Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menuntaskan rangkaian International Sustainable Textile Innovation Challenge (ISTIC) 2026 melalui pelaksanaan babak final dan pemberian penghargaan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Babak final dilaksanakan secara bauran di Ruang Learning Space 2 FTI UII dan melalui Zoom Meeting. Kompetisi internasional yang telah berlangsung sejak Agustus 2026 ini diawali dengan tahapan pendaftaran dan pengumpulan esai, dilanjutkan dengan proses seleksi, pengumuman 20 karya terbaik sebagai finalis, serta pengumpulan materi final yang terdiri dari poster, video, dan file presentasi. Sebagai puncak kegiatan, para finalis mengikuti rangkaian acara selama tiga hari, yang meliputi kunjungan edukatif ke Desa Wisata Gamplong pada 15 Oktober 2026, International Short Course on Sustainable Textiles pada 16 Oktober 2026, serta presentasi karya dan pemberian penghargaan pada 17 Oktober 2026. Sebanyak 18 karya inovasi yang melibatkan 31 peserta dari Pakistan, Kazakhstan, Malaysia, dan Indonesia, berhasil mencapai babak final.

Presentasi dan Tanya Jawab Finalis ISTIC 2026 (17/10/26)
Babak final diawali dengan pengarahan panitia mengenai mekanisme presentasi dan penjurian. Urutan penampilan ditentukan secara acak menggunakan spinning wheel, dengan alokasi waktu delapan menit presentasi dan tujuh menit diskusi atau tanya jawab untuk setiap finalis, baik individu maupun tim. Proses penjurian dilakukan oleh Dr. Dwi Adi Purnama, S.T. dari Program Studi S1 Manajemen Rekayasa UII dan Ikrom Mustofa, S.Si., M.Sc. dari Program Studi S1 Teknik Lingkungan UII. Keduanya memberikan pertanyaan dan masukan terhadap gagasan inovasi yang disampaikan para finalis. Presentasi berlangsung mulai jam 09.00 sampai dengan 15.00 WIB dengan jeda istirahat, shalat zhuhur, dan makan siang. Berbagai karya yang dipresentasikan menunjukkan beragam pendekatan, mulai dari pemanfaatan dan pengolahan limbah, pengembangan material fungsional, inovasi produk dan fesyen berkelanjutan, hingga penerapan teknologi digital dalam mendukung industri yang lebih ramah lingkungan.

