Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII melangsungkan kegiatan pengajian sebagai penutup rangkaian acara tasyakuran akreditasi dan pelepasan wisuda, yang dihadiri oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, lulusan, serta orang tua/wali. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, jam 15.30 WIB hingga 16.00 WIB, di Auditorium FTI UII. Dalam suasana yang khidmat dan penuh kebahagiaan, pengajian menjadi momentum refleksi bersama atas nikmat yang telah diraih sekaligus pengingat akan amanah yang harus dijaga ke depan.

Bertindak selaku pemateri pengajian adalah Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. selaku Dosen Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Dalam penyampaiannya, hadirin diajak untuk memahami bahwa rasa syukur bukan hanya sebatas berucap alhamdulillah, melainkan sikap hidup yang tercermin dalam bagaimana seseorang memanfaatkan nikmat yang diberikan. Merujuk pada QS. Ibrahim ayat 7, “Ada dua hal yang difirmankan oleh Allah Swt., yaitu janji bahwa bersyukur akan ditambah nikmatnya dan peringatan kalau mengingkari atau kufur nikmat akan ada konsekuensinya.” Namun demikian, “ditambah” tidak selalu bermakna material atau fisik, tetapi dapat berupa ketenangan, keberkahan, kemudahan, serta hidup yang lebih bermakna.

Penyampaian Materi Pengajian Tasyakuran Akreditasi dan Pelepasan Wisuda (25/04/26)

Lebih lanjut, makna syukur dikaitkan dengan momen yang sedang dirasakan bersama. Bagi para calon wisudawan-wisudawati, capaian gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari amanah ilmu yang harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata. Gelar yang diperoleh tidak berhenti pada pengakuan akademik, tetapi menjadi titik awal untuk memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat. Sementara itu, bagi orang tua/wali, momen ini merupakan buah dari doa, kesabaran, dan pengorbanan yang telah diberikan selama proses pendidikan. Setiap tetes keringat dan doa—terutama doa yang mungkin dipanjatkan di sepertiga malam—tidak pernah sia-sia, yang pada akhirnya berbuah kebahagiaan dan kebanggaan.

Dalam konteks program studi, capaian akreditasi Unggul patut disyukuri dan menjadi bentuk nikmat sekaligus amanah yang perlu dijaga sebaik-baiknya. Keberhasilan tersebut bukan sebatas nikmat, melainkan juga ujian. Keberhasilan tersebut tidak hanya untuk dirayakan, tetapi juga harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui komitmen berkelanjutan dalam menjaga mutu pendidikan. Sebab seringkali, mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih. Penghormatan juga disampaikan kepada dosen dan tenaga kependidikan purna tugas yang telah memberikan kontribusi panjang dalam membangun fondasi program studi. Secara administratif, mungkin sudah purna tugas, namun sejatinya amalnya tidak pernah purna. Ilmu dan pengabdian yang telah diberikan semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan memberikan manfaat.

Materi Pengajian Tasyakuran Akreditasi dan Pelepasan Wisuda (25/04/26)

Dan untuk setiap peran yang dijalankan, semuanya adalah ladang amal. Kampus tidak hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menanam kebaikan, yang insya Allah akan dipanen hasilnya, bukan hanya di dunia, melainkan juga di akhirat. Dengan demikian, dapat disimpulkan tiga hal sederhana. “Yaitu syukur kita jaga dengan amal, ilmu kita jaga dengan manfaat, dan amanah kita jaga dengan keikhlasan,” tutup Pak Budi. Dengan semangat tersebut, diharapkan seluruh civitas akademika Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dapat terus bertumbuh, berkarya, dan berkontribusi yang tidak hanya bernilai duniawi, tetapi juga bernilai ibadah. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII melaksanakan kegiatan pelepasan wisuda sebagai bentuk penghormatan kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, jam 14.30 WIB hingga 15.30 WIB, di Auditorium FTI UII. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 17 lulusan yang terdiri dari 7 orang jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan 7 orang jalur Reguler secara resmi dilepas untuk melangkah ke dunia profesional sebagai sarjana teknik rekayasa tekstil. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai fase baru para lulusan, baik dalam memasuki dunia kerja dan pengabdian di masyarakat maupun melanjutkan dan mengembangkan peran profesional yang telah dijalani.

