• Universitas
  • Fakultas
  • UII Gateway
  • Admisi
Rekayasa Tekstil UII
  • PROFIL
    • Sambutan Kaprodi
    • Sejarah Program Studi
    • Visi, Misi, dan Tujuan
    • Tim Pengelola
    • Dosen dan Kepakaran
    • Tenaga Kependidikan
    • Fasilitas dan Pelayanan
  • AKADEMIK
    • Profil Lulusan
    • Capaian Pembelajaran Lulusan
    • Peluang Karir
    • Kurikulum
    • Profil Profesional Mandiri
  • LABORATORIUM
    • Laboratorium Desain Produk Tekstil
    • Laboratorium Manufaktur dan Pengujian Tekstil
    • Laboratorium Proses Kimia Tekstil dan Teknologi Nano
    • Laboratorium Tekstil Fungsional
  • KEMITRAAN
  • ALUMNI
    • UII Career Center
    • Tracer Study
    • Ikatan Keluarga Alumni
    • Alumni Kami
  • JALUR RPL
  • UNDUHAN
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / General Lecture: Introduction to SaXcell and Its Potential Applications2 / 20263 / October
textilesuii
Berita Terbaru

Tuntaskan Rangkaian ISTIC 2026, Rekayasa Tekstil UII Berikan Penghargaan kepada Finalis Terbaik

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menuntaskan rangkaian International Sustainable Textile Innovation Challenge (ISTIC) 2026 melalui pelaksanaan babak final dan pemberian penghargaan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Babak final dilaksanakan secara bauran di Ruang Learning Space 2 FTI UII dan melalui Zoom Meeting. Kompetisi internasional yang telah berlangsung sejak Agustus 2026 ini diawali dengan tahapan pendaftaran dan pengumpulan esai, dilanjutkan dengan proses seleksi, pengumuman 20 karya terbaik sebagai finalis, serta pengumpulan materi final yang terdiri dari poster, video, dan file presentasi. Sebagai puncak kegiatan, para finalis mengikuti rangkaian acara selama tiga hari, yang meliputi kunjungan edukatif ke Desa Wisata Gamplong pada 15 Oktober 2026, International Short Course on Sustainable Textiles pada 16 Oktober 2026, serta presentasi karya dan pemberian penghargaan pada 17 Oktober 2026. Sebanyak 18 karya inovasi yang melibatkan 31 peserta dari Pakistan, Kazakhstan, Malaysia, dan Indonesia, berhasil mencapai babak final.

Presentasi dan Tanya Jawab Finalis ISTIC 2026 (17/10/26)

Babak final diawali dengan pengarahan panitia mengenai mekanisme presentasi dan penjurian. Urutan penampilan ditentukan secara acak menggunakan spinning wheel, dengan alokasi waktu delapan menit presentasi dan tujuh menit diskusi atau tanya jawab untuk setiap finalis, baik individu maupun tim. Proses penjurian dilakukan oleh Dr. Dwi Adi Purnama, S.T. dari Program Studi S1 Manajemen Rekayasa UII dan Ikrom Mustofa, S.Si., M.Sc. dari Program Studi S1 Teknik Lingkungan UII. Keduanya memberikan pertanyaan dan masukan terhadap gagasan inovasi yang disampaikan para finalis. Presentasi berlangsung mulai jam 09.00 sampai dengan 15.00 WIB dengan jeda istirahat, shalat zhuhur, dan makan siang. Berbagai karya yang dipresentasikan menunjukkan beragam pendekatan, mulai dari pemanfaatan dan pengolahan limbah, pengembangan material fungsional, inovasi produk dan fesyen berkelanjutan, hingga penerapan teknologi digital dalam mendukung industri yang lebih ramah lingkungan.

