Sebagai bagian dari upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang sumber daya alam tekstil, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan Webinar Pengabdian Masyarakat dengan tema “Potensi Sumber Daya Alam pada Penggunaan di Bidang Tekstil”. Webinar ini diselenggarakan sebanyak dua seri. Adapun seri 2 atau yang kedua dilaksanakan pada hari Sabtu (22/01/2022) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Peserta yang hadir kurang lebih 50 orang, terdiri dari civitas akademika UII dan juga masyarakat umum dari luar UII. Bertindak sebagai narasumber adalah mahasiswa yang berkolaborasi dengan dosen.

Pemaparan Judul “Sumber Daya Alam Indonesia sebagai Natural Dyes di Bidang Tekstil” pada Webinar Pengabdian Seri 2 (22/01/22)

“Indonesia masih sangat bergantung terhadap penggunaan bahan pewarna sintetis karena lebih murah harganya, padahal selain tidak ramah lingkungan, pewarna sintetis merupakan impor yang jelas membebani devisa negara,” kata Narisa Diah Sukma M.D., mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII sebagai narasumber pertama. Bersama rekannya Adella Medika K.N. yang juga mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII, disampaikan bahwa contoh sumber daya alam untuk pewarna alami antara lain daun/buah tom nila, tangkai tegeran, kulit manggis, daun jati, kulit batang mahoni, kulit kayu secang, daun ketapang, daun pohon rambutan, dan daun suji.

Narasumber kedua adalah Ir. Drs. Faisal R.M., M.T., Ph.D. dengan mengangkat topik tekstil industri. Tekstil terbagi dua, yaitu tekstil sandang dan tekstil non-sandang. Sedangkan tekstil industri artinya kontribusi tekstil yang dibutuhkan oleh industri. Ada tiga kelompok dari tekstil industri, yaitu material (bahan baku penolong) seperti badan kereta api, badan pesawat terbang, dan badan mobil; komponen produk seperti kursi kereta api, kursi pesawat terbang, dan kursi mobil; serta produk jadi (finished good) seperti alat pelindung diri (APD) masker dan hazmat, tas ransel, dan tenda kemah. Ada persyaratan teknis yang perlu dipenuhi dalam tekstil industri.

Pemaparan Judul “Pemanfaatan Serat Sabut Kelapa sebagai Bahan untuk Keperluan Teknis dan Non-Teknis” pada Webinar Pengabdian Seri 2 (22/01/22)

“Indonesia merupakan negara terbesar penghasil kelapa di dunia menurut data dari Dirjen Perkebunan 2021. Saingan kita itu Filipina, jauh di bawah kita, tapi ekspornya lebih tinggi dari Indonesia karena pemanfaatan maksimal dari produk kelapa,” lanjut Ir. Pratikno Hidayat, M.Sc. Serat sabut kelapa (cocofiber) merupakan turunan atau hasil samping dari buah kelapa dengan bobot sekitar 35% dari buah kelapa dan nilai jual yang lebih tinggi dari buah kelapa itu sendiri. Pemanfaatan non-teknis sebagai serbuk (cocopeat) media tanam, briket, sapu, keset, pelapis jok mobil, dan peredam ruangan. Pemanfaatan teknisnya sebagai reinforcement material komposit.

Narasumber keempat adalah Dr. Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. Terlebih dahulu, diperkenalkan bahwa non-woven merupakan kain bukan tenunan yang diikat dengan perlakuan kimia, mekanik, panas, atau pelarut. Adapun natural produk dapat digunakan sebagai zat anti bakteri pada material non-woven. Natural produk di bidang tekstil dibagi tiga, yaitu serat tekstil alami, pewarna alami dan proteksi sinar UV, serta anti mikroba alami (bakteri). Sebagai zat anti bakteri, natural produk yang dapat digunakan antara lain centella , propolis, dan hinokitiol untuk serat nano pembalut luka. Perlu diketahui senyawa kimia yang akan diekstraksi dan metodenya.

