Tag Archive for: FTI UII

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII baru saja mengadakan kuliah umum (general lecture) bagi mahasiswa seluruh angkatan. Kegiatan berlangsung pada hari Jum’at, 07 Juni 2024, jam 09.00 WIB bertempat di Auditorium FTI UII. Adapun pemateri adalah Dr. Ir. Ainur Rosyida, M.Si. yang merupakan Dosen Program Studi Teknik Kimia Tekstil, Sekolah Tinggi Teknologi “Warga” (STTW) Surakarta. Beliau merupakan Alumni Jurusan Teknik Kimia Konsentrasi Teknik Tekstil, menyelesaikan S2 di Universitas Gadjah Mada dan S3 di Universitas Negeri Sebelas Maret.

“Terima kasih kepada Bu Ainur yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan kita semua, supaya menjadi perhatian bersama bahwa pewarna alam tidak sepenuhnya ramah lingkungan,” kata Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dalam sambutannya. Beliau menambahkan, potensi pencemaran lingkungan karena zat warna tetap ada dan perlu diperhatikan. Bertugas sebagai moderator kuliah umum adalah Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc. yang merupakan Dosen Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII.

Penyampaian Materi General Lecture STTW Surakarta (07/06/24)

Sebagaimana diketahui, zat warna sintetis mudah didapatkan, mau warna apa saja mudah tersedia. Berbeda dengan zat warna alam, penggunaan zat warna sintetis lebih praktis, tidak perlu mengekstrak, tidak perlu menyaring, langsung dilarutkan dengan air kemudian bisa dipakai celup warna. Tahan lunturnya baik, kecerahannya juga baik, bisa mewarnai semua jenis serat baik serat protein maupun selulosa, baik serat alam maupun serat buatan. “Akan tetapi, kandungan logam berat pada zat warna sintetis menjadi potensi pencemaran karena sifatnya tidak terurai di alam. Golongan aromatik sulit terdegradasi oleh bakteri atau mikroba,” terang Bu Ainur.

Pada zat warna sintetis, logam berat merupakan kunci molekul warna dapat berikatan dengan baik pada molekul serat. Sedangkan pada zat warna alam, kuncinya dapat dikatakan terdapat dalam proses mordan karena zat-zat mordan yang umumnya digunakan mengandung unsur logam berat. “Saya pernah mencelup dengan buah naga, tanpa mordan, setelah dicuci kain jadi putih bersih,” cerita Bu Ainur. Pencemaran zat warna alam bisa berasal dari larutan mordan, baik mordan awal maupun mordan akhir yang dikenal dengan proses fiksasi warna. Kandungan zat pencemar dapat dikurangi/dihilangkan dengan pengolahan air limbah.

Sesi Tanya Jawab General Lecture STTW Surakarta (07/06/24)

Kegiatan kuliah umum juga diikuti sesi tanya jawab. Salah satunya dari Fatimah Azzahra Shahab mahasiswa angkatan 2021, “Dari sekian banyak zat warna alam dan sintetis yang digunakan, apakah ada grade-nya supaya dapat lebih diketahui seberapa aman digunakan?” Pada intinya, jika ingin melakukan pencelupan atau pewarnaan, sebaiknya menggunakan zat warna yang tidak memiliki gugus azo atau ikatan rangkap karena tidak dapat diuraikan oleh bakteri atau mikroba karena bersifat aromatik atau berbentuk cincin. Menutup kegiatan kuliah umum, Bu Ainur berpesan bahwa kita butuh punya mimpi. Kalau mimpi menjadi orang bermanfaat, mulai wujudkan dari sekarang selagi mahasiswa agar kelak bisa tercapai. (ASB)

Hai teman-teman SMA/SMK/MA di seluruh Indonesia, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya. Kali ini Jurusan/Prodi Rekayasa Tekstil Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia mengadakan lomba esai nasional lho. Bagi kalian yang berminat mengikuti lomba ini silahkan baca ketentuan dan persyaratan di bawah ini.