Awarding Ceremony ISTIC 2026 – Short Course & Final Round (17/10/26)

Setelah seluruh presentasi dan rekapitulasi penilaian selesai, serta jeda shalat ashar, kegiatan dilanjutkan dengan Awarding Ceremony yang dimulai sekitar jam 16.30 WIB di Ruang 01.06 FTI UII. Sebanyak 12 penghargaan diberikan kepada para finalis, yang terdiri atas enam juara utama, yaitu Juara 1 hingga Juara 6, serta enam penghargaan khusus yang terbagi dalam kategori Best Presenter, Best Poster, dan Best Video, masing-masing dengan dua penerima penghargaan. Adapun daftar pemenang ISTIC 2026 disajikan pada tabel berikut.

Kategori Juara Nama Peserta Universitas Negara Judul Karya
1th Place Farah Naz & Aisha Azamat Universitas Islam Indonesia Pakistan & Kazakhstan Closing the Loop: A Circular Sourcing and Quality-Assurance System for Agricultural-Waste Natural Dyes in Indonesia’s Small Batik and Textile Dye Houses
2nd Place Salsabillah & Raffen Andy Rayfaldy Universitas Islam Indonesia Indonesia Bio-PEF: A Fiber-Embedded, Coconut-Oil-Based Phase-Change Fabric for Heat-Resilient Workwear Among Indonesia’s Informal Outdoor Workers
3rd Place Latifah Nur Oktaviani & Nasywa Jiilan Sobari Universitas Islam Indonesia Indonesia Rethinking Thrifting: A Life Cycle Assessment-Based Environmental Management Framework for Reducing the Carbon Footprint of Second-Hand Textiles
4th Place Zikrullah Faizan Albukhary International University Malaysia From Waste to Resource: Machine Learning for Automated Textile Fiber Sorting
5th Place Naomi Kaylavoundra & Khalisha Hanin Margian   Indonesia Engineering Sustainable Textile Effluent Treatment: Spent Tea-Derived NiO/g-C3N4 Electro-Photocatalyst for Zero-Sludge Batik Dyeing Remediation
6th Place Aini Silvia Astha & Lailatul Safitri Diponegoro University Indonesia Batikool: Turning Batik Wax Waste into a Cooling, Circular Textile Coating
Best Presenter 1 Amania Putri Izzatuna & Zhafira Naifah Anidania Sriwijaya University Indonesia H! Lover (Heritage Innovation for Local Versatile Outer): A Multifunctional 3-in-1 Outerwear Integrating Textile Waste for Circular Fashion
Best Presenter 2 Rahmadhaniar Oktaviani & Tangguh Rakha Haidar Universitas Pendidikan Indonesia Indonesia Eco-Indigo: Coconut Husk Activated Carbon for Disperse Blue 60 and Anthocyanin Dyeing for Sustainable Polyester Fibre
Best Poster 1 Nabilla Tiara Yasmin & Nur Widianti Universitas Islam Indonesia Indonesia Thermo-Healcot: Modified Chitosan Biopolymer for Self-Healing Cotton Mori Fabric
Best Poster 2 Dimas Diki Zulfikar & Daffa Wirayatama Universitas Islam Indonesia Indonesia DiaHeal: Smart Wound Dressing for Diabetic Foot Ulcers Based on Electrospun Nanofibers and Real-Time IoT Sensing
Best Video 1 Farah Naz & Aisha Azamat Universitas Islam Indonesia Pakistan & Kazakhstan Closing the Loop: A Circular Sourcing and Quality-Assurance System for Agricultural-Waste Natural Dyes in Indonesia’s Small Batik and Textile Dye Houses
Best Video 2 Shizuoka Hakamah Anwar Universitas Pekalongan Indonesia Weaving Blue Innovation: Transforming Handloom Water Hyacinth Fabric with Strobilanthes cusia Indigo into Sustainable Batik Table Runners

Penyelenggaraan ISTIC 2026 merupakan salah satu upaya Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dalam mendorong pengembangan gagasan inovatif mahasiswa untuk menjawab berbagai tantangan keberlanjutan, khususnya di bidang tekstil dan bidang terkait. Melalui kompetisi ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mempresentasikan gagasan ilmiah di tingkat internasional, tetapi juga kesempatan memperluas wawasan, mengenal budaya lokal, serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai institusi dan negara. ISTIC 2026 diharapkan dapat mendorong kreativitas dan memperkuat kolaborasi. Selamat kepada seluruh pemenang dan sampai bertemu kembali dalam ajang internasional berikutnya. (ASB)

Video rekap hari ketiga dapat disimak di sini.

