lingkungan”

🎙️ Narasumber 3:
*Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Pemanfaatan SDA untuk Finishing Treatment pada Produk Tekstil”

🎙️ Narasumber 4:
*Ir. Agus Taufiq, M.Sc.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Pemanfaatan Dedaunan Kering sebagai Zat Warna Alam”

🎙️ Moderator:
*Nayla Faza Ramadhani*
Mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII

Webinar ini free, terbuka bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA/Sederajat, Mahasiswa, Profesional, dan Umum. Dapatkan materi yang bermanfaat, e-certificate, dan doorprize yang menarik. Tersedia juga souvenir, diundi bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara webinar pada seri pertama dan kedua. Nah tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu di sini: https://bit.ly/WRekateks

Jazakumullahu khayran.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Untuk melengkapi perkuliahan dengan pengetahuan dan pengalaman profesional, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan kuliah tamu. Agenda ini diisi oleh akademisi dan praktisi dari luar kampus. Selain diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan prodi, kuliah tamu terbuka untuk umum. Pada semester ganjil 2020/2021, kuliah tamu kedua telah dilaksanakan hari Kamis (09/12/21) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Bertindak sebagai pemateri adalah Dr. Muhammad Hizbul Wathon, M.Sc. selaku Dosen Prodi S1 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan Owner “Chems Batik”.

Sejumlah permasalahan dari limbah pewarna tekstil.

“Indonesia kaya akan sumber daya alam dari Sabang sampai Merauke, jadi sebenarnya kalau kita berbicara tentang pewarna alam, kita tidak kekurangan,” kata Pak Hizbul sebagai pembuka. Untuk dapat menghasilkan warna, suatu senyawa harus memiliki sejumlah persyaratan. Di antaranya bisa menyerap cahaya pada spektrum visible antara 400 nm dan 700 nm, paling tidak mempunyai satu gugus kromofor (penghasil warna), dan memiliki sistem terkonjugasi (ikatan rangkap dan ikatan tunggal berselang-seling guna mempermudah perpindahan elektron).

Selanjutnya diketahui bahwa sekitar 10-15% atau lebih zat warna sintetis tidak terserap pada kain saat proses pewarnaan dan terbuang menjadi limbah. Beberapa metode untuk mengatasi limbah pewarna tekstil sudah digunakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pewarna alam yang menggunakan bahan dari alam dapat menjadi bagian dari konsep “green chemistry”. Namun sebelumnya, terdapat miskonsepsi bahwa bahan dari alam ternyata tidak 100% bebas dari bahan kimia, sebab ada unsur bahan kimia baik sintetis maupun alami, berbahaya ataupun tidak.

Contoh pewarna alam yang ada di sekitar kita.

Adapun konsep “sustainability” bermakna bahwa meski sumber daya manusia makin banyak dan sumber daya alam makin sedikit, kegiatan ekonomi mampu berjalan selaras dan seimbang. Contoh pewarna alam yang berkelanjutan antara lain bisa ditemukan di kebun, bahkan dapur rumah kita, dan dapat dicoba sendiri dengan mengekstrak dan mengaplikasikannya pada kain, lalu melihat apakah bisa menimbulkan warna atau tidak. Ada banyak teknik yang bisa digunakan untuk memunculkan warna, misalnya dengan mordan, baik logam maupun alami. “Saya akan menyampaikan hasil penelitian selama program doktoral,” terang Pak Hizbul.

Kulit anggur merupakan salah satu contoh pewarna alam. Untuk mendapatkan jus anggur, kita memberi perlakuan tekanan pada buah anggur agar menghasilkan cairan. Cairan ini yang diolah menjadi jus, wine, jam, atau produk lainnya. Sedangkan limbah berupa kulit anggur dan daging buah yang tersisa dikeringkan, lalu bisa diekstraksi untuk digunakan sebagai pewarna alam. Dalam penelitian Pak Hizbul, dilakukan ekstraksi antosianin dari buah beri jenis Aronia. Hasil ekstraksi dianalisis aspek mikroskopisnya dengan teknik Solid Phase Extraction (SPE), High Performance Liquid Chromatography (HPLC), dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR).

Selengkapnya: Kuliah Tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII Seri 2 (2021/2022)

Assalamualaikum wr. wb.

