Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Sesuai dengan peraturan akademis yang berlaku di Program Studi Rekayasa Tekstil, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, bersama ini disampaikan bahwa nama-nama mahasiswa berikut telah mendapatkan dosen pembimbing Tugas Akhir, yaitu:

No. NIM 1 Nama Mahasiswa 1 NIM 2 Nama Mahasiswa 2 Dosen Pembimbing
1. 20526003 Syarifah Farah Nabila Haifa 20526021 Yaniar Indah Tri Utami Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc.
2. 20526004 Aprilia Kusuma Dewi 20526024 Rosi Ayu Wilis Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc.
3. 20526007 Izzatu Rahmatillah 20526026 Arina Roudlotul Mahfudzhoh Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc.
4. 20526008 Yulia Zahrotun Ni’mah 20526034 Iskhak Amrullah Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc.
5. 20526009 Syahnanda Annisa Ir. Agus Taufiq, M.Sc.
6. 20526010 Putri Nur Ashri Prabowo 20526036 Dean Akbarocta Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc.
7. 20526013 Aulia Ajeng Rerengganing Dias 20526016 Latif Budiono Ir. Agus Taufiq, M.Sc.
8. 20526014 Hari Susanto Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng.
9. 20526017 Narisa Diah Sukma Marcelina Dewi Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc.
10 20526018 Ahmad Alfian Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng.
11. 20526022 Dwi Wulan Septyani 20526029 Syifa Ainul Isla Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng.
12. 20526025 Hakiki Justitia Kuswono 20526028 Andi Tasyrah Asbar Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng.
13. 20526027 Adella Medika Khairun Nisa 20526032 Azzah Farikhatur Rizki Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc.

Demikian pengumuman ini disampaikan. Mahasiswa dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan dosen pembimbing terkait langkah selanjutnya. Untuk surat tugas per kelompok/judul yang menyertakan masa bimbingan akan disampaikan kepada dosen pembimbing. Semoga berkah dan manfaat senantiasa menyertai kita semua, selamat menempuh Tugas Akhir.

Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Untuk surat pengumuman selengkapnya dapat diunduh di sini.

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dan Department of Textile Engineering RMUTT Thailand baru saja menyelenggarakan kuliah umum (general lecture) bagi mahasiswa seluruh angkatan. Kegiatan berlangsung pada hari Selasa, 03 Oktober 2023, jam 10.00 WIB. Kegiatan diselenggarakan secara bauran dimana dosen dan mahasiswa Rekayasa Tekstil UII mengikuti secara luring dari Ruang 03.13 FTI UII, sementara dosen Textile Engineering RMUTT menghadiri secara daring dari Thailand. Tidak ada perbedaan zona waktu antara Indonesia dan Thailand.

Dalam sambutannya, Asst. Prof. Areeya Thongsalee selaku Head of Textile Engineering RMUTT menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana tukar pengetahuan dan pengalaman sehingga mahasiswa dapat mengetahui aplikasi tekstil terkini. “Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi kerjasama internasional yang telah diinisiasi bersama untuk memberikan wawasan lebih komprehensif kepada mahasiswa,” kata Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Kaprodi Rekayasa Tekstil UII dalam sambutannya, sekaligus membuka acara kuliah umum.

Poster General Lecture RMUTT Thailand (03/10/23)

Kuliah umum ini dimoderatori oleh Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc. selaku dosen di Rekayasa Tekstil UII. Topik yang diangkat tentang aplikasi komposit di dunia penerbangan (composite in avionic engineering). Bertindak sebagai pemateri adalah Asst. Prof. Dr. Natee Srisawat, salah seorang dosen di Textile Engineering RMUTT dengan bidang keahlian material komposit. Komposit merupakan material yang terdiri dari dua atau lebih penyusun. Ada yang berperan sebagai perekat (matrix) yaitu polimer dan sebagai pengisi (reinforcement) yaitu serat. Terdapat dua struktur material komposit, yaitu laminar structure dan sandwich structure.

Di antara keunggulan dari komposit adalah ringan, namun kuat. “Metal has high density, composite has low weight but have similar Young Modulus to metal,” tutur Dr. Natee dalam materinya. Penggunaan komposit di dunia penerbangan, seperti pada Boeing dan Airbus, dapat membantu mengurangi konsumsi energi sehingga lebih hemat bahan bakar. Selain pesawat terbang, komposit juga digunakan pada industri otomotif, industri kereta api, peralatan kesehatan, peralatan olahraga, pipa dan tangki, infrastruktur bangunan, kincir angin, dan sektor-sektor lainnya.