Tema Esai:
Tekstil untuk Dunia yang Lebih Baik: Inovasi, Aplikasi, dan Dampak Sosial

 

Syarat dan Ketentuan

  1. Peserta merupakan siswa/i SMA/SMK/MA sederajat baik negeri maupun swasta, serta lulusan SMA/SMK/MA sederajat angkatan 2024
  2. Peserta lomba adalah perorangan atau individu
  3. Peserta dapat mengirimkan hanya maksimal 1 (satu) karya
  4. Seluruh peserta wajib menfollow akun instagram @rekateks.uii
  5. Naskah esai yang dikirim merupakan karya asli (bukan plagiasi) dan belum pernah menjadi juara di lomba sejenis, serta tidak sedang diikutkan dalam lomba atau kompetisi lain
  6. Keputusan dewan juri/tim penilai tidak dapat diganggu gugat
  7. Panitia memiliki hak untuk mempublikasikan naskah esai dengan tetap mencantumkan nama penulisnya
  8. Panitia berhak mendiskualifikasikan peserta lomba apabila tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan
  9. Formulir pendaftaran online dan upload esai dapat dilakukan melalui klik di sini.

Timeline Lomba

Masa Pendaftaran dan Submit Esai Pengumuman 10 Besar Technical Meeting (Online) Pemaparan Esai (Hybrid) Pengumuman Pemenang
20 Mei 2024 – 20 Juni 2024 pukul 23:59 WIB 02 Juli 2024 03 Juli 2024 10 Juli 2024 10 Juli 2024

Hadiah Lomba
Juara I  :  Uang pembinaan Rp2.000.000 + E-Sertifikat
Juara II  :  Uang pembinaan Rp1.500.000 + E-Sertifikat
Juara III  :  Uang pembinaan Rp1.000.000 + E-Sertifikat
Juara Favorit  :  Uang pembinaan Rp500.000 + E-Sertifikat
Seluruh peserta lomba akan memperoleh E-Sertifikat

Template Esai
Silahkan download dan gunakan template dengan cara klik di sini.

Panduan Lomba
Silahkan download dan cermati panduan dengan cara klik di sini.

Link Pendaftaran
Silakan daftar lomba esai dengan cara klik di sini.

Contact Person
0813-2074-6497 (Admin Prodi) atau bisa klik di sini.

 

Burung bangau burung pelikan,
memangsa ikan sungguh piawai.
Demikian pengumuman ini disampaikan,
selamat mengikuti lomba esai.

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (Rekateks UII) alhamdulillah baru saja mengadakan acara pengajian internal dalam rangka memperkuat tali shilaturahmi dan mengisi kegiatan menjelang berbuka puasa di bulan Ramadhan 1445 Hijriyah. Acara berlangsung pada hari Senin, 25 Maret 2024, jam 17.00 WIB bertempat di Waroeng Nyamleng Jogja, Ngaglik, Sleman. Acara dihadiri oleh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) baik aktif maupun purna tugas, serta mahasiswa seluruh angkatan mulai 2020, 2021, 2022, sampai 2023.

Penyampaian Materi Pengajian Ramadhan oleh Dosen (25/03/24)

“Ada tiga amalan paling dicintai Allah Swt,” sebagai pembuka dari Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. selaku dosen aktif Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII yang juga pemateri acara pengajian. Amalan tersebut berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dimana suatu ketika terjadi dialog antara Abdulllah bin Mas’ud dengan Nabi Muhammad Saw. Abdullah bin Mas’ud sendiri merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang termasuk dalam kelompok assabiqunal awwalun, yaitu orang-orang yang pertama masuk Islam.

Amalan pertama adalah shalat pada waktunya. Allah Swt berfirman dalam QS. An-Nisa’ [3] ayat 103, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman.” Oleh karena perintah Allah untuk berpuasa dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 183 juga ditujukan bagi orang-orang beriman, maka firman Allah dalam QS. An-Nisa’ [3] ayat 103 ini tentu sangat relevan dalam ikhtiar kita menuju takwa. Apabila telah masuk waktu shalat, sebaiknya ditinggalkan sejenak aktivitas kita untuk mengambil wudhu dan mengerjakan shalat. Apabila kita mendahulukan Allah, insya Allah apa yang menjadi kepentingan kita juga akan didahulukan oleh Allah, bahkan bisa jadi dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Mahasiswa Menyimak Penyampaian Materi Pengajian (25/03/24)

Amalan kedua adalah berbakti kepada orangtua. Beberapa kali dalam Al-Qur’an, perintah Allah untuk berbakti kepada orangtua, salah satunya dalam QS. Al-Isra [17] ayat 23. Jika orangtua masih hidup, adalah kewajiban kita untuk menghormati mereka serta tidak membohongi dan tidak menyakiti mereka melalui perkataan dan perbuatan kita. Jika orangtua sudah wafat, adalah kewajiban kita sebagai anak yang shalih dan shalihah untuk selalu mendoakan mereka. “Karena salah satu amal yang tidak putus dan terus mengalir, selain sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat, adalah doa anak kepada orangtua,” tutur Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc.