Pemaparan Judul “Aplikasi Natural Produk sebagai Zat Antibakteri pada Material Non-Woven” pada Webinar Pengabdian Seri 2 (22/01/22)

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, pertanda peserta begitu antusias. “Mengapa pada proses pewarnaan dengan zat warna alam menggunakan obat bantu alkohol dan soda abu, apa pengaruhnya dan apa fungsi dari obat bantu tersebut?” demikian salah satu pertanyaan yang dibacakan langsung oleh peserta setelah dipersilakan Putri Nur Ashri Prabowo, mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII yang berperan sebagai moderator. Etanol digunakan untuk membantu pelarutan hasil ekstraksi pewarna alami seperti kulit manggis pada alat soxhlet, sedangkan soda abu berperan sebagai bahan pembantu tahan luntur saat pencucian dan penggosokan.

Selengkapnya: Webinar Pengabdian Prodi Rekayasa Tekstil UII Seri 2 (2021/2022)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Halo sobat semua, gimana kabarnya? Semoga tetap sehat dan bahagia selalu ya. Pada akhir Semester Ganjil 2021/2022 ini, Program Studi (Prodi) S1 Rekayasa Tekstil mempersembahkan webinar pengabdian masyarakat dengan tema “Potensi Sumber Daya Alam pada Penggunaan di Bidang Tekstil”. Webinar diselenggarakan sebanyak dua seri.

Adapun webinar seri 2 atau yang kedua insya Allah akan dilaksanakan pada:

🗓️ Hari, Tanggal: Sabtu, 22 Januari 2022
Waktu: 10.00 – 12.30 WIB
🖥️ Tempat: Zoom Meeting (link akan dibagikan setelah pendaftaran)

🎙️ Narasumber 1:
*Adella Medika K.N. & Narisa Diah Sukma M.D.*
Mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Sumber Daya Alam Indonesia sebagai Natural Dyes di Bidang Tekstil”

🎙️ Narasumber 2:
*Ir. Drs. Faisal R.M., M.T., Ph.D.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Tekstil Industri”

🎙️ Narasumber 3:
*Ir. Pratikno Hidayat, M.Sc.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Pemanfaatan SDA untuk Finishing Treatment pada Produk Tekstil”

🎙️ Narasumber 4:
*Dr. Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Potensi Natural Produk sebagai Zat Antibakteri pada Material Non-Woven”

🎙️ Moderator:
*Putri Nur Ashri Prabowo*
Mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII

Webinar ini free, terbuka bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA/Sederajat, Mahasiswa, Profesional, dan Umum. Dapatkan materi yang bermanfaat, e-certificate, dan doorprize yang menarik. Tersedia juga souvenir, diundi bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara webinar pada seri pertama dan kedua. Nah tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu di sini: https://bit.ly/WRekateks

Jazakumullahu khayran.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Sebagai bagian dari upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang sumber daya alam tekstil, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan Webinar Pengabdian Masyarakat dengan tema “Potensi Sumber Daya Alam pada Penggunaan di Bidang Tekstil”. Webinar ini diselenggarakan sebanyak dua seri. Adapun seri 1 atau yang pertama dilaksanakan pada hari Sabtu (15/01/2022) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Peserta yang hadir kurang lebih 90 orang, terdiri dari civitas akademika UII dan juga masyarakat umum dari luar UII. Bertindak sebagai narasumber adalah mahasiswa yang berkolaborasi dengan dosen.

Pemaparan Judul “Sumber Daya Alam Indonesia untuk Bahan Baku Tekstil” pada Webinar Pengabdian Seri 1 (15/01/22)

“Bahan-bahan baku dalam industri tekstil Indonesia masih banyak mengimpor dari negara lain, dan ketergantungan ini dinilai kurang baik. Salah satu cara menekan impor adalah memanfaatkan serat-serat yang berasal dari sumber daya alam negara kita sendiri,” kata Nailul Amani, mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII sebagai narasumber pertama. Dengan rekannya Muhammad Fa’id Rizki yang juga mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII, disampaikan bahwa serat-serat yang dimaksud antara lain kapas, kapuk, rami, daun nanas, batang bambu, dan sabut kelapa. Fakta menarik, Indonesia penghasil bambu terbesar ketiga dunia setelah Cina dan India.

Narasumber kedua adalah Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. Materi terkait pemanfaatan biopolimer untuk produk tekstil ramah lingkungan. Diketahui dua permasalahan, yaitu produk-produk tekstil dari polimer sintetis sulit terurai sehingga mencemari lingkungan dan bahan-bahan polimer sintetis berasal dari industri petrokimia atau minyak bumi sebagai sumber daya alam tidak terbarukan. Oleh karena itu, biopolimer dapat menjadi alternatif solusi, misalnya serat polylactic acid (PLA) dari batang tebu atau pati jagung untuk textile apparels dan serat cellulose nanofibrils (CNF) dari pohon akasia atau ekaliptus untuk non-woven products.