Dalam arahannya, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. selaku Dekan FTI UII menekankan bahwa kesiapan lulusan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa asing, serta etika dan akhlak. Beliau juga menegaskan pentingnya kerja keras dan kedisiplinan dalam menghargai waktu sebagai bekal menghadapi dunia profesional. Peluang untuk berkarya saat ini terbuka sangat luas, sehingga setiap kesempatan yang ada perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena belum tentu datang untuk kedua kalinya. Senada dengan hal tersebut, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menyampaikan bahwa permintaan terhadap lulusan di bidang tekstil masih tinggi, sehingga para lulusan tidak perlu merasa khawatir selama memiliki kesiapan dan kemauan untuk terus berkembang. Beliau turut menegaskan bahwa lulusan rekayasa tekstil memiliki peran strategis tidak hanya pada produk konvensional, tetapi juga dalam pengembangan inovasi material tekstil di berbagai sektor industri.

Sambutan Bapak Iwan Sugih dalam Pelepasan Wisuda Rekayasa Tekstil (25/04/26)

Perwakilan calon wisudawan-wisudawati Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Bapak Iwan Sugih, memandang pentingnya tekstil bagi kehidupan manusia sejak lahir sampai meninggal dunia. Beliau juga menyoroti besarnya peluang di industri tekstil yang saat ini membutuhkan regenerasi tenaga kerja. Beliau memberikan semangat untuk tidak takut karena lapangan kerja di bidang tekstil selalu ada, serta menegaskan bahwa industri tekstil bukanlah sektor yang meredup, melainkan memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan. Sebagai praktisi, beliau mendorong para lulusan untuk berani memulai dari bawah, terus berjuang, serta mengasah potensi diri agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata. “Tekstil bukan sunset industry, namun akan bersinar di kemudian hari,” pungkas Pak Iwan.

Sementara itu, perwakilan calon wisudawan-wisudawati Reguler, Fadyla Kamel, mengucapkan terima kasih kepada dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua/wali atas dukungan yang telah diberikan. Ia juga mengungkapkan harapan agar kebersamaan dan semangat di kalangan kakak tingkat dan adik tingkat Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII agar dapat terus dijaga dan ditingkatkan. “Mohon doa agar langkah ke depan senantiasa diberi kemudahan,” kata Fadyla. Dari sisi wali mahasiswa, Bapak Budi Utomo selaku orang tua dari Syah Resa Adilla Haqi, merasa bersyukur, haru, dan bangga atas pencapaian para lulusan, sekaligus mengapresiasi dedikasi dosen dalam mendidik mahasiswa hingga mencapai kelulusan. “Rasanya baru kemarin hari pertama kuliah anak saya, sekarang sudah berilmu dan siap menghadapi masa depan,” kenang Pak Budi. Beliau juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjunjung tinggi akhlak mulia, rendah hati, jujur, serta pantang menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Sesi Foto Bersama Pelepasan Wisuda Rekayasa Tekstil (25/04/26)