Adapun amalan ketiga adalah jihad fii sabilillah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hajj [22] ayat 78, “Berjuanglah kamu pada jalan Allah dengan sebenar-benarnya.” Jihad tidak selalu dimaknai perang melawan musuh Islam. Dalam konteks kekinian, hal ini bisa dilakukan antara lain dengan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, menjalankan pekerjaan yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya, serta berkontribusi positif kepada lingkungan sosial masyarakat. Termasuk jihad adalah melawan hawa nafsu yang dipraktikkan satu bulan penuh selama bulan Ramadhan. Dengan demikian, jihad fii sabilillah dapat dilakukan oleh setiap kita umat Islam. Setelah pengajian selesai, acara dilanjutkan dengan doa dan buka bersama. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (Rekateks UII) dan Ikatan Keluarga Alumni Prodi Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (Ikateks UII) bekerja sama mengadakan acara pembekalan lulusan perdana. Acara berlangsung hari Sabtu, 20 Januari 2024, jam 09.00 WIB bertempat di Ruang 04.04 FTI UII. Dalam sambutannya, Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Kaprodi Rekateks UII mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ikateks UII. “Ini gebrakan perdana setelah pelantikan terhadap kiprah lulusan membawa nama besar UII, khususnya tekstil UII yang alumninya sudah tersebar luas di dunia kerja,” tuturnya.

Pembekalan Lulusan oleh Pak Armai Alumni Teknologi Tekstil UII (20/01/24)

Sebagaimana diketahui, Rekateks UII telah perdana meluluskan mahasiswa sejumlah lima orang dengan masa studi 3,5 tahun. Adapun acara pembekalan lulusan yang bertajuk “Tanya Kerja: Mau Ke Mana Setelah Lulus” tersebut dihadiri oleh tiga narasumber. Narasumber pertama adalah Bapak Armai Syahruddin, S.T. yang merupakan alumni Jurusan Teknologi Tekstil UII angkatan 1991. Beliau saat ini berwirausaha, namun pernah berkarir selama 24 tahun di salah satu BUMN yang bergerak di bidang tekstil dengan jabatan terakhir sebagai wakil direktur. “Ketika masuk dunia kerja, kita akan bertemu berbagai lulusan, baik lintas jurusan maupun perguruan tinggi. Dan motivasi bisa bersumber dari rasa takut,” kata Pak Armai.

Pak Armai mencontohkan konteks rasa takut yang dimaksud dari sudut pandang positif bahwa Korea Selatan bisa maju karena ancaman serangan Korea Utara dan Singapura bisa maju karena tidak punya sumber daya alam. Lulusan tekstil bisa berkarir di mana saja. “Dulu saya di BUMN ada tender benang, butuh yang tahu nomor benang, uji lab, dan lain sebagainya. Lalu ada kawan saya dulu bekerja di bank itu berkaitan dengan kredit agunan mesin tekstil,” cerita Pak Armai. Dengan demikian, apabila ada anggapan bahwa lulusan tekstil mudah dapat kerja, tetapi sulit untuk kaya, itu tergantung orangnya dan bidang tekstil apa yang diambilnya.

Pembekalan Lulusan oleh Pak Audi Alumni Teknologi Tekstil UII (20/01/24)

Narasumber kedua adalah Bapak Audi Mufti Setiawan, S.T. Beliau juga merupakan alumni Jurusan Teknologi Tekstil UII angkatan 1991. “Saat itu belum seperti sekarang, lowongan kerja dicari di koran,” kenang Pak Audi. Lebih lanjut, beliau pernah merasa minder sewaktu melamar pekerjaan terutama saat berhadapan dengan lulusan dari perguruan tinggi favorit. Sebab ketika itu sentimen antara kampus negeri dan swasta begitu terasa. Beliau pernah mengikuti seleksi pekerjaan yang diikuti sekitar 50 orang, namun saat pengumuman hanya dua orang yang diterima, yaitu dirinya dari UII dan seorang lagi dari Unibraw (Universitas Brawijaya). “Itu yang akhirnya membuat saya percaya diri bahwa kita ini sama-sama bisa,” tegas Pak Audi.