Pemaparan Judul “Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk Finishing Treatment pada Produk Tekstil” pada Webinar Pengabdian Seri 1 (15/01/22)

“Berbicara tentang finishing treatment, kalau dibahasa-Indonesiakan adalah perlakuan atau penyelesaian, lebih ke zat tambahan atau bahan pembantu. Penggunaannya bisa meningkatkan tampilan, performa, atau pegangan, dari produk tekstil,” lanjut Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc. Bahan alami yang dimaksud yaitu, aloe vera, teh, kayu putih, neem, biji anggur, daun tulsi, dan minyak atsiri. Ada juga proteksi sinar UV, seperti esktrak dari saffron, teh hijau, dan kulit bawang. Salah satu contoh penelitian yang telah dilakukan adalah minyak kayu putih sebagai anti mikroba kain kapas dengan metode pad-dry-cure dan mikroenkapsulasi.

Narasumber keempat adalah Ir. Agus Taufiq, M.Sc. Dedaunan kering yang jatuh, terutama pada pagi atau sore hari yang belum terkena sinar matahari kuat, dapat digunakan sebagai zat warna alam. Barulah sisanya dapat diolah untuk kompos organik. Misalnya, daun pohon rambutan. Prosedur pewarnaan pada kain kapas dapat dilakukan dengan menggiling dedaunan kering menjadi serbuk, merebusnya, mendinginkan dan menyaring rebusan, lalu mencelup kain dan mengatuskannya. Pencelupan kain dapat dilakukan berulang kali sesuai selera warna yang diinginkan. Kemudian, fiksasi dapat dilakukan dengan larutan tawas atau tunjung.

Pemaparan Judul “Pemanfaatan Dedaunan Kering sebagai Zat Warna Alam” pada Webinar Pengabdian Seri 1 (15/01/22)

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, pertanda peserta begitu antusias. “Apa saja yang terkandung pada limbah tekstil terlebih kapas sehingga bisa membahayakan lingkungan sekitar? Kalau ada ide daur ulang sampah seperti popok bayi yang mengandung banyak kapas, akan menjadi seperti apa produk baru itu?” demikian salah satu pertanyaan yang dibacakan Nayla Faza Ramadhani, mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII yang berperan sebagai moderator. Masyarakat umum salah kaprah bahwa popok bayi terbuat dari serat kapas, padahal di kemasan tidak disebutkan serat kapas. Bahan penyusun popok bayi antara lain wood pulp dan plastik penyusun seperti polyester, polypropylene, dan zat-zat lain.

Daur ulang dapat dilakukan dengan identifikasi plastik untuk diolah sesuai kelompoknya, bisa juga dengan dijadikan bubur kembali lalu dijadikan bijih plastik untuk produk baru seperti botol dan serat tekstil yang dapat menjadi benang dan kain. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa produk daur ulang sifat atau kualitasnya tidak sebaik produk yang dibuat dari bahan murninya. Contohnya masker dari propylene daur ulang dan propylene murni akan berbeda kekuatannya.

Selengkapnya: Webinar Pengabdian Prodi Rekayasa Tekstil UII Seri 1 (2021/2022)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Halo sobat semua, gimana kabarnya? Semoga tetap sehat dan bahagia selalu ya. Pada akhir Semester Ganjil 2021/2022 ini, Program Studi (Prodi) S1 Rekayasa Tekstil mempersembahkan webinar pengabdian masyarakat dengan tema “Potensi Sumber Daya Alam pada Penggunaan di Bidang Tekstil”. Webinar diselenggarakan sebanyak dua seri.