Rekayasa Tekstil UII mempersembahkan
— Kuliah Tamu #2 Semester Ganjil —

Narasumber:
Bapak Dr. Muhammad Hizbul Wathon, M.Sc.
Dosen Prodi S1 Pendidikan Kimia UNS
Owner “Chems Batik”

Tema:
“Pewarna Alam Selamatkan Lingkungan”

Hari, Tanggal : Kamis, 09 Desember 2021
Pukul : 10.00 – 12.00 WIB
Media : Zoom Meeting

Join Zoom Meeting: s.id/KultamLenzing
Meeting ID: 92084169808
Passcode: 54321

Don’t Miss it!!!
Salam sehat selalu

Terima kasih
Wassalamualaikum wr. wb.

Untuk melengkapi perkuliahan dengan pengetahuan dan pengalaman profesional, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan kuliah tamu. Agenda ini diisi oleh akademisi dan praktisi dari luar kampus. Selain diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan prodi, kuliah tamu terbuka untuk umum. Pada semester ganjil 2020/2021, kuliah tamu pertama telah dilaksanakan hari Kamis (18/11/21) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Bertindak sebagai pemateri adalah Ngudi Nugroho Fadhol, S.T. selaku Business Development Textile Manager and Protective Wear, South East Asia and Oceania Region, Lenzing Group.

Sejumlah product brand hasil regenerated cellulose fiber dari Lenzing Group.

“Saya berawal dari sama seperti mahasiswa sekarang, dulu masih jurusannya Teknik Kimia dan saya mengambil Kimia Tekstil,” kata Pak Ngudi mengawali pemaparannya. Berdasarkan data, konsumsi serat tekstil di tingkat global tahun 2020 sekitar 98,2 juta ton dengan 64% terdiri dari serat sintetis dan 23,2% adalah serat selulosa dari kapas (cotton). Untuk serat selulosa dari bahan kayu (regenerated cellulose fiber) sekitar 6,7% dan di sini Lenzing Group bagian di dalamnya. Ada tiga generasi regenerated cellulose fiber di Lenzing Group, yaitu viscose, modal, dan lyocell.

Bahan baku kayu, bagaimana nanti hutannya? Perusahaan hanya menggunakan hutan yang sudah tersertifikasi, yaitu hutan industri. Hutan industri merupakan hutan yang sengaja ditanam untuk ditebang dan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Dalam aplikasinya, serat selulosa berbahan kayu dapat menjadi berbagai produk sandang, seperti denim, pakaian dalam, pakaian olahraga, pakaian tidur, sofa, karpet, selimut, handuk, dll. Untuk nonwoven, bisa jadi face mask, popok bayi, tisu, pembalut, lap, dll. Lalu untuk industri, bisa digunakan sebagai packaging.

Perbandingan daya serap air pada polyester, cotton, dan lyocell.

Proses produksi serat dilakukan dengan mengambil selulosa dari batang pohon menjadi bubur kayu (wood pulp) sebanyak 40%. Kemudian sisanya 10% jadi produk biorefinery seperti cuka dan xylose (pemanis buatan). Lalu sisa 50% seperti kulit kayu, lignin, dan resin (black liquor) masih bisa digunakan sebagai sumber energi yang secara tidak langsung mengurangi penggunaan batu bara. “Perlu digarisbawahi bahwa cellulose itu akan berubah ketika kondisi basah. Untuk cotton, ketika dibasahi akan meningkat kekuatannya. Tetapi regenerated cellulose, ketika kondisi basah itu malah akan turun karena ada perbedaan struktur kimia di sana,” terang Pak Ngudi.

Jika dibandingkan antara wool, cotton, polyester, dan lyocell, diketahui sejumlah perbedaan. Di antaranya, permukaan lyocell dan polyester sama-sama lembut dan mulus, tapi daya serap air pada lyocell lebih baik daripada polyester. Air hanya menyentuh permukaan serat pada polyester, air dapat masuk ke dalam serat pada cotton, dan pada lyocell (Tencel) dengan struktur nano-fiber, air dapat terserap lebih efisien karena penampang serat lebih luas. Saat berkeringat, pakaian lebih cepat kering sehingga mampu mengurangi laju pertumbuhan bakteri. Berikutnya, lyocell dan wool sama-sama mampu menyerap air, namun permukaan wool lebih kasar.

Selengkapnya: Kuliah Tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII Seri 1 (2021/2022)

Rekateks UII - Berita Terkini

Assalamualaikum wr. wb.