Narasumber ketiga adalah Bapak Henri Cahyo Dewantoro, S.T. Berdasarkan pengalamannya sebagai praktisi, beliau menjelaskan terdapat tiga fase sejak mulai melamar hingga mendapat pekerjaan. Pertama ketika ada panggilan untuk interview atau wawancara, luangkan waktu untuk mencari tahu instansi atau perusahaan yang memanggil. Kedua ketika diterima dan sudah masuk, yang terpenting adalah komunikasi internal (dengan tim baik atasan maupun bawahan) dan eksternal (dengan rekan bisnis seperti buyer atau customer). “Lalu ketiga setelah bekerja, jangan lupa rencanakan pengembangan diri kita,” pesan Pak Henri. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII baru saja melangsungkan presentasi 10 finalis lomba esai nasional. Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 11 Januari 2024, jam 08.00 WIB bertempat di Ruang Learing Space 2 FTI UII. Bertindak selaku dewan juri adalah Ir. Ali Parkan, M.T. yang merupakan Dosen Program Studi S1 Teknik Industri FTI UII dimana setiap tahunnya meloloskan tim PKM ke ajang PIMNAS dan Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. yang merupakan Dosen Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII peraih hibah Matching Fund Kedaireka 2023.

Presentasi Finalis Mengangkat Topik Smart Textile (11/01/24)

“Selamat kepada seluruh finalis. Prestasi ini dapat terus ditingkatkan sehingga bisa berkarir di dunia kerja dan membangun bangsa lebih baik lagi,” tutur Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU, ASEAN.Eng selaku Dekan FTI UII dalam sambutannya membuka acara. Beliau melanjutkan, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII sebenarnya sudah ada sejak tahun 1975, lalu dapat berdiri kembali sebagai prodi pada tahun 2019 dan mulai menerima mahasiswa pada tahun 2020. “Alhamdulillah bulan kemarin kami sudah meluluskan lima mahasiswa dan sudah diminta pula oleh perusahaan. Artinya prodi ini sangat diperlukan di Indonesia,” terang Prof. Hari.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan kegiatan inti, yaitu presentasi. Adapun para finalis hadir secara daring (online) dan luring (offline), sehingga pelaksanaan kegiatan presentasi dilakukan secara bauran (hybrid). Teknologi yang dimiliki oleh FTI UII sangat memungkinkan pelaksanaan kegiatan secara bauran dengan mudah dan lancar, di antaranya layar Interactive Flat Pannel (IFP), aplikasi Zoom Meeting Premium, dan kecepatan akses internet yang mencapai 200-an Mbps. Urutan presentasi dilakukan dengan cara pengundian. Ketika tiba urutannya, setiap finalis mempersiapkan diri selama 3 menit, melaksanakan presentasi selama 7 menit, dan melakukan tanya jawab bersama dewan juri selama 5 menit.

Finalis dan Guru Pendamping bersama Tim Pelaksana (11/01/24)

Siang harinya, para finalis diajak berkeliling secara bauran untuk melihat langsung laboratorium Program Studi S1 Rekayasa Tekstil, yaitu Laboratorium Manufaktur dan Pengujian Tekstil, Desain Produk Tekstil, Proses Kimia Tekstil dan Teknologi Nano, serta Tekstil Fungsional. Sesi ini dipandu oleh mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Tekstil, yaitu bersama Aulia Ajeng Rerengganing Dias dan Narisa Diah Sukma Marcelina Dewi dari Angkatan 2020. Sesudah itu, para finalis kembali untuk mendengarkan pengumuman juara. “Harapan kami ada 50, tetapi bisa ada 200 karya yang masuk, ini sungguh luar biasa,” kata Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI sebelum mengumumkan para juara.