Adapun webinar seri 1 atau yang pertama insya Allah akan dilaksanakan pada:

🗓️ Hari, Tanggal: Sabtu, 15 Januari 2022
Waktu: 10.00 – 12.30 WIB
🖥️ Tempat: Zoom Meeting (link akan dibagikan setelah pendaftaran)

🎙️ Narasumber 1:
*Muhammad Fa’id Rizki & Nailul Amani*
Mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Sumber Daya Alam Indonesia untuk Bahan Baku Tekstil”

🎙️ Narasumber 2:
*Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Pemanfaatan Biopolimer untuk Produk Tekstil Ramah Lingkungan”

🎙️ Narasumber 3:
*Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Pemanfaatan SDA untuk Finishing Treatment pada Produk Tekstil”

🎙️ Narasumber 4:
*Ir. Agus Taufiq, M.Sc.*
Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII
Judul: “Pemanfaatan Dedaunan Kering sebagai Zat Warna Alam”

🎙️ Moderator:
*Nayla Faza Ramadhani*
Mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII

Webinar ini free, terbuka bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA/Sederajat, Mahasiswa, Profesional, dan Umum. Dapatkan materi yang bermanfaat, e-certificate, dan doorprize yang menarik. Tersedia juga souvenir, diundi bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara webinar pada seri pertama dan kedua. Nah tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu di sini: https://bit.ly/WRekateks

Jazakumullahu khayran.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Untuk melengkapi perkuliahan dengan pengetahuan dan pengalaman profesional, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan kuliah tamu. Agenda ini diisi oleh akademisi dan praktisi dari luar kampus. Selain diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan prodi, kuliah tamu terbuka untuk umum. Pada semester ganjil 2020/2021, kuliah tamu kedua telah dilaksanakan hari Kamis (09/12/21) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Bertindak sebagai pemateri adalah Dr. Muhammad Hizbul Wathon, M.Sc. selaku Dosen Prodi S1 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan Owner “Chems Batik”.

Sejumlah permasalahan dari limbah pewarna tekstil.

“Indonesia kaya akan sumber daya alam dari Sabang sampai Merauke, jadi sebenarnya kalau kita berbicara tentang pewarna alam, kita tidak kekurangan,” kata Pak Hizbul sebagai pembuka. Untuk dapat menghasilkan warna, suatu senyawa harus memiliki sejumlah persyaratan. Di antaranya bisa menyerap cahaya pada spektrum visible antara 400 nm dan 700 nm, paling tidak mempunyai satu gugus kromofor (penghasil warna), dan memiliki sistem terkonjugasi (ikatan rangkap dan ikatan tunggal berselang-seling guna mempermudah perpindahan elektron).

Selanjutnya diketahui bahwa sekitar 10-15% atau lebih zat warna sintetis tidak terserap pada kain saat proses pewarnaan dan terbuang menjadi limbah. Beberapa metode untuk mengatasi limbah pewarna tekstil sudah digunakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pewarna alam yang menggunakan bahan dari alam dapat menjadi bagian dari konsep “green chemistry”. Namun sebelumnya, terdapat miskonsepsi bahwa bahan dari alam ternyata tidak 100% bebas dari bahan kimia, sebab ada unsur bahan kimia baik sintetis maupun alami, berbahaya ataupun tidak.

Contoh pewarna alam yang ada di sekitar kita.

Adapun konsep “sustainability” bermakna bahwa meski sumber daya manusia makin banyak dan sumber daya alam makin sedikit, kegiatan ekonomi mampu berjalan selaras dan seimbang. Contoh pewarna alam yang berkelanjutan antara lain bisa ditemukan di kebun, bahkan dapur rumah kita, dan dapat dicoba sendiri dengan mengekstrak dan mengaplikasikannya pada kain, lalu melihat apakah bisa menimbulkan warna atau tidak. Ada banyak teknik yang bisa digunakan untuk memunculkan warna, misalnya dengan mordan, baik logam maupun alami. “Saya akan menyampaikan hasil penelitian selama program doktoral,” terang Pak Hizbul.

Kulit anggur merupakan salah satu contoh pewarna alam. Untuk mendapatkan jus anggur, kita memberi perlakuan tekanan pada buah anggur agar menghasilkan cairan. Cairan ini yang diolah menjadi jus, wine, jam, atau produk lainnya. Sedangkan limbah berupa kulit anggur dan daging buah yang tersisa dikeringkan, lalu bisa diekstraksi untuk digunakan sebagai pewarna alam. Dalam penelitian Pak Hizbul, dilakukan ekstraksi antosianin dari buah beri jenis Aronia. Hasil ekstraksi dianalisis aspek mikroskopisnya dengan teknik Solid Phase Extraction (SPE), High Performance Liquid Chromatography (HPLC), dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR).

