• Universitas
  • Fakultas
  • UII Gateway
  • Admisi
Rekayasa Tekstil UII
  • PROFIL
    • Sambutan Kaprodi
    • Sejarah Program Studi
    • Visi, Misi, dan Tujuan
    • Tim Pengelola
    • Dosen dan Kepakaran
    • Tenaga Kependidikan
    • Fasilitas dan Pelayanan
  • AKADEMIK
    • Profil Lulusan
    • Capaian Pembelajaran Lulusan
    • Peluang Karir
    • Kurikulum
    • Profil Profesional Mandiri
  • LABORATORIUM
    • Laboratorium Desain Produk Tekstil
    • Laboratorium Manufaktur dan Pengujian Tekstil
    • Laboratorium Proses Kimia Tekstil dan Teknologi Nano
    • Laboratorium Tekstil Fungsional
  • KEMITRAAN
  • ALUMNI
    • UII Career Center
    • Tracer Study
    • Ikatan Keluarga Alumni
    • Alumni Kami
  • JALUR RPL
  • UNDUHAN
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / General Lecture: Introduction to SaXcell and Its Potential Applications2 / 20213 / December
textilesuii
Berita Terbaru, Pengumuman, Uncategorized

Kuliah Tamu: Pewarna Alam Selamatkan Lingkungan

Untuk melengkapi perkuliahan dengan pengetahuan dan pengalaman profesional, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan kuliah tamu. Agenda ini diisi oleh akademisi dan praktisi dari luar kampus. Selain diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan prodi, kuliah tamu terbuka untuk umum. Pada semester ganjil 2020/2021, kuliah tamu kedua telah dilaksanakan hari Kamis (09/12/21) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Bertindak sebagai pemateri adalah Dr. Muhammad Hizbul Wathon, M.Sc. selaku Dosen Prodi S1 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan Owner “Chems Batik”.

Sejumlah permasalahan dari limbah pewarna tekstil.

“Indonesia kaya akan sumber daya alam dari Sabang sampai Merauke, jadi sebenarnya kalau kita berbicara tentang pewarna alam, kita tidak kekurangan,” kata Pak Hizbul sebagai pembuka. Untuk dapat menghasilkan warna, suatu senyawa harus memiliki sejumlah persyaratan. Di antaranya bisa menyerap cahaya pada spektrum visible antara 400 nm dan 700 nm, paling tidak mempunyai satu gugus kromofor (penghasil warna), dan memiliki sistem terkonjugasi (ikatan rangkap dan ikatan tunggal berselang-seling guna mempermudah perpindahan elektron).

Selanjutnya diketahui bahwa sekitar 10-15% atau lebih zat warna sintetis tidak terserap pada kain saat proses pewarnaan dan terbuang menjadi limbah. Beberapa metode untuk mengatasi limbah pewarna tekstil sudah digunakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pewarna alam yang menggunakan bahan dari alam dapat menjadi bagian dari konsep “green chemistry”. Namun sebelumnya, terdapat miskonsepsi bahwa bahan dari alam ternyata tidak 100% bebas dari bahan kimia, sebab ada unsur bahan kimia baik sintetis maupun alami, berbahaya ataupun tidak.

Contoh pewarna alam yang ada di sekitar kita.

Adapun konsep “sustainability” bermakna bahwa meski sumber daya manusia makin banyak dan sumber daya alam makin sedikit, kegiatan ekonomi mampu berjalan selaras dan seimbang. Contoh pewarna alam yang berkelanjutan antara lain bisa ditemukan di kebun, bahkan dapur rumah kita, dan dapat dicoba sendiri dengan mengekstrak dan mengaplikasikannya pada kain, lalu melihat apakah bisa menimbulkan warna atau tidak. Ada banyak teknik yang bisa digunakan untuk memunculkan warna, misalnya dengan mordan, baik logam maupun alami. “Saya akan menyampaikan hasil penelitian selama program doktoral,” terang Pak Hizbul.

Kulit anggur merupakan salah satu contoh pewarna alam. Untuk mendapatkan jus anggur, kita memberi perlakuan tekanan pada buah anggur agar menghasilkan cairan. Cairan ini yang diolah menjadi jus, wine, jam, atau produk lainnya. Sedangkan limbah berupa kulit anggur dan daging buah yang tersisa dikeringkan, lalu bisa diekstraksi untuk digunakan sebagai pewarna alam. Dalam penelitian Pak Hizbul, dilakukan ekstraksi antosianin dari buah beri jenis Aronia. Hasil ekstraksi dianalisis aspek mikroskopisnya dengan teknik Solid Phase Extraction (SPE), High Performance Liquid Chromatography (HPLC), dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR).