17 October 2026
https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/Untitled-design-34-scaled.png 0 0 textilesuii https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/Untitled-design-34-scaled.png textilesuii2026-10-17 23:49:332026-10-26 13:14:10Tuntaskan Rangkaian ISTIC 2026, Rekayasa Tekstil UII Berikan Penghargaan kepada Finalis Terbaik
textilesuii
Berita Terbaru

Perluas Wawasan Tekstil Berkelanjutan, Rekayasa Tekstil UII Gelar Short Course ISTIC 2026

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menyelenggarakan International Short Course on Sustainable Textiles sebagai bagian dari rangkaian International Sustainable Textile Innovation Challenge (ISTIC) 2026, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara bauran di Ruang 04.08 FTI UII dan melalui Zoom Meeting ini menghadirkan lima dosen sebagai narasumber dengan pembahasan mengenai inovasi material, kimia hijau, rantai pasok, proses produksi, hingga pengembangan tekstil fungsional. Kegiatan tersebut diikuti oleh para finalis ISTIC 2026 dari berbagai negara dan universitas sebagai sarana memperluas wawasan akademik dan memperkuat pemahaman mengenai penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri tekstil. Para finalis diajak memahami bahwa tekstil berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pemilihan bahan, tetapi juga mencakup proses produksi, penggunaan sumber daya, pengelolaan rantai pasok, serta pengembangan teknologi dan inovasi produk.

Sesi pertama disampaikan oleh Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc., C.Text.ATI dengan materi “Sustainable Material Innovation”. Dalam pemaparannya, beliau memperkenalkan perkembangan tekstil dari produk konvensional menuju technical textiles dan smart textiles yang memiliki fungsi lebih luas, seperti aplikasi pertanian, konstruksi, kesehatan, dan perlindungan. “Pemilihan material yang tepat bukan hanya mempertimbangkan kinerja produk, tetapi juga asal bahan, dampak pengolahannya, serta bagaimana material tersebut dikelola setelah digunakan,” demikian pesan utama Bu Febri. Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Feris Firdaus, S.Si., M.Sc. dengan materi “Green Chemistry for Sustainable Textiles”. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan pentingnya penerapan 12 prinsip kimia hijau untuk mengurangi dampak lingkungan industri tekstil. Pembahasan juga mencakup penggunaan bahan kimia yang lebih aman serta upaya mengurangi konsumsi air, energi, dan limbah pada proses tekstil. “Penggunaan serat alam tidak selalu menjadi pilihan yang paling berkelanjutan karena setiap material memiliki kelebihan dan keterbatasan yang perlu dipertimbangkan,” pungkas Pak Feris.

Pelaksanaan Short Course Secara Bauran dari Ruang Kelas FTI UII (16/10/26)

Pada sesi ketiga, Diyah Dwi Nugraheni, S.T., M.T. membawakan materi “Sustainable Textile Product Design and Supply Chain” yang membahas pentingnya desain produk dan pengelolaan rantai pasok. Keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh aktivitas produksi, tetapi juga melibatkan seluruh tahapan rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku, proses manufaktur, distribusi dan penggunaan produk, hingga pengelolaan limbah dan daur ulang. Pendekatan dengan Sustainable Supply Chain Management (SSCM) mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi, untuk memastikan bahwa kegiatan industri tetap efisien, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta memperhatikan kesejahteraan pekerja dan masyarakat. “Contoh penerapan SSCM pada rantai pasok tekstil, termasuk pengurangan konsumsi air dan energi, pengelolaan limbah, penerapan standar ketenagakerjaan, serta pengukuran kinerja keberlanjutan melalui indikator yang terukur,” tutur Bu Diyah.