Selengkapnya: Kuliah Tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII Seri 2 (2021/2022)

Assalamualaikum wr. wb.

Rekayasa Tekstil UII mempersembahkan
— Kuliah Tamu #2 Semester Ganjil —

Narasumber:
Bapak Dr. Muhammad Hizbul Wathon, M.Sc.
Dosen Prodi S1 Pendidikan Kimia UNS
Owner “Chems Batik”

Tema:
“Pewarna Alam Selamatkan Lingkungan”

Hari, Tanggal : Kamis, 09 Desember 2021
Pukul : 10.00 – 12.00 WIB
Media : Zoom Meeting

Join Zoom Meeting: s.id/KultamLenzing
Meeting ID: 92084169808
Passcode: 54321

Don’t Miss it!!!
Salam sehat selalu

Terima kasih
Wassalamualaikum wr. wb.

Untuk melengkapi perkuliahan dengan pengetahuan dan pengalaman profesional, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan kuliah tamu. Agenda ini diisi oleh akademisi dan praktisi dari luar kampus. Selain diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan prodi, kuliah tamu terbuka untuk umum. Pada semester ganjil 2020/2021, kuliah tamu pertama telah dilaksanakan hari Kamis (18/11/21) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Bertindak sebagai pemateri adalah Ngudi Nugroho Fadhol, S.T. selaku Business Development Textile Manager and Protective Wear, South East Asia and Oceania Region, Lenzing Group.

Sejumlah product brand hasil regenerated cellulose fiber dari Lenzing Group.

“Saya berawal dari sama seperti mahasiswa sekarang, dulu masih jurusannya Teknik Kimia dan saya mengambil Kimia Tekstil,” kata Pak Ngudi mengawali pemaparannya. Berdasarkan data, konsumsi serat tekstil di tingkat global tahun 2020 sekitar 98,2 juta ton dengan 64% terdiri dari serat sintetis dan 23,2% adalah serat selulosa dari kapas (cotton). Untuk serat selulosa dari bahan kayu (regenerated cellulose fiber) sekitar 6,7% dan di sini Lenzing Group bagian di dalamnya. Ada tiga generasi regenerated cellulose fiber di Lenzing Group, yaitu viscose, modal, dan lyocell.

Bahan baku kayu, bagaimana nanti hutannya? Perusahaan hanya menggunakan hutan yang sudah tersertifikasi, yaitu hutan industri. Hutan industri merupakan hutan yang sengaja ditanam untuk ditebang dan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Dalam aplikasinya, serat selulosa berbahan kayu dapat menjadi berbagai produk sandang, seperti denim, pakaian dalam, pakaian olahraga, pakaian tidur, sofa, karpet, selimut, handuk, dll. Untuk nonwoven, bisa jadi face mask, popok bayi, tisu, pembalut, lap, dll. Lalu untuk industri, bisa digunakan sebagai packaging.

Perbandingan daya serap air pada polyester, cotton, dan lyocell.

Proses produksi serat dilakukan dengan mengambil selulosa dari batang pohon menjadi bubur kayu (wood pulp) sebanyak 40%. Kemudian sisanya 10% jadi produk biorefinery seperti cuka dan xylose (pemanis buatan). Lalu sisa 50% seperti kulit kayu, lignin, dan resin (black liquor) masih bisa digunakan sebagai sumber energi yang secara tidak langsung mengurangi penggunaan batu bara. “Perlu digarisbawahi bahwa cellulose itu akan berubah ketika kondisi basah. Untuk cotton, ketika dibasahi akan meningkat kekuatannya. Tetapi regenerated cellulose, ketika kondisi basah itu malah akan turun karena ada perbedaan struktur kimia di sana,” terang Pak Ngudi.

Jika dibandingkan antara wool, cotton, polyester, dan lyocell, diketahui sejumlah perbedaan. Di antaranya, permukaan lyocell dan polyester sama-sama lembut dan mulus, tapi daya serap air pada lyocell lebih baik daripada polyester. Air hanya menyentuh permukaan serat pada polyester, air dapat masuk ke dalam serat pada cotton, dan pada lyocell (Tencel) dengan struktur nano-fiber, air dapat terserap lebih efisien karena penampang serat lebih luas. Saat berkeringat, pakaian lebih cepat kering sehingga mampu mengurangi laju pertumbuhan bakteri. Berikutnya, lyocell dan wool sama-sama mampu menyerap air, namun permukaan wool lebih kasar.

