Tag Archive for: FTI UII

Hai teman-teman SMA/SMK/MA di seluruh Indonesia, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya. Kali ini Jurusan/Prodi Rekayasa Tekstil Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia mengadakan lomba esai nasional lho. Bagi kalian yang berminat mengikuti lomba ini silahkan baca ketentuan dan persyaratan di bawah ini.

Tema Esai:
Membangun Kepekaan Gen Z dalam Bidang Teknologi Tekstil

Syarat dan Ketentuan

  1. Peserta merupakan siswa/i SMA/SMK/MA sederajat baik negeri maupun swasta
  2. Peserta lomba adalah perorangan atau individu
  3. Peserta dapat mengirimkan hanya maksimal 1 (satu) karya
  4. Seluruh peserta wajib menfollow akun instagram @rekateks.uii
  5. Naskah esai yang dikirim merupakan karya asli (bukan plagiasi) dan belum pernah menjadi juara di lomba sejenis, serta tidak sedang diikutkan dalam lomba atau kompetisi lain
  6. Keputusan dewan juri/tim penilai tidak dapat diganggu gugat
  7. Panitia memiliki hak untuk mempublikasikan naskah esai dengan tetap mencantumkan nama penulisnya
  8. Panitia berhak mendiskualifikasikan peserta lomba apabila tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan
  9. Formulir pendaftaran online dan upload esai dapat dilakukan melalui klik di sini.

Timeline Lomba

Pendaftaran Online Submit Esai Pengumuman 10 Besar Pemaparan Esai (Hybrid) Pengumuman Pemenang
Mulai 20 November 2023 Maksimal 20 Desember 2023 24 Desember 2023 11 Januari 2024 11 Januari 2024

Hadiah Lomba
Juara I  :  Uang pembinaan Rp2.000.000 + E-Sertifikat
Juara II  :  Uang pembinaan Rp1.500.000 + E-Sertifikat
Juara III  :  Uang pembinaan Rp1.000.000 + E-Sertifikat
Juara Favorit  :  Uang pembinaan Rp500.000 + E-Sertifikat
Seluruh peserta lomba akan memperoleh E-Sertifikat

Template Esai
Silahkan download dan gunakan template dengan cara klik di sini.

Panduan Lomba
Silahkan download dan cermati panduan dengan cara klik di sini.

Link Pendaftaran
Silakan daftar lomba esai dengan cara klik di sini.

Contact Person
0813-2074-6497 (Admin Prodi) atau bisa klik di sini.

 

Burung bangau burung pelikan,
memangsa ikan sungguh piawai.
Demikian pengumuman ini disampaikan,
selamat mengikuti lomba esai.

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil menyambut kunjungan kampus dari SMK Sosial Islam 1 Prambanan di Ruang Audiovisual 01.10 Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Kunjungan berlangsung hari Selasa tanggal 31 Oktober 2023 pukul 09.30 WIB. Rombongan terdiri dari sedikitnya 40 pelajar kelas XI dan 6 guru pendamping. Rombongan disambut oleh pimpinan program studi, dosen, dan mahasiswa-mahasiswi Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII.

Pemaparan Profil Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII (31/10/23)

“Kami mengucapkan terima kasih sudah disambut dengan hangat. Harapannya kunjungan ini dapat membuka wawasan murid-murid kami tentang apa itu Rekayasa Tekstil,” kata Ibu Murwaningsih Wibowo, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SMK Sosial Islam 1 Prambanan. Lebih lanjut, disampaikan bahwa kunjungan kampus merupakan tindak lanjut dari penandatanganan naskah kerjasama yang sebelumnya dilakukan. Adapun acara akan diisi dengan pemaparan mengenai Program Studi S1 Rekayasa Tekstil, diskusi atau tanya jawab, dan kunjungan laboratorium.

“Saat ini, proses penerimaan mahasiswa baru (PMB UII) sudah dibuka dan silakan dalam kesempatan ini dapat dipelajari juga peluang beasiswa yang bisa dimanfaatkan untuk menempuh studi di sini,” tutur Ir. Agus Taufiq, M.Sc., selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dalam sambutannya. Pemaparan program studi dibawakan oleh Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc., selaku Dosen Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Sejumlah hal yang disampaikan antara lain jenis beasiswa, pola seleksi, sebaran alumni, dan prospek kerja.

Siswa-Siswi SMK Sosial Islam 1 Prambanan Melihat Fasilitas Laboratorium (31/10/23)

Usai pemaparan, acara berikutnya adalah tanya jawab dan juga pembagian souvenir yang dipandu langsung oleh Latif Budiono dan Aulia Ajeng Rerengganing Dias. Keduanya merupakan mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Tekstil Angkatan 2020. Peserta kunjungan dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII sehingga jawaban dari pertanyaan yang diajukan merupakan pengalaman yang dialami langsung. Selain itu, keterlibatan mahasiswa di sini juga merupakan salah satu bentuk kolaborasi dosen dan mahasiswa di Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII yang tentunya masih banyak lagi kolaborasi lainnya.