Sesi keempat disampaikan oleh Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc., C.Text.ATI dengan materi “Sustainable Textile Processing”. Melalui diskusi interaktif menggunakan Mentimeter, para finalis diajak mengidentifikasi proses tekstil yang telah dikenal, mulai dari persiapan serat, pemintalan, pertenunan/perajutan, pewarnaan, hingga penyempurnaan, sekaligus memahami tantangan penerapan prinsip keberlanjutan dalam proses produksi. Penelitian beliau menunjukkan bahwa penggunaan bahan alami tidak selalu menghasilkan kinerja tekstil lebih baik, sementara penerapan suhu proses yang lebih rendah belum tentu menjamin dampak lingkungan yang lebih kecil. “Proses yang berkelanjutan perlu mempertimbangkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus kualitas produk yang dihasilkan,” terang Pak Budi. Sesi kelima dilanjutkan oleh Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng., C.Text.ATI dengan materi “Sustainable Functional Textiles”. Dalam penyampaiannya, beliau memperkenalkan prinsip nanoteknologi dan pemanfaatannya dalam pengembangan tekstil dengan fungsi khusus, seperti sifat antimikroba, perlindungan terhadap radiasi ultraviolet, ketahanan terhadap air, serta aplikasi filtrasi. Selain itu, dibahas pula pengembangan electronic textiles (e-textiles) melalui penggunaan material konduktif, seperti graphene dan carbon nanotubes. “Hal ini memungkinkan tekstil diintegrasikan dengan sensor dan perangkat elektronik untuk berbagai aplikasi teknologi modern,” jelas Bu Rina.

Campus Visit UII: Perpustakaan, Museum, dan Candi Kimpulan (16/10/26)

Setelah short course selesai sekitar jam 15.00 WIB, kegiatan dilanjutkan shalat ashar dan campus visit ke Perpustakaan Pusat, museum, dan Candi Kimpulan yang berada di kawasan Kampus Terpadu UII. Melalui kunjungan ini, para finalis memperoleh kesempatan untuk mengenal fasilitas akademik, lingkungan kampus, serta warisan sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari perjalanan UII. Kegiatan hari kedua ISTIC 2026 diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tekstil yang lebih berkelanjutan, tetapi juga memberikan perspektif yang lebih luas dalam mengembangkan gagasan inovatif yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Melalui ISTIC 2026, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII terus berupaya mendorong kolaborasi akademik internasional serta menumbuhkan kreativitas generasi muda dalam menghadirkan solusi bagi pengembangan industri tekstil yang lebih berkelanjutan. (ASB)

Video rekap hari kedua dapat disimak di sini.

16 October 2026
https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/Untitled-design-34-scaled.png 0 0 textilesuii https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/Untitled-design-34-scaled.png textilesuii2026-10-16 22:26:022026-10-26 11:39:12Perluas Wawasan Tekstil Berkelanjutan, Rekayasa Tekstil UII Gelar Short Course ISTIC 2026
textilesuii
Berita Terbaru

Awali Final ISTIC 2026, Rekayasa Tekstil UII Ajak Finalis Eksplorasi Kerajinan Berkelanjutan

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII mengawali rangkaian International Sustainable Textile Innovation Challenge (ISTIC) 2026 babak short course & final round melalui kegiatan pembukaan dan kunjungan edukatif ke Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. ISTIC 2026 merupakan kompetisi internasional yang bertujuan mendorong kreativitas, pemikiran kritis, serta kemampuan komunikasi ilmiah mahasiswa dalam mengembangkan solusi inovatif di bidang tekstil berkelanjutan. Kompetisi ini diawali dengan penerimaan hampir 30 karya esai inovasi dari peserta yang berasal dari lima kewarganegaraan. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi dan kelengkapan materi final, sebanyak 18 judul inovasi dengan 31 finalis dari Pakistan, Kazakhstan, Malaysia, dan Indonesia, berhasil melaju ke babak final. Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, pada 15–17 Oktober 2026, yang mencakup kunjungan edukatif, series of lectures, serta babak final kompetisi dan Awarding Ceremony.