Selengkapnya: Kuliah Tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII Seri 2 (2021/2022)

18 December 2021
https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Rekateks-UII-Berita-Terkini-Event.jpeg 315 851 textilesuii https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/Untitled-design-34-scaled.png textilesuii2021-12-18 21:45:382026-04-02 12:32:03Kuliah Tamu: Pewarna Alam Selamatkan Lingkungan
textilesuii
Berita Terbaru, Pengumuman, Uncategorized

Informasi: Kuliah Tamu Seri 2 Semester Ganjil 2021/2022

Assalamualaikum wr. wb.

Rekayasa Tekstil UII mempersembahkan
— Kuliah Tamu #2 Semester Ganjil —

Narasumber:
Bapak Dr. Muhammad Hizbul Wathon, M.Sc.
Dosen Prodi S1 Pendidikan Kimia UNS
Owner “Chems Batik”

Tema:
“Pewarna Alam Selamatkan Lingkungan”

Hari, Tanggal : Kamis, 09 Desember 2021
Pukul : 10.00 – 12.00 WIB
Media : Zoom Meeting

Join Zoom Meeting: s.id/KultamLenzing
Meeting ID: 92084169808
Passcode: 54321

Don’t Miss it!!!
Salam sehat selalu

Terima kasih
Wassalamualaikum wr. wb.

6 December 2021
https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/12/Rekateks-UII-Berita-Terkini-Teknologi.jpeg 315 851 textilesuii https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/Untitled-design-34-scaled.png textilesuii2021-12-06 10:52:082026-04-02 12:32:03Informasi: Kuliah Tamu Seri 2 Semester Ganjil 2021/2022
textilesuii
Berita Terbaru, Pengumuman, Uncategorized

Kuliah Tamu: Inovasi dan Perkembangan Teknologi Serat Rayon Viskosa (Selulosa)

Untuk melengkapi perkuliahan dengan pengetahuan dan pengalaman profesional, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan kuliah tamu. Agenda ini diisi oleh akademisi dan praktisi dari luar kampus. Selain diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan prodi, kuliah tamu terbuka untuk umum. Pada semester ganjil 2020/2021, kuliah tamu pertama telah dilaksanakan hari Kamis (18/11/21) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Bertindak sebagai pemateri adalah Ngudi Nugroho Fadhol, S.T. selaku Business Development Textile Manager and Protective Wear, South East Asia and Oceania Region, Lenzing Group.

Sejumlah product brand hasil regenerated cellulose fiber dari Lenzing Group.

“Saya berawal dari sama seperti mahasiswa sekarang, dulu masih jurusannya Teknik Kimia dan saya mengambil Kimia Tekstil,” kata Pak Ngudi mengawali pemaparannya. Berdasarkan data, konsumsi serat tekstil di tingkat global tahun 2020 sekitar 98,2 juta ton dengan 64% terdiri dari serat sintetis dan 23,2% adalah serat selulosa dari kapas (cotton). Untuk serat selulosa dari bahan kayu (regenerated cellulose fiber) sekitar 6,7% dan di sini Lenzing Group bagian di dalamnya. Ada tiga generasi regenerated cellulose fiber di Lenzing Group, yaitu viscose, modal, dan lyocell.

Bahan baku kayu, bagaimana nanti hutannya? Perusahaan hanya menggunakan hutan yang sudah tersertifikasi, yaitu hutan industri. Hutan industri merupakan hutan yang sengaja ditanam untuk ditebang dan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Dalam aplikasinya, serat selulosa berbahan kayu dapat menjadi berbagai produk sandang, seperti denim, pakaian dalam, pakaian olahraga, pakaian tidur, sofa, karpet, selimut, handuk, dll. Untuk nonwoven, bisa jadi face mask, popok bayi, tisu, pembalut, lap, dll. Lalu untuk industri, bisa digunakan sebagai packaging.

Perbandingan daya serap air pada polyester, cotton, dan lyocell.