Setelah menerima pemaparan program studi dan melakukan tanya jawab, rombongan SMK Sosial Islam 1 Prambanan kemudian melihat langsung laboratorium Program Studi S1 Rekayasa Tekstil, yaitu Laboratorium Manufaktur dan Pengujian Tekstil, Desain Produk Tekstil, Proses Kimia Tekstil dan Teknologi Nano, serta Tekstil Fungsional. Sesi ini dipandu oleh mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Tekstil, yaitu selain Latif dan Ajeng, bersama juga Nailul Amani dari Angkatan 2021. Tampak bahwa siswa-siswi dan guru SMK Sosial Islam 1 Prambanan cukup antusias bertanya mengenai peralatan yang ada di laboratorium, serta kegiatan praktikum apa saja yang dilakukan. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dan Department of Textile Engineering RMUTT Thailand baru saja menyelenggarakan kuliah umum (general lecture) bagi mahasiswa seluruh angkatan. Kegiatan berlangsung pada hari Selasa, 03 Oktober 2023, jam 10.00 WIB. Kegiatan diselenggarakan secara bauran dimana dosen dan mahasiswa Rekayasa Tekstil UII mengikuti secara luring dari Ruang 03.13 FTI UII, sementara dosen Textile Engineering RMUTT menghadiri secara daring dari Thailand. Tidak ada perbedaan zona waktu antara Indonesia dan Thailand.

Dalam sambutannya, Asst. Prof. Areeya Thongsalee selaku Head of Textile Engineering RMUTT menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana tukar pengetahuan dan pengalaman sehingga mahasiswa dapat mengetahui aplikasi tekstil terkini. “Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi kerjasama internasional yang telah diinisiasi bersama untuk memberikan wawasan lebih komprehensif kepada mahasiswa,” kata Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Kaprodi Rekayasa Tekstil UII dalam sambutannya, sekaligus membuka acara kuliah umum.

Poster General Lecture RMUTT Thailand (03/10/23)

Kuliah umum ini dimoderatori oleh Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc. selaku dosen di Rekayasa Tekstil UII. Topik yang diangkat tentang aplikasi komposit di dunia penerbangan (composite in avionic engineering). Bertindak sebagai pemateri adalah Asst. Prof. Dr. Natee Srisawat, salah seorang dosen di Textile Engineering RMUTT dengan bidang keahlian material komposit. Komposit merupakan material yang terdiri dari dua atau lebih penyusun. Ada yang berperan sebagai perekat (matrix) yaitu polimer dan sebagai pengisi (reinforcement) yaitu serat. Terdapat dua struktur material komposit, yaitu laminar structure dan sandwich structure.

Di antara keunggulan dari komposit adalah ringan, namun kuat. “Metal has high density, composite has low weight but have similar Young Modulus to metal,” tutur Dr. Natee dalam materinya. Penggunaan komposit di dunia penerbangan, seperti pada Boeing dan Airbus, dapat membantu mengurangi konsumsi energi sehingga lebih hemat bahan bakar. Selain pesawat terbang, komposit juga digunakan pada industri otomotif, industri kereta api, peralatan kesehatan, peralatan olahraga, pipa dan tangki, infrastruktur bangunan, kincir angin, dan sektor-sektor lainnya.

Materi General Lecture RMUTT Thailand (03/10/23)

Mahasiswa tampak antusias mengikuti kuliah umum dari sejumlah pertanyaan yang diajukan. Salah satunya dari Latif Budiono mahasiswa angkatan 2020 yang bertanya, “Bagaimana membuat komposit yang memiliki ketahanan terhadap sinar UV?” Dr. Natee menjawab, polimer atau resin mempunyai batasan sehingga ada penambahan zat aditif. Oleh karena itu, dapat dilakukan modifikasi pada resin dan zat aditif tersebut. Pertanyaan lain dari Dimas Diki Zulfikar mahasiswa angkatan 2023, “Bagaimana pemanfaatan bahan alam pada komposit?” Komposit dapat dibuat dengan serat alam sebagai reinforcement. Adapun resin sebagai matrix juga dapat menggunakan resin alam. “But natural resin and natural fiber, have problem, so we need to modify surface properties. We have factors that can be consider to make composite materials from natural composite,” pungkas Dr. Natee. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dan Program Studi S1 Teknik Mesin FTI UII berkesempatan menjadi tuan rumah bagi acara Jogja Fashion Dunia. Acara tersebut adalah Business Coaching 3 pada Program Young Entrepreneur Fashion Academy yang merupakan kolaborasi antara Jogja Fashion Dunia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, dan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Acara berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa dan Kamis pada tanggal  26-27 September 2023, bertempat di Ruang 04.04 FTI UII. Acara diikuti oleh sedikitnya 25 wirausaha di bidang fashion dan jewelry, bersama para mentor.

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU, ASEAN Eng. selaku Dekan FTI UII. Dalam sambutan beliau, disampaikan bahwa tekstil hari ini semakin inovatif dengan sentuhan teknologi, salah satunya dengan teknologi nano. “Kita tahu bahwa pewarna alam itu mudah luntur, sebabnya karena molekul warna yang besar dan dengan teknologi nano bisa dibuat lebih kecil sehingga lebih tahan luntur,” tutur Prof Hari. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ir. Syam Arjayanti, M.P.A. selaku Kepala Disperindag Provinsi DIY, Theresia Sumartinititin selaku Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Muh. Anwar Karim selaku Ketua Jogja Fashion Dunia, dan para mentor ahli di bidang fashion dan jewelry seperti Ali Charisma dan Dina Midiani.