Materi General Lecture RMUTT Thailand (03/10/23)

Mahasiswa tampak antusias mengikuti kuliah umum dari sejumlah pertanyaan yang diajukan. Salah satunya dari Latif Budiono mahasiswa angkatan 2020 yang bertanya, “Bagaimana membuat komposit yang memiliki ketahanan terhadap sinar UV?” Dr. Natee menjawab, polimer atau resin mempunyai batasan sehingga ada penambahan zat aditif. Oleh karena itu, dapat dilakukan modifikasi pada resin dan zat aditif tersebut. Pertanyaan lain dari Dimas Diki Zulfikar mahasiswa angkatan 2023, “Bagaimana pemanfaatan bahan alam pada komposit?” Komposit dapat dibuat dengan serat alam sebagai reinforcement. Adapun resin sebagai matrix juga dapat menggunakan resin alam. “But natural resin and natural fiber, have problem, so we need to modify surface properties. We have factors that can be consider to make composite materials from natural composite,” pungkas Dr. Natee. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dan Program Studi S1 Teknik Mesin FTI UII berkesempatan menjadi tuan rumah bagi acara Jogja Fashion Dunia. Acara tersebut adalah Business Coaching 3 pada Program Young Entrepreneur Fashion Academy yang merupakan kolaborasi antara Jogja Fashion Dunia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, dan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Acara berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa dan Kamis pada tanggal  26-27 September 2023, bertempat di Ruang 04.04 FTI UII. Acara diikuti oleh sedikitnya 25 wirausaha di bidang fashion dan jewelry, bersama para mentor.

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU, ASEAN Eng. selaku Dekan FTI UII. Dalam sambutan beliau, disampaikan bahwa tekstil hari ini semakin inovatif dengan sentuhan teknologi, salah satunya dengan teknologi nano. “Kita tahu bahwa pewarna alam itu mudah luntur, sebabnya karena molekul warna yang besar dan dengan teknologi nano bisa dibuat lebih kecil sehingga lebih tahan luntur,” tutur Prof Hari. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ir. Syam Arjayanti, M.P.A. selaku Kepala Disperindag Provinsi DIY, Theresia Sumartinititin selaku Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Muh. Anwar Karim selaku Ketua Jogja Fashion Dunia, dan para mentor ahli di bidang fashion dan jewelry seperti Ali Charisma dan Dina Midiani.

Pembukaan Acara oleh Dekan FTI UII (26/09/23)

Pada hari pertama setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium Rekayasa Tekstil dan Teknik Mesin. Acara juga diisi dengan inspiring talk yang dibawakan oleh Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Disampaikan bahwa tren industri fashion saat ini dapat dipetakan mengarah tiga hal. Pertama, tren warna alam seperti produk ecoprint dan batik warna alam. Kedua, tekstil berkelanjutan atau sustainable fashion seperti pemanfaatan serat alam untuk produk kerajinan (textile craft) dan pengolahan limbah tekstil untuk produk baru bernilai tambah. Ketiga, integrasi teknologi. “Kami di sini melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa telah membuat smart masker yang terintegrasi IoT, smart jacket bag atau jaket gunung dengan sensor pendeteksi, serta produk celana khusus untuk penderita ambeien,” terang Pak Agus Taufiq.

Adapun pada hari kedua, acara berlangsung serupa. Selain diisi dengan presentasi wirausaha secara satu per satu dan diberikan tanggapan oleh mentor ahli, di sela-sela acara kembali diisi dengan inspiring talk. Pada hari kedua dibawakan oleh Dr. Ir. Paryana Puspaputra, M.Eng. selaku Kepala Pusat Studi Desain dan Manufaktur Produk Seni dan Jewelri Teknik Mesin FTI UII. Beliau bercerita pernah bekerja sebagai ahli robot di industri manufaktur otomotif di Jakarta. Saat pindah ke Jogja, beliau melihat adanya local genius yang dapat menjadi ciri khas yang kuat, salah satunya pengrajin perak. Jewelri kemudian ditekuni sebagai bidang keahlian dan keunggulan Teknik Mesin. Desain yang rumit sekalipun seperti logo dapat dijadikan produk jewelri melalui teknologi tingkat tinggi. “Jadi kalau Bapak/Ibu ada masalah, jangan sungkan dibawa ke sini untuk dicari solusinya,” tambah Pak Paryana sambil menampilkan produk-produk jewelri, antara lain jewelri sayap kupu-kupu.

Presentasi Wirausaha dan Tanggapan Mentor Ahli (26/09/23)

Sebagaimana diketahui, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memiliki harapan agar Jogja dapat menjadi pusat fashion dunia dengan jati diri tersendiri yang secara tidak langsung mendorong pertumbuhan industri fashion. Lia Mustafa selaku Ketua Program Young Entrepreneur Fashion Academy menjelaskan, proses seleksi telah dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2023 dengan diikuti sekitar 126 wirausaha. Selanjutnya dipilih 25 peserta untuk lanjut ke tahap business coaching. Sebagai bagian dari Tim Jogja Fashion Dunia, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dan Program Studi S1 Teknik Mesin FTI UII siap berkontribusi positif. (ASB)