Rekayasa Tekstil UII mempersembahkan
— Kuliah Tamu #1 Semester Ganjil —

Narasumber:
Bapak Ngudi Nugroho Fadhol, S.T.
Business Development Textile Manager and Protective Wear
South East Asia and Oceania Region, Lenzing Group

Tema:
“Inovasi dan Perkembangan Teknologi Serat Rayon Viskosa”

Hari, Tanggal : Kamis, 18 November 2021
Pukul : 10.00 – 12.00 WIB
Media : Zoom Meeting s.id/KultamLenzing

Don’t Miss it!!!
Salam sehat selalu

Terima kasih
Wassalamualaikum wr. wb.

Setelah menjalani rangkaian kegiatan pesona taaruf, pengenalan nilai dasar Islam (PNDI), dan pekan taaruf, agenda selanjutnya bagi mahasiswa baru adalah penjelasan akademik. Agenda ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dalam menjalani aktivitas perkuliahan selama empat tahun ke depan. Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII melaksanakan Penjelasan Akademik pada hari Sabtu (25/09/21) pukul 10.00 WIB melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming.

Foto Bersama Penjelasan Akademik Rekayasa Tekstil UII 25/09/2021

Acara dimulai dengan sambutan dari Kaprodi Rekayasa Tekstil UII. “Kami menyambut baik mahasiwa baru, Anda beruntung bergabung dengan kita dalam rangka merajut masa depan karena kami merupakan satu-satunya prodi S1 yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anda tidak salah pilih, prospeknya cukup cerah karena kita belum meluluskan saja, sudah banyak perusahaan booking,” kata Ir. Faisal R.M., M.T., Ph.D. selaku Kaprodi Rekayasa Tekstil UII.

Perkenalan Dosen dan Tendik Prodi Rekayasa Tekstil UII 25/09/2021

Acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil prodi. Berikutnya perkenalan dosen dan tendik, dimana setiap dosen satu per satu menyampaikan pesan semangat kepada mahasiswa baru. Acara disambung dengan pemutaran video laboratorium. Setelah itu, acara inti adalah penyampaian materi yang mengacu Panduan Akademik dengan Tanggal Berlaku 01 September 2020 oleh Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. selaku Dosen Prodi Rekayasa Tekstil UII.

Penyampaian Materi Penjelasan Akademik Rekayasa Tekstil UII 25/09/2021

Dalam pemaparan materi penjelasan akademik, disampaikan berbagai hal mulai dari sejarah prodi, visi dan misi, tujuan, struktur organisasi di lingkungan FTI UII, laboratorium, kurikulum, aktivitas perkuliahan daring selama pandemi Covid-19, sistem akademik (KP, TA, habis teori, komprehensif, pendadaran), kemahasiswaan, beasiswa, fasilitas kampus, sampai peluang karir setelah lulus nantinya. Setelah tanya jawab, acara ditutup dengan games Kahoot. (ASB)

Rekateks UII - Berita Terkini

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Halo teman-teman mahasiswa baru (maba) Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Apa kabar di mana pun saat ini teman-teman berada? Semoga sehat dan bahagia selalu ya, tetap semangat menjalani aktivitas.

Tak kenal, maka ta’aruf.

Mari kita bershilaturahmi bersama secara daring antara mahasiswa, dosen, dan tendik, dalam agenda Penjelasan Akademik yang insya Allah dilaksanakan pada:

🗓️ Hari, Tanggal: Sabtu, 25 September 2021
🕰️ Waktu: 10.00 WIB – selesai
🏠 Tempat: Zoom Meeting https://s.id/mabarekateks21

Oiya teman-teman sudah gabung di grup maba belum? Nanti untuk Meeting ID akan kami share juga melalui grup maba. Supaya tidak ketinggalan info-info penting, pastikan teman-teman sudah ada di grup maba.

Hayo, udah dapat spoiler apa aja nih tentang perkuliahan?

Sampai jumpa akhir pekan ini.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung protokol kesehatan, menjaga lingkungan sekitar, dan memberi wawasan keilmuan, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan Webinar Pengabdian Seri 2 dengan tema “Masker dan Pengelolaan Daur Ulang Masker Medis”. Acara yang diikuti sedikitnya 165 peserta ini berlangsung Sabtu (21/08/21) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Bertindak sebagai narasumber adalah Ir. Drs. Faisal RM, M.T., Ph.D., Dr. Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng., dan Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc., ketiganya merupakan dosen di Prodi Rekayasa Tekstil UII.