Pembukaan Acara oleh Dekan FTI UII (26/09/23)

Pada hari pertama setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium Rekayasa Tekstil dan Teknik Mesin. Acara juga diisi dengan inspiring talk yang dibawakan oleh Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Disampaikan bahwa tren industri fashion saat ini dapat dipetakan mengarah tiga hal. Pertama, tren warna alam seperti produk ecoprint dan batik warna alam. Kedua, tekstil berkelanjutan atau sustainable fashion seperti pemanfaatan serat alam untuk produk kerajinan (textile craft) dan pengolahan limbah tekstil untuk produk baru bernilai tambah. Ketiga, integrasi teknologi. “Kami di sini melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa telah membuat smart masker yang terintegrasi IoT, smart jacket bag atau jaket gunung dengan sensor pendeteksi, serta produk celana khusus untuk penderita ambeien,” terang Pak Agus Taufiq.

Adapun pada hari kedua, acara berlangsung serupa. Selain diisi dengan presentasi wirausaha secara satu per satu dan diberikan tanggapan oleh mentor ahli, di sela-sela acara kembali diisi dengan inspiring talk. Pada hari kedua dibawakan oleh Dr. Ir. Paryana Puspaputra, M.Eng. selaku Kepala Pusat Studi Desain dan Manufaktur Produk Seni dan Jewelri Teknik Mesin FTI UII. Beliau bercerita pernah bekerja sebagai ahli robot di industri manufaktur otomotif di Jakarta. Saat pindah ke Jogja, beliau melihat adanya local genius yang dapat menjadi ciri khas yang kuat, salah satunya pengrajin perak. Jewelri kemudian ditekuni sebagai bidang keahlian dan keunggulan Teknik Mesin. Desain yang rumit sekalipun seperti logo dapat dijadikan produk jewelri melalui teknologi tingkat tinggi. “Jadi kalau Bapak/Ibu ada masalah, jangan sungkan dibawa ke sini untuk dicari solusinya,” tambah Pak Paryana sambil menampilkan produk-produk jewelri, antara lain jewelri sayap kupu-kupu.

Presentasi Wirausaha dan Tanggapan Mentor Ahli (26/09/23)

Sebagaimana diketahui, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memiliki harapan agar Jogja dapat menjadi pusat fashion dunia dengan jati diri tersendiri yang secara tidak langsung mendorong pertumbuhan industri fashion. Lia Mustafa selaku Ketua Program Young Entrepreneur Fashion Academy menjelaskan, proses seleksi telah dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2023 dengan diikuti sekitar 126 wirausaha. Selanjutnya dipilih 25 peserta untuk lanjut ke tahap business coaching. Sebagai bagian dari Tim Jogja Fashion Dunia, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dan Program Studi S1 Teknik Mesin FTI UII siap berkontribusi positif. (ASB)

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Untuk ketiga kalinya, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII kembali menyelenggarakan kuliah tamu sebagai bagian dari aktivitas pengajaran. Beberapa waktu lalu, kuliah tamu pertama membahas nanoteknologi dan kuliah tamu ketiga membahas komposit. Dalam kesempatan yang sekaligus menjadi penutup semester genap 2020/2021, topik yang dibahas adalah fashion. Kuliah tamu ketiga telah dilaksanakan hari Rabu (07/07/21) melalui Zoom Meeting dengan dihadiri sedikitnya 40 peserta. Bertindak sebagai pemateri adalah Yuliana Fitri, S.E. selaku Owner dan Designer di Aruna Creative ID dan CV. Asti Reswara Nata, Yogyakarta.

Untuk ketiga kalinya, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII kembali menyelenggarakan kuliah tamu sebagai bagian dari aktivitas pengajaran. Beberapa waktu lalu, kuliah tamu pertama membahas nanoteknologi dan kuliah tamu kedua membahas komposit. Dalam kesempatan yang sekaligus menjadi penutup semester genap 2020/2021, topik yang dibahas adalah fashion. Kuliah tamu ketiga telah dilaksanakan hari Rabu (07/07/21) melalui Zoom Meeting dengan dihadiri sedikitnya 40 peserta. Bertindak sebagai pemateri adalah Yuliana Fitri, S.E. selaku Owner dan Designer di Aruna Creative ID dan CV. Asti Reswara Nata, Yogyakarta.

Poster kuliah tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII 07/07/2021

“Saya terlahir dari keluarga yang notabene tailor,” tutur Mbak Uli, demikian beliau akrab disapa. Mbak Uli pernah bekerja di bank setelah berkuliah di jurusan manajemen. Setelah itu, ia bersekolah fashion untuk meningkatkan pengetahuan, lalu memutuskan berwirausaha. Selain sebagai designer dan entrepreneur, aktivitasnya juga mengikuti exhibition baik di dalam maupun luar negeri. Spesifikasi usaha yang diangkat adalah ethnic fashion atau tekstil wastra nusantara, seperti tenun dan jumputan, termasuk ecoprint dan sustainable fashion. Lini usaha lain yang ditekuninya adalah sandal etnik, konveksi seragam, dan peralatan seminar.

Sebagai pengantar, fashion designer atau perancang busana merupakan seseorang yang ahli dan terampil dalam mendesain pakaian. Jika menyebut Indonesia, maka designer yang berkarir di Indonesia atau designer yang berkiprah di luar negeri menggunakan Wastra Indonesia dengan ciri khas masing-masing daerah. Mbak Uli  kemudian mengambil contoh dua sosok yang mungkin masih asing karena belum terlalu terekspos. Pertama adalah Harry Halim yang kini bermukim di Perancis. Kedua adalah Didiet Hediprasetyo yang merupakan putra dari Prabowo Soebianto. Karya-karya yang diangkat salah satunya kain glossy untuk batik cap (printing).

