Salah satu metode membatik yang cukup terkenal saat ini adalah batik printing. Batik printing sebenarnya tidak bisa dikatakan sebagai karya batik karena batik printing tidak melalui proses pembatikan atau proses perintangan warna dengan menggunakan malam. Banyak yang mendefinisikannya secara berbeda, namun secara garis besar, batik printing adalah kain tekstil yang bermotif batik (kain motif batik). Proses pembuatannya tidak dibuat dengan cara membatik alias menutupi kain dengan lilin batik (malam), tetapi dengan menggunakan mesin cetak. Oleh karena itu, batik printing terlihat tanpa cacat dan harganya jauh lebih murah karena tinggal cetak. Hal itu disampaikan Anne Avantie dalam Pasar Tiban di Jakarta, 2018.

Gambar 1. Kain Batik Printing

Perlu diingat, batik printing bukan batik, melainkan kain atau tekstil bermotif batik yang diproduksi dengan mesin. Namun, karena harganya murah dan dapat mengikuti permintaan batik yang tinggi, maka batik printing pun kian merajalela di pasaran. Jika Anda pernah melihat teknik pembuatan spanduk (sablon manual), maka seperti itulah batik printing dibuat. Bahan warna yang digunakan pada batik printing jelas berbeda kualitas dan mutunya dibandingkan batik tulis ataupun batik cap. Berbeda dengan batik cap, batik printing ini hanya pada satu sisi kain mori saja yang mengalami proses pewarnaan, sehingga warna dari batik printing ini relatif lebih mudah pudar.

Proses pencampuran warna yang dilakukan pada proses pewarnaan batik printing terdiri dari pembuatan pasta warna dan pencampuran warna itu sendiri.

Pembuatan Pasta Warna

  1. Pada tahapan ini perlu dijelaskan terlebih dahulu mengenai pembagian zat warna yang akan digunakan harus sesuai dengan peruntukan jenis kain yang akan dicetak, secara umum adalah sebagai berikut :
Jenis Kain Jenis Zat Warna
Selulosa (Cotton, Rayon, Rami, Pisang) Reaktif, Garam Naftol, Indigo, Pigmen, dll.
Sutera, Wool, Poliamida Reaktif, Asam, Pigmen
Polyester (Georgette), Nylon Dispersi, Pigmen
  1. Setelah mengetahui kain jenis apa yang akan kita cetak, maka dilakukan persiapan pembentukan stock pasta dan pasta warna. Pasta warna terdiri dari:
    a)  Zat warna
    b)  Pengental
    c)  Zat-zat pembantu
    d)  Air
  2. Pembuatan pasta warna meliputi pekerjaan:
    a)  Penimbangan dan pelarutan zat warna sesuai yang dikehendaki
    b)  Pembuatan pasta pengental. Pasta pengental dalam proses pengadukannya harus benar-benar rata, dengan cara diaduk menggunakan mixer berkekuatan tinggi
    c)  Pemilihan jenis pengental sangat penting tergantung jenis zat warna dan kain yang akan diproduksi
    d)  Pencampuran zat warna dengan pengental harus benar-benar rata, tidak boleh ada zat warna yang menggumpal yang nantinya akan berakibat mempengaruhi kestabilan warna
    e)  Zat-zat pembantu ditambahkan pada pembuatan pasta warna, hal ini jangan sampai terlupakan karena nantinya pada proses streaming apabila diabaikan bisa berakibat warna tidak terfiksasi (luntur). Zat pembantu sangat penting sesuai dengan fungsi dan sifat dari zat pembantu
    f)  Air yang digunakan kondisinya harus netral, kesadahan dan keasaman tinggi akan mempengaruhi kekentalan kestabilan pasta warna.

Pencampuran Warna

Pencampuran warna adalah proses untuk mencampur seluruh zat warna dan zat pembantu sesuai dengan resep, kemudian di-mixer agar tercampur sempurna.

Gambar 2. Mahasiswa Kerja Praktik

Kelebihan dari batik printing adalah kecepatan dalam proses produksinya karena sekali cetak satu warna hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit dengan hasil sesuai dengan ukuran plangkan yang digunakan. Selain itu, motif batiknya juga bisa dibuat lebih detil. Teknik batik printing umumnya digunakan oleh produsen batik untuk memenuhi seragam dalam jumlah yang cukup besar, sehingga biaya produksinya bisa lebih hemat.

Biasanya batik printing dipilih karena :

  1. Dibutuhkan kain motif batik dalam jumlah yang sangat banyak, untuk seragam sekolah, seragam perusahaan berskala nasional, dll.
  2. Waktu produksi yang tersedia relatif sedikit yang hanya bisa dikerjakan dengan proses batik printing.
  3. Warna yang konsisten pada batik printing (tidak berubah-ubah).

 

Ditulis Oleh:
Aprilia Kusuma Dewi (20526004)
Aulia Ajeng Rerengganing Dias (20526013)
Mahasiswa Rekayasa Tekstil UII 2020 yang telah melaksanakan kerja praktik (KP) di PT. Sandang Pangan Lantabur