Kegiatan diawali dengan Opening Ceremony di Ruang Learning Space 2 FTI UII. Dalam laporannya sebagai koordinator pelaksana ISTIC 2026, Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc., C.Text.ATI menyampaikan perjalanan kompetisi, mulai dari penerimaan karya, seleksi 20 besar, hingga babak final yang diikuti oleh 26 peserta secara luring dan 5 peserta secara daring. Kompetisi ini pertama kalinya diselenggarakan oleh Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Lalu dalam sambutannya, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng., C.Text.ATI selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menghaturkan selamat datang kepada para finalis dan terima kasih atas atensinya, serta selamat bertanding dan tidak lupa berjejaring. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng. selaku Wakil Dekan FTI UII Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian. Beliau menekankan bahwa keberhasilan mengikuti kompetisi tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga pengalaman dan hubungan baik yang terbangun antarpeserta. “Winning is important, but experience and making friends are even more valuable,” pesan Pak Agus kepada para finalis.

Opening Ceremony ISTIC 2026 – Short Course & Final Round (15/10/26)

Setelah pembukaan, para finalis melanjutkan kegiatan hari pertama dengan mengunjungi Desa Wisata Gamplong yang dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan tenun tradisional dan produk berbahan serat alam di Yogyakarta. Usai satu jam perjalanan dan setibanya di lokasi sekitar jam 10.30 WIB, para finalis memperoleh penjelasan dari Bapak Giyono selaku Ketua Pengelola Desa Wisata Gamplong mengenai sejarah perkembangan desa wisata, potensi kerajinan, serta aktivitas usaha masyarakat setempat. Kerajinan tekstil di Gamplong mencakup tiga jenis produk tenun utama, yaitu kain lurik, stagen, dan serbet, yang dipasarkan untuk kebutuhan dalam negeri. “Selain itu, masyarakat juga mengembangkan produk kerajinan berbahan serat alam, seperti eceng gondok dan pandan, dengan bahan baku yang diperoleh dari berbagai daerah, antara lain Rawa Pening, Cilacap, Pangandaran, Kulon Progo, dan Madura, ” tutur Bapak Giyono. Jika produk tenun menjangkau pasar dalam negeri, maka produk kerajinan serat alam menjelajah pasar internasional. Pemanfaatan serat alam dan pengembangan produk ramah lingkungan menjadi contoh penerapan prinsip keberlanjutan yang relevan dengan tema ISTIC 2026, yaitu “Textile Innovation for Sustainable Culture, Environment, and Future Society”.

Setelah shalat zhuhur, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan kerajinan yang memberikan kesempatan kepada para finalis untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah material alam menjadi produk fungsional. Para finalis mengikuti praktik pembuatan dompet berbahan anyaman lidi serta kerajinan berbahan pandan yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pensil maupun wadah lainnya. Melalui kegiatan ini, para finalis tidak hanya mengenal karakteristik bahan alam, tetapi juga mempelajari keterampilan pengolahan, teknik anyaman, dan kreativitas dalam menghasilkan produk bernilai tambah. Para finalis turut memperoleh wawasan mengenai proses pembuatan kain tenun tradisional, mulai dari pewarnaan benang, persiapan benang pada bobbin dan alat tenun, penyisiran, hingga proses pertenunan. Di samping itu, dijelaskan pula tantangan penggunaan bahan alam, khususnya kerentanan produk terhadap kelembapan, pertumbuhan jamur, dan penurunan daya tahan selama penyimpanan. “Biasanya sebelum produk dikirim, diolesi anti jamur terlebih dahulu,” lanjut Bapak Giyono di sela-sela pelatihan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya inovasi material dan pengolahan untuk meningkatkan kualitas serta keberlanjutan produk kerajinan tradisional.