Pemaparan materi kuliah tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII 07/07/2021

Sosok designer lain ada Ghea Pangabean yang mengangkat batik jumputan dan mendiang Ramly dengan support system yang selalu diingat Mbak Uli, bahwa menjadi designer tidak hanya membuat pakaian, tetapi harus tahu lebih banyak mulai dari serat, benang, dan hasil yang memiliki arti. Untuk perkembangan designer di Indonesia, arahnya ke industri fashion. Konsumen lebih memilih pakaian kasual yang nyaman. Merek pun berpengaruh, seperti merek lokal yang mendukung pemulihan ekonomi nasional, merek yang dapat bertanggung jawab secara sosial (sustainable fashion), dan merek inklusif yang dapat merangkul keragaman.

Saat ini kita berada di era digital, Dian Pelangi bisa dijadikan pembelajaran bahwa penggunaan media digital perlu dikencangkan. “Untuk entertainment market, melalui YouTube dan media sosial lainnya yang sekarang dikembangkan, namun kadang latah. Biasanya videonya sama seperti itu, tidak ada pembeda, ini sebenarnya masalah, jadi melatah antara produsen, penjual, dan designer,” catat Mbak Uli. Terkait masa pandemi sekarang, terdapat plus dan minus masing-masing. Ada yang mengajarkan saling menghargai, namun tak bisa dipungkiri laba usaha banyak yang jatuh. Ladang virtual memang berdampak, namun tak cukup signifikan.

Peserta kuliah tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII 07/07/2021

Selanjutnya perkembangan designer dunia, designer di luar negeri dapat dikatakan lebih mapan dari segi manajemen keuangan. Baik tenaga kerja maupun pemodal sudah cukup besar, sehingga designer dapat lebih fokus pada koleksi busana dan tidak perlu pusing apabila terjadi penurunan pendapatan (income). Designer di luar negeri punya tim yang solid dan kompeten serta keuangan yang luar biasa. Hal ini membuat pandemi tidak begitu berpengaruh terhadap kreativitas designer luar negeri, sebaliknya cukup berpengaruh terhadap kreativitas designer dalam negeri. Kreativitas designer ini berpengaruh terhadap naiknya penjualan produk.

Berdasarkan fenomena yang terjadi, diperlukan prediksi atau yang disebut trend forecasting bagi pelaku industri dan akademisi, mencakup perkembangan pola pikir, teknologi, gaya hidup, dan faktor-faktor lain. Sebelum tahun 2018, designer Indonesia mengacu ke luar negeri, namun kini tidak lagi karena melalui Kementerian Pariwisata dan Indonesian Fashion Chamber (IFC). Untuk forecasting fashion design Indonesia 2021/2022 terkait Covid-19, terdapat empat tema, yaitu essentiality dan spirituality yang memperhatikan filosofi hidup dan menghargai kekayaan lokal, serta exploitation dan exploration yang memperhatikan aspek seni. (ASB)

Kuliah Tamu Kedua : Teknologi Komposit pada Industri Pesawat Terbang

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Setelah kuliah tamu pertama pada bulan Maret 2021, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII kembali menyelenggarakan kuliah tamu kedua pada bulan Juni 2021. Topik yang dibawakan kali ini seputar perkembangan teknologi komposit serat aeronautika. Kuliah tamu kedua telah dilaksanakan hari Sabtu (19/06/21) melalui Zoom Meeting dan juga YouTube Live Streaming dengan dihadiri sedikitnya 150 peserta yang merupakan mahasiswa, dosen, dan dari masyarakat umum. Bertindak sebagai pemateri adalah Ir. Handoko Subawi, M.T. selaku Manager Manufacturing Development di PT. Dirgantara Indonesia dengan 25 tahun pengalaman profesional.

Poster kuliah tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII 19/06/2021

“Sebagai pemahaman mendasar, material komposit dibuat lebih dari satu bahan penyusun, sifat kimia berbeda, ketika digabungkan menghasilkan jenis material baru yang berbeda namun sifat dari bahan-bahan pembentuknya masih bisa ditelusur,” kata Pak Handoko mengawali pemaparannya. Komposit ada yang sudah terbentuk secara alami sebagai karunia Allah dan ada pula rekayasa manusia untuk meniru atau mensintesis dengan harapan dapat memperbaiki sifat fisik, mekanik, elektrik, dan lain-lain sehingga lebih baik lagi. Pada prinsipnya, komposit tersusun dari dua komponen dasar, yaitu reinforcement (penguat) dan matrix (pengikat).

Untuk penguat, bisa berupa serat, logam, dan keramik. Sementara untuk matrix, bisa berupa polimer, logam, juga keramik. Komposit dengan matrix polimer dibedakan menjadi struktur primer misalnya badan pesawat terbang dan struktur sekunder misalnya bagian kendali seperti radar dan aileron. Kemudian komposit dengan matrix logam, digunakan untuk pesawat tempur dan komponen satelit, yang perlu suhu dan kecepatan lebih tinggi daripada penggunaan komersial. Lalu komposit dengan matrix keramik, digunakan pada pesawat luar angkasa. “Indonesia belum masuk ke sini, tapi ilmunya bisa dikuasai anak bangsa,” lanjut Pak Handoko.

