Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menghadirkan kegiatan Academic Sharing Session dengan format kuliah umum (general lecture) bagi seluruh mahasiswa. Kegiatan tersebut terlaksana bersama PT Behaestex selaku mitra industri Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Tema besar yang dibawa adalah “Sustainable Textile Innovation: Integrating Tradition, Technology, and Industry.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, di Auditorium FTI UII, dengan narasumber dari PT Behaestex dan dipandu oleh Diyah Dwi Nugraheni, S.T., M.T. sebagai moderator. Diikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran untuk mempertemukan wawasan akademik dengan praktik industri, khususnya mengenai inovasi tekstil berkelanjutan, perkembangan teknologi, budaya industri, serta kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja.
Dalam sambutannya, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng., C.Text.ATI selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi agenda khusus karena mempertemukan sivitas akademika dengan pihak industri. “Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memperoleh informasi, wawasan, dan jejaring, serta mengetahui bagaimana kondisi dan kebutuhan industri tekstil saat ini secara langsung dari praktisi,” terang Bu Rina. Sementara itu, Aditya Yudha Pradana dari PT Behaestex menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk kembali bersilaturahmi dengan Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII, khususnya berbagi pengetahuan dengan mahasiswa. “Supaya apa yang telah dibangun dapat diteruskan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya, maka penting adanya keberlanjutan estafet pengetahuan dan pengalaman antargenerasi seperti kegiatan yang kita lakukan hari ini,” sambut Pak Yudha.

Penyampaian Materi Academic Sharing Session UII-Behaestex (23/09/26)
Pada sesi pertama, Aditya Yudha Pradana selaku narasumber yang juga merupakan Junior Manager HRD di PT Behaestex membahas sustainable textile innovation dengan mengaitkan tiga komponen utama, yaitu tradisi, teknologi, dan inovasi. Menurut beliau, inovasi tidak selalu berarti meninggalkan teknologi atau cara yang telah digunakan sebelumnya, tetapi dapat dilakukan dengan mempertahankan nilai tradisional dan budaya sekaligus mengembangkan teknologi baru. Perkembangan teknologi juga terus diikuti industri untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, salah satunya melalui penggunaan Air Jet Loom dalam proses pertenunan (weaving). Pada aspek lingkungan, PT Behaestex melakukan pengelolaan air melalui proses water recycle sehingga air proses dapat dimanfaatkan kembali. Perusahaan juga mendorong budaya inovasi melalui pemberian apresiasi kepada karyawan yang menghasilkan gagasan dan inovasi. “Teknologi boleh terus berkembang, tetapi budaya dan nilai sejarah yang kita miliki jangan sampai ditinggalkan,” pesan Pak Yudha.
Selanjutnya pada sesi kedua, Sulistiyo Adi Nugroho selaku Kepala Seksi Rekrutmen di PT Behaestex memaparkan peluang pengembangan karier melalui kerja sama antara PT Behaestex dan Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Kerja sama tersebut mencakup pembelajaran, magang/kerja praktik, penelitian, serta pengembangan talenta mahasiswa. PT Behaestex memberikan kesempatan beasiswa kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di industri melalui penempatan pada departemen, onboarding, job exposure, mentoring, hingga pengerjaan project assignment. PT Behaestex terus mengikuti perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di berbagai lini pekerjaan, seperti membantu mengintegrasikan hasil psychological test dalam proses rekrutmen. “Pemanfaatan teknologi AI menjadi salah satu bentuk adaptasi perusahaan terhadap perkembangan industri sekaligus menunjukkan pentingnya bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” tutur Pak Adi.

Sesi Tanya Jawab Academic Sharing Session UII-Behaestex (23/09/26)
Mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi. Damar Tamura Rossi (2022) menanyakan peluang fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja formal serta pentingnya sertifikasi dan pelatihan untuk memasuki industri. Menanggapi hal tersebut, Pak Yudha menekankan pentingnya kemampuan belajar secara mandiri, beradaptasi, dan terus mengembangkan kompetensi karena proses belajar akan tetap berlangsung ketika seseorang memasuki dunia kerja. Latifah Nur Oktaviani (2025) kemudian bertanya tentang strategi memperkenalkan produk dan budaya perusahaan ke luar negeri, yang dijawab melalui pentingnya memahami norma sosial dan melakukan pemetaan pasar secara strategis. Sementara itu, Muhammad Fakih Amirudin (2026) menanyakan pemanfaatan AI dalam industri tekstil serta peluang memperoleh penghasilan tinggi. Menjawab hal tersebut, Pak Adi menjelaskan kembali bahwa AI dimanfaatkan pada berbagai lini pekerjaan, seperti juga membantu menganalisis permasalahan dan alternatif penyelesaiannya pada proses produksi, sedangkan kewirausahaan dapat menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan peluang penghasilan secara lebih luas. Pada akhirnya, Academic Sharing Session ini tidak sekadar menjadi ruang berbagi pengalaman industri, tetapi juga memperkuat sinergi antara Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dan PT Behaestex dalam mempersiapkan mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki semangat berinovasi, serta siap menghadapi kebutuhan industri tekstil yang terus berkembang. (MDF)