Prosesi pelepasan selanjutnya dipimpin oleh Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku perwakilan dosen senior Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. “Dengan bangga kami melepas saudara-saudari untuk menjadi sarjana-sarjana teknik rekayasa tekstil yang bermartabat dan bermaslahat,” seru Pak Agus. Secara simbolis dengan penyerahan kenang-kenangan, beliau melepas para lulusan dengan pesan agar membawa panji-panji UII di tengah masyarakat yang senantiasa menghadirkan kebaikan serta berkontribusi di bidangnya masing-masing. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menggelar kegiatan tasyakuran atas raihan akreditasi Unggul berdasarkan keputusan LAM Teknik Nomor 0100/SK/LAM Teknik/AS/IV/2026 yang berlaku mulai tanggal 21 April 2026 hingga 20 April 2031 atau selama 5 (lima) tahun. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, jam 14.00 WIB hingga 14.30 WIB, di Auditorium FTI UII. Kegiatan yang dimaksud turut dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen dan tenaga kependidikan baik aktif maupun purna tugas, mahasiswa seluruh angkatan, serta calon wisudawan-wisudawati bersama orang tua/wali. Kegiatan digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas capaian yang diraih sekaligus refleksi perjalanan panjang dalam pendidikan tinggi di bidang tekstil.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. selaku Dekan FTI UII, menyampaikan bahwa perjalanan Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII tidak terlepas dari dinamika dan proses panjang, termasuk dalam penentuan nomenklatur program studi. Sejarah dimulai sejak tahun 1975 sebagai Jurusan Teknologi Tekstil, kemudian didirikan Fakultas Teknologi Industri pada tahun 1982, dan terdapat pilihan nomenklatur pada tahun 1995. “Pada waktu itu nomenklatur teknik tekstil ditutup, sehingga harus memilih antara berada di Teknik Mesin atau Teknik Kimia, dan dipilihlah Teknik Kimia,” terang Prof. Hari. Dengan berjalannya waktu, diurus kembali nomenklatur baru dan ditetapkan nama “Rekayasa Tekstil”. Istilah “rekayasa” merupakan nomenklatur baru yang menggambarkan pendekatan teknik yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri saat ini.

Sambutan Dekan FTI UII dalam Tasyakuran Akreditasi Rekayasa Tekstil (25/04/26)

Selanjutnya, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII, mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses akreditasi. “Sebelumnya, telah dilakukan proses akreditasi pada tahun 2022 dari Minimum menjadi Baik, dan saat ini proses akreditasi dilakukan kembali dari Baik yang alhamdulillah hasilnya menjadi Unggul lima tahun,” tutur Bu Rina. Pencapaian ini ditegaskan sebagai hasil kerja kolektif yang melibatkan berbagai aspek penting, mulai dari visi misi, tata pamong, fasilitas, pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Dukungan dari pimpinan fakultas dan universitas juga menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan sehingga berhasil meraih akreditasi Unggul.

Dalam konteks penilaian akreditasi, Bu Rina menambahkan bahwa komponen mahasiswa dan lulusan memiliki peran signifikan, dengan kontribusi sekitar 40% dari total penilaian. Indikator tersebut meliputi indeks prestasi kumuatif (IPK), masa studi, prestasi mahasiswa baik akademik maupun non-akademik, publikasi, serta waktu tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas lulusan tidak hanya menjadi output pendidikan, tetapi juga menjadi indikator utama dalam menilai keberhasilan program studi secara keseluruhan. “Jadi untuk rekan-rekan mahasiswa, teruslah berprestasi di bidang yang kalian senangi karena hal itu akan berdampak positif bagi pengembangan program studi ke depannya,” pesan Bu Rina.

Acara Potong Tumpeng dalam Tasyakuran Akreditasi Rekayasa Tekstil (25/04/26)

Sebagai simbol rasa syukur atas raihan akreditasi, tasyakuran dilanjutkan dengan acara potong tumpeng oleh Dekan FTI UII dan Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Melalui kegiatan tasyakuran ini, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII tidak hanya mensyukuri capaian yang telah diraih, tetapi juga memperkuat komitmen untuk senantiasa menjaga dan terus meningkatkan kualitas di masa mendatang. Suasana tasyakuran akreditasi yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan mencerminkan kuatnya sinergi antar elemen di lingkungan program studi. Dengan mengusung semangat kolaborasi, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII bertekad untuk terus berinovasi, menjaga mutu, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, industri tekstil, dan masyarakat luas. (ASB)