Pemaparan Sub Tema “Desain dan Pemilihan Bahan Masker Covid-19 yang Aman dan Nyaman” pada Webinar Pengabdian Seri 2 (21/08/21)

“Sebagaimana diketahui, virus masuk ke tubuh manusia melalui hidung dan mulut, sehingga masker merupakan produk tekstil utama untuk menangkalnya,” tutur Ir. Drs. Faisal RM, M.T., Ph.D. selaku narasumber pertama. Dalam hal desain masker, ada desain struktur yang meliputi jenis serat, anyaman, dan kerapatan. Lalu ada desain permukaan terkait dengan warna dan motif masker. Sedangkan dalam hal bahan masker, perlu dipertimbangkan agar aman dan nyaman, seperti membuat permukaan masker yang halus dan tidak menimbulkan iritasi kulit.

Ada tiga jenis produk tekstil, yaitu tenun (woven), rajut (knitted), dan bukan tenun (non woven). Sebagian besar masker Covid-19 terbuat dari jenis non woven dengan tiga lapisan dimana paling luar bersifat menolak air (serat polyester), kemudian di tengah bersifat menahan virus (serat polypropylene), dan paling dalam bersifat menyerap air (serat kapas). Desain untuk masker berbeda sesuai fungsinya, sehingga masker penahan debu dan penahan virus desainnya tidak sama. Terlebih dengan adanya varian baru, desainnya perlu dievaluasi dan ditingkatkan.

Pemaparan Sub Tema “Dampak Lingkungan dan Tantangan Mengatasi Limbah Masker Rumah Tangga” pada Webinar Pengabdian Seri 2 (21/08/21)

Semakin banyak orang memakai masker tentu berdampak pada lingkungan karena semakin banyak pula limbah masker rumah tangga. “Berdasarkan data dari KLHK-RI sejak 19 Maret 2020 hingga 09 Februari 2021, total timbunan limbah medis Covid-19 mencapai 7.500 ton yang kurang lebih sama dengan 1.500 gajah. Bayangkan, bagaimana mengelolanya dan apa yang harus kita lakukan?” papar Dr. Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku narasumber kedua. Masker medis sekali pakai terbuat dari salah satu jenis plastik, yaitu polypropylene atau disingkat PP.

Polypropylene memiliki sifat termoplastik yang kuat dan murah, namun perlu 450 tahun untuk terurai habis. Berdasarkan produk yang beredar, ada juga jenis plastik lain sebagai bahan masker medis, yaitu polyester, polyurethane, dan polyethylene. Limbahnya berpotensi menjadi mikroplastik yang berbahaya. Insinerasi dan pirolisis bisa dilakukan untuk mengolah limbah masker sekali pakai. Selanjutnya sesuai anjuran dari Kemenkes-RI, masker sekali pakai dapat dikelola dengan dikumpulkan, di-desinfeksi, digunting, dibungkus, lalu dibuang ke tempat sampah domestik.

Pemaparan Sub Tema “Pengolahan Limbah Masker Medis Menjadi Bijih Plastik Bahan Baku Geotekstil” pada Webinar Pengabdian Seri 2 (21/08/21)

Pengolahan limbah masker medis sekali pakai juga dapat dilakukan dengan menjadikannya bijih plastik bahan baku geotekstil. Geotekstil merupakan satu dari dua belas bidang keilmuan tekstil teknik (technical textiles). “Geotekstil erat hubungannya dengan konstruksi jalan, jembatan, rel kereta api, dan bangunan, aplikasinya kurang lebih pada sistem drainase jalan tol. Sementara itu, masker medis yang dibahas di sini adalah yang digunakan oleh masyarakat umum dengan warna hijau atau biru, terbuat dari bahan utama polypropylene, dan terdiri dari tiga lapisan,” jelas Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc. selaku narasumber ketiga.

Selain bahan masker medis, polypropylene dapat digunakan untuk tali pengangkat beban, karpet, keset, popok sekali pakai, dan pakaian olahraga. Daur ulang polypropylene sudah banyak dilakukan dengan peluang profit cukup besar, seperti jadi sikat gigi, botol, dan pipet/sedotan. Untuk bijih plastik geotekstil, daur ulang masker dilakukan dengan sterilisasi menggunakan pemutih (natrium hipoklorit), dibilas, direbus, dan dipotong kecil. Berikutnya potongan masker dilelehkan di mesin ekstruksi, lalu dicetak menjadi butiran polimer kecil; butiran hijau dari masker medis warna hijau dan butiran biru dari masker medis warna biru. (ASB)

Webinar Pengabdian Seri 1: Cermati Masalah Kulit dan Rangkap yang Benar dari Penggunaan Masker