Pemaparan materi kuliah tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII 19/06/2021

Industri pesawat terbang di dunia dikuasai dua kubu besar. Pertama, di Eropa ada Airbus. Kedua di Amerika Serikat namanya Boeing. Komposit serat sudah digunakan oleh pesawat terbang sejak tahun 1970an pada tipe A300 hingga tahun 2000an pada tipe A380. Yang sedang ramai sekarang adalah Airbus A350 dimana komponen kompositnya semakin dominan. “Bagaimana dengan kita?” tanya Pak Handoko. Alumnus dari Institut Teknologi Bandung ini menerangkan bahwa PT. Dirgantara Indonesia sudah memproduksi CN295 yang merupakan kelanjutan dari CN235. Kompositnya antara lain terdapat di bagian kontrol permukaan, radar, dan aileron.

Pada pesawat terbang, polimer yang digunakan bukan termoplastik, melainkan termoset. Serat yang digunakan antara lain serat karbon (polyacrylonitrile), aramid (polyamide), dan serat gelas. Ada satu lagi namanya serat polyimide, namun belum digunakan untuk pesawat komersial, baru untuk pesawat tempur. Dalam garis besar prosesnya, serat karbon dipintal menjadi benang, lalu dibalur dengan resin basah, dan dikeringkan dengan suhu tinggi. “Dunia mulai berpikir pada efisiensi sumber daya dan konservasi lingkungan, sehingga tren ke depan menggunakan teknologi hemat energi dan ramah lingkungan,” demikian catatan dari Pak Handoko.

Peserta kuliah tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII 19/06/2021

Ada dua tahap utama dalam membuat komponen pesawat terbang, yaitu laminasi (penumpukan) dan curing (pemanasan). Laminasi ada yang menggunakan cetakan tertutup dan cetakan terbuka, teknologinya disebut fiber placement, tape laying, dan resin infusion. Laminasi ini dilakukan dengan mesin otomatis dimana teknologinya berasal dari Eropa. “Terus pertanyaannya bagi mahasiswa, saya di UII bisa nggak belajar sampai (Eropa) sini?” lanjut Pak Handoko. Beliau menjawab, bisa. Sebab nanti ada program pelatihan terlebih dahulu dari PT. Dirgantara Indonesia sebelum bekerja, baik engineer maupun teknisi, bisa dikirim ke Madrid, Milan, dan lain-lain.

Berikutnya curing, ada yang menggunakan autoclave system dan bukan autoclave. Autoclave ini sejenis kapsul besar, seukuran dua lapangan sepak bola kalau di PT. Dirgantara Indonesia. Untuk yang bukan autoclave, teknologinya disebut oven system, hot forming, hot bonder, routing-drilling, dan robotic drilling system. Semua merupakan produk atau teknologi internasional sehingga orang-orang yang bekerja di industri pesawat terbang bisa dikirim untuk mengikuti pelatihan di luar negeri. “Pesan implisitnya bagi adik-adik mahasiswa, di luar kesibukan kuliah, jangan lupa. Satu, ngaji, ini penting. Dua, komunikasi Bahasa Inggris,” pesan Pak Handoko. (ASB)

Kuliah Tamu Pertama : Peran Nanoteknologi pada Bidang Tekstil

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Untuk menambah wawasan dari luar ruang perkuliahan, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan kuliah tamu setiap semester. Kuliah tamu ini diisi oleh akademisi dan praktisi dari luar kampus, serta terbuka untuk umum, dalam arti tidak terbatas pada sivitas akademika UII yang dapat mengikutinya. Pada semester genap 2020/2021, kuliah tamu pertama telah dilaksanakan hari Kamis (18/03/2021) melalui Zoom Meeting. Bertindak sebagai pemateri adalah Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng., Ph.D. selaku Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI yang juga merupakan pakar nanoteknologi dengan 15 paten.

Poster kuliah tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII 18/03/2021

“Semua makhluk hidup, walau bahan bakunya sama, namun strukturnya berbeda,” kata Prof. Nurul mengawali pemaparannya. Dalam struktur tersebut, perbedaan susunan dan jumlah zat yang ada dapat mempengaruhi sifat suatu benda atau karakter makhluk hidup. Seperti misalnya daun lotus (bunga teratai), dalam skala mikroskopik yang teramat kecil, terlihat semacam gerigi di permukaan daun yang menjadi jawaban mengapa air tidak dapat membasahi daun lotus. Fenomena ini dijadikan konsep dasar merancang produk, contohnya sarung tangan anti air.

Sejauh ini, nanoteknologi telah diaplikasikan Prof. Nurul dan rekan-rekannya dalam bidang pangan, kosmetik, dan material. Nanoteknologi telah berhasil meningkatkan nilai tambah suatu produk. Jika kunyit yang dijual di pasar tradisional atau pasar swalayan, kisaran harganya ribuan, maka dengan nanoteknologi, kisaran harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Contoh lainnya, pasir besi. Dengan nanoteknologi, harga jualnya juga bertambah dari ribuan hingga jutaan. “Tapi biar saya saja yang jualan seperti ini, nanti kalau Anda ikut, saya rugi,” seloroh Prof. Nurul.