Proses produksi serat dilakukan dengan mengambil selulosa dari batang pohon menjadi bubur kayu (wood pulp) sebanyak 40%. Kemudian sisanya 10% jadi produk biorefinery seperti cuka dan xylose (pemanis buatan). Lalu sisa 50% seperti kulit kayu, lignin, dan resin (black liquor) masih bisa digunakan sebagai sumber energi yang secara tidak langsung mengurangi penggunaan batu bara. “Perlu digarisbawahi bahwa cellulose itu akan berubah ketika kondisi basah. Untuk cotton, ketika dibasahi akan meningkat kekuatannya. Tetapi regenerated cellulose, ketika kondisi basah itu malah akan turun karena ada perbedaan struktur kimia di sana,” terang Pak Ngudi.

Jika dibandingkan antara wool, cotton, polyester, dan lyocell, diketahui sejumlah perbedaan. Di antaranya, permukaan lyocell dan polyester sama-sama lembut dan mulus, tapi daya serap air pada lyocell lebih baik daripada polyester. Air hanya menyentuh permukaan serat pada polyester, air dapat masuk ke dalam serat pada cotton, dan pada lyocell (Tencel) dengan struktur nano-fiber, air dapat terserap lebih efisien karena penampang serat lebih luas. Saat berkeringat, pakaian lebih cepat kering sehingga mampu mengurangi laju pertumbuhan bakteri. Berikutnya, lyocell dan wool sama-sama mampu menyerap air, namun permukaan wool lebih kasar.

Selengkapnya: Kuliah Tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII Seri 1 (2021/2022)

2 December 2021
https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Rekateks-UII-Berita-Terkini-Event.jpeg 315 851 textilesuii https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/Untitled-design-34-scaled.png textilesuii2021-12-02 10:27:272026-04-02 12:32:03Kuliah Tamu: Inovasi dan Perkembangan Teknologi Serat Rayon Viskosa (Selulosa)

Pages

  • AKADEMIK
  • ALUMNI
  • Alumni Kami
  • Angkatan 1980-1989
  • Angkatan 1990-1999
  • Angkatan 2000-2009
  • Angkatan 2010-2019
  • Beasiswa
  • Beasiswa Atlet & Juara Seni
  • Beasiswa Duafa
  • Beasiswa Hafiz Al-Qur’an
  • Beasiswa Santri Unggulan UII
  • Beranda
  • Calon Mahasiswa
  • Capaian Pembelajaran Lulusan
  • Capaian Pembelajaran Lulusan
  • Dosen dan Kepakaran
  • FAQ Rekayasa Tekstil UII
  • Fasilitas dan Pelayanan
  • Halaman Depan
  • Homepage 2021
  • INFO PMB
  • INFORMASI
  • Informasi Alumni
  • Kemitraan
  • KONTAK KAMI
  • Kurikulum
  • Kurikulum
  • LABORATORIUM
  • Laboratorium Desain Produk Tekstil
  • Laboratorium Desain Produk Tekstil
  • Laboratorium Manufaktur dan Pengujian Tekstil
  • Laboratorium Manufaktur dan Pengujian Tekstil
  • Laboratorium Proses Kimia Tekstil dan Teknologi Nano
  • Laboratorium Proses Kimia Tekstil dan Teknologi Nano
  • Laboratorium Tekstil Fungsional
  • Laboratorium Tekstil Fungsional
  • Laman Berita
  • Landing Page UII
  • Mahasiswa
  • Mahasiswa Baru 2020
  • News Room
  • Peluang Karir
  • PMB UII 2022
  • PROFIL
  • Profil Lulusan
  • Profil Lulusan
  • Profil Profesional Mandiri
  • Prospek Karier
  • Rekognisi Pembelajaran Lampau
  • Sambutan Ketua Program Studi
  • Tenaga Kependidikan dan Laboran
  • Tim Pengelola
  • UIIRAS2020
  • UNDUH
  • Unduhan
  • Video
  • Visi dan Misi
  • Visi, Misi, dan Tujuan
  • Sejarah Singkat

Categories

  • Berita Terbaru
  • Pengumuman
  • Uncategorized

Archive

  • July 2026
  • April 2026
  • December 2025
  • September 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • September 2021
  • August 2021
  • July 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • February 2021
  • August 2020
  • June 2020
  • May 2020

Program Studi Rekayasa Tekstil

Gedung K.H. Mas Mansur FTI UII
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: (+62) 0274 895287 ext. 4170
Faks: (+62) 0813 2074 6497
Email: [email protected]

© Hak Cipta 2020 - Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Sangkalan | Tampilan Lama | Konten dimuthakirkan 1 Maret 2026
  • Link to Facebook
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Scroll to top Scroll to top Scroll to top

0 / 12