Selengkapnya: Kuliah Tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII Seri 1 (2021/2022)

Rekateks UII - Berita Terkini

Assalamualaikum wr. wb.

Rekayasa Tekstil UII mempersembahkan
— Kuliah Tamu #1 Semester Ganjil —

Narasumber:
Bapak Ngudi Nugroho Fadhol, S.T.
Business Development Textile Manager and Protective Wear
South East Asia and Oceania Region, Lenzing Group

Tema:
“Inovasi dan Perkembangan Teknologi Serat Rayon Viskosa”

Hari, Tanggal : Kamis, 18 November 2021
Pukul : 10.00 – 12.00 WIB
Media : Zoom Meeting s.id/KultamLenzing

Don’t Miss it!!!
Salam sehat selalu

Terima kasih
Wassalamualaikum wr. wb.

Setelah menjalani rangkaian kegiatan pesona taaruf, pengenalan nilai dasar Islam (PNDI), dan pekan taaruf, agenda selanjutnya bagi mahasiswa baru adalah penjelasan akademik. Agenda ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dalam menjalani aktivitas perkuliahan selama empat tahun ke depan. Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII melaksanakan Penjelasan Akademik pada hari Sabtu (25/09/21) pukul 10.00 WIB melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming.

Foto Bersama Penjelasan Akademik Rekayasa Tekstil UII 25/09/2021

Acara dimulai dengan sambutan dari Kaprodi Rekayasa Tekstil UII. “Kami menyambut baik mahasiwa baru, Anda beruntung bergabung dengan kita dalam rangka merajut masa depan karena kami merupakan satu-satunya prodi S1 yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anda tidak salah pilih, prospeknya cukup cerah karena kita belum meluluskan saja, sudah banyak perusahaan booking,” kata Ir. Faisal R.M., M.T., Ph.D. selaku Kaprodi Rekayasa Tekstil UII.

Perkenalan Dosen dan Tendik Prodi Rekayasa Tekstil UII 25/09/2021

Acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil prodi. Berikutnya perkenalan dosen dan tendik, dimana setiap dosen satu per satu menyampaikan pesan semangat kepada mahasiswa baru. Acara disambung dengan pemutaran video laboratorium. Setelah itu, acara inti adalah penyampaian materi yang mengacu Panduan Akademik dengan Tanggal Berlaku 01 September 2020 oleh Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. selaku Dosen Prodi Rekayasa Tekstil UII.

Penyampaian Materi Penjelasan Akademik Rekayasa Tekstil UII 25/09/2021

Dalam pemaparan materi penjelasan akademik, disampaikan berbagai hal mulai dari sejarah prodi, visi dan misi, tujuan, struktur organisasi di lingkungan FTI UII, laboratorium, kurikulum, aktivitas perkuliahan daring selama pandemi Covid-19, sistem akademik (KP, TA, habis teori, komprehensif, pendadaran), kemahasiswaan, beasiswa, fasilitas kampus, sampai peluang karir setelah lulus nantinya. Setelah tanya jawab, acara ditutup dengan games Kahoot. (ASB)

Rekateks UII - Berita Terkini

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Halo teman-teman mahasiswa baru (maba) Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Apa kabar di mana pun saat ini teman-teman berada? Semoga sehat dan bahagia selalu ya, tetap semangat menjalani aktivitas.

Tak kenal, maka ta’aruf.

Mari kita bershilaturahmi bersama secara daring antara mahasiswa, dosen, dan tendik, dalam agenda Penjelasan Akademik yang insya Allah dilaksanakan pada:

🗓️ Hari, Tanggal: Sabtu, 25 September 2021
🕰️ Waktu: 10.00 WIB – selesai
🏠 Tempat: Zoom Meeting https://s.id/mabarekateks21

Oiya teman-teman sudah gabung di grup maba belum? Nanti untuk Meeting ID akan kami share juga melalui grup maba. Supaya tidak ketinggalan info-info penting, pastikan teman-teman sudah ada di grup maba.

Hayo, udah dapat spoiler apa aja nih tentang perkuliahan?

Sampai jumpa akhir pekan ini.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.