Pemaparan materi kuliah tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII 18/03/2021

Terkait aplikasi nanoteknologi di bidang tekstil, Prof. Nurul mengemukakan bahwa potensi yang ada cukup menjanjikan bagi Indonesia. Pertama, bisa diterapkan pada kaos kaki anti air. Hal ini salah satunya bertujuan agar kita tidak perlu repot melepas dan memasang kaos kaki saat berwudhu hendak melaksanakan shalat. Kedua, bisa diterapkan pada pakaian tolak air. Hal ini salah satunya mengingat Indonesia sebagai negara beriklim tropis dengan curah hujan cukup tinggi, sehingga untuk memudahkan mobilitas masyarakat jika dalam kondisi hujan deras.

“Selanjutnya, sinar matahari di negara kita cukup terik, nanoteknologi bisa digunakan untuk anti ultraviolet,” terang Prof. Nurul. Terkait pandemi Covid-19, lulusan Kagoshima University, Jepang, ini menambahkan jika nanoteknologi juga bisa diterapkan sebagai nanofilter pada bahan masker. Tak kalah penting, nanoteknologi bisa diterapkan pada powder technology untuk zat warna. “Jadi kalau hasil pewarnaan tekstil kurang terang, nanoteknologi bisa membuat ukuran zat warna lebih kecil dan lebih halus, sehingga warnanya bisa lebih tajam,” lanjut Prof. Nurul.

Peserta kuliah tamu Prodi Rekayasa Tekstil UII 18/03/2021

Terkait zat warna tadi, nanoteknologi pun bisa dikembangkan untuk material pewarna alami. Selain tidak berbahaya bagi lingkungan jika dibandingkan pewarna sintetis, potensi kekayaan alam di Indonesia juga luar biasa untuk pewarna alami. Nanoteknologi memiliki prospek bisnis yang menjanjikan dengan nilai market kurang lebih 14,8 triliun US Dollar atau sekitar 200 triliun Rupiah. Sampai hari ini, industri pengelola bahan baku yang menjadi pemain di kancah global didominasi oleh negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan di Asia ada Jepang dan Korea.

Lantas, bagaimana langkah pengembangan nanoteknologi? Selain tentunya meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan, langkah pengembangan dapat dimulai dengan menentukan terlebih dahulu jenis bahan baku apa yang akan dimanfaatkan, kemudian melakukan analisa atau karakterisasi untuk mengetahui sifat-sifat yang dihasilkan dari produk dengan bahan baku tersebut, baru setelahnya merencanakan untuk melakukan proses produksi secara bertahap. (ASB)

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Setelah pemaparan dari Wakil Dekan FTI UII, acara temu orang tua/wali dilanjutkan dengan breakout zoom sesuai prodi masing-masing. Bertindak sebagai pembicara dari Program Studi Rekayasa Tekstil UII adalah Ir. Drs. Faisal RM., M.T., Ph.D selaku ketua program studi, dengan dimoderatori oleh Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc. salah seorang staf pengajar. Sebagai pengantar, apresiasi disampaikan kepada mahasiswa 2020 yang telah bersemangat melewati perkuliahan daring semester pertama di tengah suasana pandemi Covid-19.

“Semoga apa yang dicita-citakan oleh putra/putri Bapak/Ibu sekalian bisa tercapai di masa depan,” kata Pak Faisal. Masa perkuliahan di Program Studi Rekayasa Tekstil UII terdiri dari 144 SKS yang ditempuh dalam waktu 4 tahun. Namun berdasarkan Indeks Prestasi (IP), kuliah bisa diselesaikan 3,5 tahun. Satu semester disusun 18-20 SKS. Lalu dengan IP di atas 3.00, mahasiswa boleh mengambil 24 SKS, artinya dapat mengambil mata kuliah pada semester berikutnya.

Cuplikan video Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII

Setiap mahasiswa punya Dosen Pembimbing Akademik (DPA) yang bertugas untuk mendampingi dan membantu mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan akademik dan non-akademik. Contohnya, memilih mata kuliah dalam proses key-in. “Jika ada kesulitan, silakan mahasiswa atau boleh Bapak/Ibu menghubungi DPA-nya,” lanjut Pak Faisal. Pendidikan tinggi di Indonesia memiliki dua jalur, yaitu pendidikan vokasi seperti D1, D2, D3, dan D4, serta pendidikan akademik seperti S1, S2, dan S3. Rekayasa Tekstil UII merupakan satu-satunya prodi S1 yang menyelenggarakan pendidikan tekstil, baik untuk PTN maupun PTS di Indonesia.

Berbicara teknologi, artinya produk dan proses. Rekayasa berkaitan operasi/cara kerja. Tekstil selama ini diasosiasikan sandang, sebenarnya bukan. Ada tekstil medis seperti APD, tekstil konstruksi seperti karoseri mobil, dan tekstil militer seperti rompi tahan peluru. “Jadi Bapak/Ibu, rekayasa tekstil artinya mengubah, mengolah, dan memberi nilai tambah suatu produk atau proses,” papar Pak Faisal. Meski baru berdiri sebagai prodi sendiri, perjalanan sejarahnya cukup panjang serta memiliki peluang karir bagus dan jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor. Profil lulusan dan lowongan pekerjaan yang tersedia cukup beragam.