Praktik membuat produk kerajinan dari tali pandan di Gamplong (15/10/26)

Praktik membuat produk kerajinan berbahan anyaman lidi di Gamplong (15/10/26)

Rangkaian kegiatan di Desa Wisata Gamplong kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melihat secara langsung aktivitas produksi serta berbagai produk kerajinan yang dikembangkan masyarakat. Melalui kunjungan ini, para finalis memperoleh gambaran mengenai hubungan antara keterampilan tradisional, pemanfaatan sumber daya lokal, pengembangan produk, dan peluang pasar. Kegiatan hari pertama ISTIC 2026 tidak hanya menjadi sarana pengenalan budaya dan kerajinan tekstil Indonesia kepada para finalis, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual mengenai penerapan prinsip keberlanjutan pada industri kreatif berbasis masyarakat. Melalui perpaduan kompetisi akademik, pertukaran budaya, dan pengalaman praktik, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII berharap ISTIC 2026 dapat memperluas wawasan, mempererat jejaring internasional, serta menginspirasi generasi muda untuk mengembangkan inovasi tekstil yang ramah lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (ASB)

Video rekap hari pertama dapat disimak di sini.

15 October 2026
https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/Untitled-design-34-scaled.png 0 0 textilesuii https://textiles.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/Untitled-design-34-scaled.png textilesuii2026-10-15 22:29:282026-10-26 10:16:48Awali Final ISTIC 2026, Rekayasa Tekstil UII Ajak Finalis Eksplorasi Kerajinan Berkelanjutan

Pages

  • AKADEMIK
  • ALUMNI
  • Alumni Kami
  • Angkatan 1980-1989
  • Angkatan 1990-1999
  • Angkatan 2000-2009
  • Angkatan 2010-2019
  • Beasiswa
  • Beasiswa Atlet & Juara Seni
  • Beasiswa Duafa
  • Beasiswa Hafiz Al-Qur’an
  • Beasiswa Santri Unggulan UII
  • Beranda
  • Calon Mahasiswa
  • Capaian Pembelajaran Lulusan
  • Capaian Pembelajaran Lulusan
  • Dosen dan Kepakaran
  • FAQ Rekayasa Tekstil UII
  • Fasilitas dan Pelayanan
  • Halaman Depan
  • Homepage 2021
  • INFO PMB
  • INFORMASI
  • Informasi Alumni
  • Kemitraan
  • KONTAK KAMI
  • Kurikulum
  • Kurikulum
  • LABORATORIUM
  • Laboratorium Desain Produk Tekstil
  • Laboratorium Desain Produk Tekstil
  • Laboratorium Manufaktur dan Pengujian Tekstil
  • Laboratorium Manufaktur dan Pengujian Tekstil
  • Laboratorium Proses Kimia Tekstil dan Teknologi Nano
  • Laboratorium Proses Kimia Tekstil dan Teknologi Nano
  • Laboratorium Tekstil Fungsional
  • Laboratorium Tekstil Fungsional
  • Laman Berita
  • Landing Page UII
  • Mahasiswa
  • Mahasiswa Baru 2020
  • News Room
  • Peluang Karir
  • PMB UII 2022
  • PROFIL
  • Profil Lulusan
  • Profil Lulusan
  • Profil Profesional Mandiri
  • Prospek Karier
  • Rekognisi Pembelajaran Lampau
  • Sambutan Ketua Program Studi
  • Tenaga Kependidikan dan Laboran
  • Tim Pengelola
  • UIIRAS2020
  • UNDUH
  • Unduhan
  • Video
  • Visi dan Misi
  • Visi, Misi, dan Tujuan
  • Sejarah Singkat

Categories

  • Berita Terbaru
  • Pengumuman
  • Uncategorized

Archive

  • October 2026
  • September 2026
  • July 2026
  • April 2026
  • December 2025
  • September 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • September 2021
  • August 2021
  • July 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • February 2021
  • August 2020
  • June 2020
  • May 2020

Program Studi Rekayasa Tekstil

Gedung K.H. Mas Mansur FTI UII
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: (+62) 0274 895287 ext. 4170
Faks: (+62) 0813 2074 6497
Email: [email protected]

© Hak Cipta 2020 - Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Sangkalan | Tampilan Lama | Konten dimuthakirkan 1 Maret 2026
  • Link to Facebook
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Scroll to top Scroll to top Scroll to top

0 / 12