Awarding Ceremony ISTIC 2026 – Short Course & Final Round (17/10/26)
Setelah seluruh presentasi dan rekapitulasi penilaian selesai, serta jeda shalat ashar, kegiatan dilanjutkan dengan Awarding Ceremony yang dimulai sekitar jam 16.30 WIB di Ruang 01.06 FTI UII. Sebanyak 12 penghargaan diberikan kepada para finalis, yang terdiri atas enam juara utama, yaitu Juara 1 hingga Juara 6, serta enam penghargaan khusus yang terbagi dalam kategori Best Presenter, Best Poster, dan Best Video, masing-masing dengan dua penerima penghargaan. Adapun daftar pemenang ISTIC 2026 disajikan pada tabel berikut.
| Kategori Juara | Nama Peserta | Universitas | Negara | Judul Karya |
| 1th Place | Farah Naz & Aisha Azamat | Universitas Islam Indonesia | Pakistan & Kazakhstan | Closing the Loop: A Circular Sourcing and Quality-Assurance System for Agricultural-Waste Natural Dyes in Indonesia’s Small Batik and Textile Dye Houses |
| 2nd Place | Salsabillah & Raffen Andy Rayfaldy | Universitas Islam Indonesia | Indonesia | Bio-PEF: A Fiber-Embedded, Coconut-Oil-Based Phase-Change Fabric for Heat-Resilient Workwear Among Indonesia’s Informal Outdoor Workers |
| 3rd Place | Latifah Nur Oktaviani & Nasywa Jiilan Sobari | Universitas Islam Indonesia | Indonesia | Rethinking Thrifting: A Life Cycle Assessment-Based Environmental Management Framework for Reducing the Carbon Footprint of Second-Hand Textiles |
| 4th Place | Zikrullah Faizan | Albukhary International University | Malaysia | From Waste to Resource: Machine Learning for Automated Textile Fiber Sorting |
| 5th Place | Naomi Kaylavoundra & Khalisha Hanin Margian | Indonesia | Engineering Sustainable Textile Effluent Treatment: Spent Tea-Derived NiO/g-C3N4 Electro-Photocatalyst for Zero-Sludge Batik Dyeing Remediation | |
| 6th Place | Aini Silvia Astha & Lailatul Safitri | Diponegoro University | Indonesia | Batikool: Turning Batik Wax Waste into a Cooling, Circular Textile Coating |
| Best Presenter 1 | Amania Putri Izzatuna & Zhafira Naifah Anidania | Sriwijaya University | Indonesia | H! Lover (Heritage Innovation for Local Versatile Outer): A Multifunctional 3-in-1 Outerwear Integrating Textile Waste for Circular Fashion |
| Best Presenter 2 | Rahmadhaniar Oktaviani & Tangguh Rakha Haidar | Universitas Pendidikan Indonesia | Indonesia | Eco-Indigo: Coconut Husk Activated Carbon for Disperse Blue 60 and Anthocyanin Dyeing for Sustainable Polyester Fibre |
| Best Poster 1 | Nabilla Tiara Yasmin & Nur Widianti | Universitas Islam Indonesia | Indonesia | Thermo-Healcot: Modified Chitosan Biopolymer for Self-Healing Cotton Mori Fabric |
| Best Poster 2 | Dimas Diki Zulfikar & Daffa Wirayatama | Universitas Islam Indonesia | Indonesia | DiaHeal: Smart Wound Dressing for Diabetic Foot Ulcers Based on Electrospun Nanofibers and Real-Time IoT Sensing |
| Best Video 1 | Farah Naz & Aisha Azamat | Universitas Islam Indonesia | Pakistan & Kazakhstan | Closing the Loop: A Circular Sourcing and Quality-Assurance System for Agricultural-Waste Natural Dyes in Indonesia’s Small Batik and Textile Dye Houses |
| Best Video 2 | Shizuoka Hakamah Anwar | Universitas Pekalongan | Indonesia | Weaving Blue Innovation: Transforming Handloom Water Hyacinth Fabric with Strobilanthes cusia Indigo into Sustainable Batik Table Runners |
Penyelenggaraan ISTIC 2026 merupakan salah satu upaya Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dalam mendorong pengembangan gagasan inovatif mahasiswa untuk menjawab berbagai tantangan keberlanjutan, khususnya di bidang tekstil dan bidang terkait. Melalui kompetisi ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mempresentasikan gagasan ilmiah di tingkat internasional, tetapi juga kesempatan memperluas wawasan, mengenal budaya lokal, serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai institusi dan negara. ISTIC 2026 diharapkan dapat mendorong kreativitas dan memperkuat kolaborasi. Selamat kepada seluruh pemenang dan sampai bertemu kembali dalam ajang internasional berikutnya. (ASB)
Video rekap hari ketiga dapat disimak di sini.



Setelah short course selesai sekitar jam 15.00 WIB, kegiatan dilanjutkan shalat ashar dan campus visit ke Perpustakaan Pusat, museum, dan Candi Kimpulan yang berada di kawasan Kampus Terpadu UII. Melalui kunjungan ini, para finalis memperoleh kesempatan untuk mengenal fasilitas akademik, lingkungan kampus, serta warisan sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari perjalanan UII. Kegiatan hari kedua ISTIC 2026 diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tekstil yang lebih berkelanjutan, tetapi juga memberikan perspektif yang lebih luas dalam mengembangkan gagasan inovatif yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Melalui ISTIC 2026, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII terus berupaya mendorong kolaborasi akademik internasional serta menumbuhkan kreativitas generasi muda dalam menghadirkan solusi bagi pengembangan industri tekstil yang lebih berkelanjutan. (ASB)