Profil lulusan Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII
Lowongan pekerjaan Prodi S1 Rekayasa Tekstil UII

Untuk melakukan persaingan internasional, Program Studi Rekayasa Tekstil UII menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Selanjutnya disampaikan bahwa mahasiswa dapat memilih tiga peminatan (konsentrasi), yaitu kimia proses, rekayasa produk, serta desain fesyen dan garmen. Peminatan ini ditentukan oleh mata kuliah pilihan. “Akan tetapi, bukan berarti ketika mahasiswa mengambil peminatan kimia proses lantas tidak dapat mengambil mata kuliah rekayasa produk. Mata kuliah pilihan dirancang mengarahkan mahasiswa sesuai ketertarikannya,” ucap Pak Faisal menjawab pertanyaan dari orang tua/wali. (ASB)

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Setelah sambutan dari Dekan FTI UII, acara temu orang tua/wali dilanjutkan dengan pemaparan dari Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc., Ph.D. (akrab disapa Pak Nandra) selaku Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni.

Sejumlah informasi yang disampaikan antara lain:

1. Satuan Kredit Partisipasi

Mahasiswa UII didorong aktif dalam berbagai macam kegiatan kemahasiswaan, dengan harapan kelak tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga dalam hal non-akademik. Hal ini juga bertujuan memperkaya kemampuan soft skill yang tidak bisa diperoleh dari ruang kelas perkuliahan. Penghargaan untuk mahasiswa yang aktif dalam organisasi atau kegiatan kemahasiswaan diberikan dalam bentuk Satuan Kredit Partisipasi (SKP). Setiap mahasiswa di UII wajib menyelesaikan 60 SKP, jika belum, mahasiswa tidak dapat lulus dari UII.

2. Kegiatan Keagamaan

Sebagai institusi Islam, UII memiliki keunikan, salah satunya adalah seluruh mahasiswa UII wajib menyelesaikan 50 SKP dalam bentuk kegiatan keagamaan. Pada semester I, telah dilaksanakan pesantrenisasi tahap satu sekaligus taklim online. Aktivitas taklim ini merupakan kegiatan resmi yang diwajibkan oleh universitas. Lebih lanjut, kegiatan keagamaan berlangsung sampai semester IV dengan harapan pembinaan keagamaan tidak dilaksanakan sesaat. Nantinya sebelum KKN, ada pembekalan terakhir dengan harapan mahasiswa punya bekal keagamaan yang baik sebelum mengabdi di masyarakat.

Alur pembinaan keagamaan mahasiswa di UII
Rincian pembagian SKP dari pembinaan keagamaan

Sebelumnya ada 60 SKP, lalu 10 sisanya bagaimana? “Ini kami berikan keleluasaan kepada putra/putri Bapak/Ibu semua untuk memilih secara mandiri kegiatan-kegiatan apa yang bisa diikuti, lebih dari sepuluh juga boleh,” jelas Pak Nandra.

3. Kegiatan Kemahasiswaan

Berbagai kegiatan, baik lembaga kemahasiswaan maupun unit-unit kemahasiswaan yang ada di FTI UII, bisa dipilih salah satu untuk diikuti secara aktif oleh mahasiswa.

Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FTI UII merupakan lembaga kemahasiswaan resmi dengan 6 divisi yang dipimpin oleh pengurus inti. Divisi-divisi yang ada bisa dipilih oleh mahasiswa. Walau semua masih serba online, banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan, yaitu pekan taaruf, bakti sosial, forum aspirasi, pameran kemahasiswaan online, serta membantu pihak dekanat dalam menyampaikan informasi penting terkait akademik.

Sejumlah divisi yang ada di LEM FTI UII

Berikutnya di bawah LEM dan prodi, ada Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Himpunan ini sangat aktif untuk memperkenalkan kompetensi keprodian. “Nah kebetulan karena Rekayasa Tekstil adalah prodi baru, untuk sementara himpunannya masih menumpang di Teknik Kimia, insya Allah kalau nanti sudah berjalan, akan dibuatkan himpunan sendiri, sehingga diharapkan Rekayasa Tekstil cepat berkembang mengikuti kakak-kakaknya,” terang Pak Nandra.

Himpunan mahasiswa di lingkungan FTI UII

Masih di bawah LEM FTI UII, banyak sekali unit-unit kegiatan lain, mulai dari dakwah, olahraga, dan seni, termasuk Teater Djemuran yang cukup melegenda di UII.

Unit kegiatan mahasiswa di lingkungan FTI UII

Di samping itu, terdapat tiga unit tim andalan, yaitu Tim UNISI Robotic, Tim Mobil Listrik UASC, dan Tim Naval UNISI. Ketiga tim ini, yaitu tim robot, tim mobil listrik, dan tim kapal cepat, merupakan wadah kegiatan hard skill dan soft skill yang melibatkan mahasiswa dari seluruh prodi dan diawasi langsung oleh dekanat. Semua mahasiswa boleh bergabung, bahkan ada anggota yang berasal dari luar FTI UII. Tujuannya, mengembangkan riset bersama antara dosen dan mahasiswa, serta mengikuti berbagai perlombaan di tingkat nasional dan internasional.

Kebanggaan lainnya adalah PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). PKM merupakan ajang yang dilaksanakan rutin setiap tahun, cukup bergengsi, dan membutuhkan banyak inovasi mahasiswa. Inovasi yang dilakukan dari berbagai macam bidang dan permasalahan yang ada di tengah masyarakat. “Alhamdulillah tahun lalu FTI UII ada 10 poster yang lolos ke PIMNAS, dan masuk PIMNAS adalah tidak mudah karena harus melewati tiga kali seleksi,” lanjut Pak Nandra.

Contoh poster PKM yang diikutsertakan di PIMNAS

4. Beasiswa

Cukup banyak beasiswa yang tersedia di UII, salah satunya bisa mengakses melalui link berikut ini. Untuk tingkat universitas, antara lain tersedia Beasiswa Hafiz Al-Qur’an, Beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Pondok Pesantren UII, Beasiswa Unggulan, Beasiswa Duafa, serta Beasiswa Atlet dan Juara Seni.

Sementara di tingkat fakultas, ada Beasiswa B3P, Beasiswa IPK Terbaik, di beberapa prodi ada Beasiswa Alumni, serta beberapa beasiswa lain yang sifatnya insidental. “Setiap kali ada informasi beasiswa, akan diinfokan melalui email mahasiswa, sehingga insya Allah tidak akan ketinggalan informasi,” sambung Pak Nandra.

5. Layanan Informasi

Sebagai bentuk layanan dari UII kepada orang tua/wali, salah satu layanan andalan adalah sistem informasi untuk orang tua/wali mahasiswa dengan panduan yang bisa diakses melalui link berikut ini. Jika menemui kesulitan, bisa langsung menghubungi Badan Sistem Informasi (BSI). BSI melayani mahasiswa, orang tua, dosen, alumni, manajemen, dan pegawai. Untuk mengakses informasi, orang tua dapat membuka gateway dan mendapat dashboard/tampilan yang disesuaikan dengan panduan aplikasi yang bisa diakses melalui link berikut ini. Sebagai informasi, UII memiliki salah satu koneksi internet terbaik. Selain itu, software-software tertentu seperti layanan lisensi Windows dan Office 365 diberikan secara gratis kepada mahasiswa selama mengikuti perkuliahan di UII.

Sejumlah layanan informasi untuk mahasiswa UII

6. Fasilitas Kampus

Sembari mahasiswa masih berada di rumah masing-masing, FTI UII terus berbenah dalam mempersiapkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki. Di antaranya, Musholla Bahrul Ulum, Kantin FTI UII, lapangan parkir, ruang layanan terpadu, serta ruang-ruang perkuliahan yang didukung dengan beragam sistem informasi. “Insya Allah nanti kalau kondisi sudah membaik, semua fasilitas akan dinikmati oleh putra/putri Bapak/Ibu semua,” pungkas Pak Nandra. (ASB)

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Untuk menjalin kerja sama antara orang tua/wali mahasiswa dengan institusi perguruan tinggi dalam menyukseskan pendidikan putra-putrinya di bangku perkuliahan, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mengadakan acara Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa Angkatan 2020. Acara yang diikuti sedikitnya 500 peserta dari penjuru nusantara dan berlangsung via daring melalui Zoom dan YouTube Live Streaming ini telah dilaksanakan pada Sabtu, 20 Februari 2021, sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Dalam sambutannya, Dekan FTI UII Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., menyampaikan permohonan maaf dikarenakan berbagai aktivitas masih dilakukan online. Kondisi ini membuat semua bersedih, namun ini pilihan yang terbaik untuk menghindari penyebaran Covid-19. “Tentunya kami di FTI UII ingin sekali bertemu secara tatap muka dengan putra/putri Bapak/Ibu sekalian, kami sebetulnya siap kalau pemerintah membuka kuliah luring,” kata Prof. Hari.

Sambutan Dekan FTI UII sekaligus membuka Acara Temu Orang Tua/Wali

Belajar sangat penting bagi kehidupan untuk mendapatkan ilmu yang lebih baik agar kita bisa terus maju dan mendapatkan kesuksesan. Di samping itu, pendidikan bisa menambah kepercayaan diri dan bisa membantu untuk membangun kepribadian seseorang. Belajar adalah usaha untuk memperoleh kepandaian/ilmu pengetahuan, belajar juga dapat diartikan sebagai kegiatan berlatih. “Oleh karena itu, kami dari FTI UII selalu membenahi fasilitas-fasilitas yang ada di fakultas kami untuk bisa mendidik putra/putri Bapak/Ibu sehingga menjadi insan yang nantinya siap pakai di masyarakat,” tutur Prof. Hari.

FTI UII saat ini memiliki 6 program studi (prodi) untuk tingkat sarjana, 2 program magister, dan ke depan akan membuka program doktoral serta membuka program magister di Teknik Elektro. Untuk melakukan persaingan internasional, dipersiapkan program internasional yang saat ini ada pada 3 prodi sarjana, yaitu Teknik Industri, Informatika, dan Teknik Kimia. “Harapan kami ke depan, semua program studi tingkat sarjana memiliki program internasional, sebab mengacu pada visi UII dimana salah satunya adalah menjadi perguruan tinggi yang setara dengan negara-negara maju,” lanjut Prof. Hari.

Setahun terakhir ini, semua laboratorium telah dipersiapkan dengan standar internasional dalam rangka menyambut kehadiran mahasiswa baru. Namun saat ini, mahasiswa belum bisa datang ke kampus dikarenakan peraturan pemerintah yang masih mengharuskan aktivitas pembelajaran dilakukan secara daring. “Oleh karena itu, kami sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu sekalian dikarenakan putra/putri Bapak/Ibu sekalian belum bisa masuk kampus. Semoga dengan adanya temu orang tua/wali ini bisa memberikan sedikit informasi terkait dengan fasilitas-fasilitas kami, nanti setiap prodi akan menyajikan fasilitas yang dimiliki,” tutup Prof. Hari.