I Gusti Agung Gede Tritisan Niyasa dari SMAN 3 Denpasar akhirnya diumumkan sebagai Juara 1. Ditemui secara daring setelah seluruh juara selesai diumumkan, dirinya menyatakan bahwa lomba ini merupakan hal yang positif karena dari menulis ia dapat belajar untuk meninjau sesuatu dari sudut pandang tertentu dan melakukan kajian secara lebih komprehensif dengan menggunakan sejumlah referensi. “Terlebih lagi, kali ini temanya mengangkat teknologi tekstil yang notabene peminatnya boleh dibilang kurang, sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang tekstil itu sendiri, terutama di kalangan generasi Z,” kesan Trisan. (ASB)

 

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (Rekateks UII) dan Ikatan Keluarga Alumni Prodi Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (Ikateks UII) bekerja sama mengadakan acara pelantikan dan rapat kerja pengurus Ikateks UII Periode 2023-2028. Acara berlangsung hari Ahad tanggal 24 Desember 2023 pukul 09.30 WIB sampai selesai di Auditorium Fakultas Teknologi Industri (FTI). Tercatat sedikitnya 50 alumni atau pengurus dari berbagai daerah, antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jabodetabek, dan Lampung, menghadiri acara tersebut.

Sambutan Dekan FTI dalam Pelantikan Ikateks UII Periode 2023-2028 (24/12/23)

“Perlu saya sampaikan, Rekateks ini punya perjalanan berliku. Pada tahun 1975 dibuka Jurusan Teknologi Tekstil di kampus Taman Siswa waktu itu,” tutur Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU, ASEAN.Eng selaku Dekan FTI UII dalam sambutannya membuka acara. Beliau melanjutkan, pada tahun 1982 muncul Jurusan Teknik Industri dan bergabung dengan tekstil menjadi Fakultas Teknologi Industri (FTI). Seiring waktu, tekstil menjadi pendidikan vokasi berdasarkan kebijakan pemerintah sehingga kalau mau tetap pendidikan akademik, alternatifnya bergabung dengan Teknik Mesin atau Teknik Kimia. “Dan dosen-dosen memilih Teknik Kimia, maka Teknik Kimia FTI UII itu sesungguhnya dibentuknya dari tekstil,” terang Prof. Hari.

Rekateks UII saat ini merupakan satu-satunya prodi akademik di Indonesia, bukan vokasi, satu-satunya prodi S1 yang menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang tekstil. Meski terbilang prodi baru, terjawab sudah dari sejarahnya mengapa sudah memiliki jejaring alumni yang tersebar di berbagai sektor. Dengan terbentuknya Ikateks UII yang terdiri dari alumni tekstil lintas angkatan, harapannya Rekateks UII sebagai prodi terbaru di FTI UII dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas. “Ini adalah prodi langka yang sangat dibutuhkan di industri,” tegas Prof. Hari.

Suasana Rapat Kerja Ikateks UII Periode 2023-2028 di Auditorium FTI (24/12/23)

Usai pembukaan, acara dilanjutkan pelantikan yang ditandai dengan pembacaan surat keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (DPP IKA UII). Berikutnya rapat kerja yang dipimpin oleh Bapak Ir. Mohammad Abdul Najib, M.B.A., Bapak Ir. Agus Taufiq, M.Sc., dan Bapak Armai Syahruddin, S.T. selaku Ketua, Wakil Ketua 1, dan Sekretaris Ikateks UII Periode 2023-2028. Dalam rapat kerja tersebut, setiap divisi memaparkan apa yang menjadi program kerjanya dan mendapatkan masukan untuk akhirnya disepakati bersama.

“Ikateks UII tentunya berkomitmen untuk bersinergi bersama Rekateks UII dalam membangun industri tekstil dan produk tekstil di Indonesia, baik dari pendidikan di kampus maupun kiprah lulusan di dunia kerja nantinya,” kata Bapak Ir. Mohammad Abdul Najib, M.B.A. selaku Ketua Ikateks UII Periode 2023-2028. Hal ini salah satunya tecermin dari program kerja yang telah disepakati bersama. Pemilik usaha Zaemerci Discharge Denim yang berdomisili di Jawa Barat ini bahkan menyampaikan bahwa tempat usahanya terbuka bagi mahasiswa Rekateks UII untuk kerja praktik. “Nanti saya langsung yang akan membimbing mahasiswa,” pungkas Pak Najib. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil menyambut kunjungan kampus dari Pondok Modern Darul Istiqomah di Ruang Auditorium Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Kunjungan berlangsung hari Rabu tanggal 20 Desember 2023 pukul 09.30 WIB. Rombongan terdiri dari sedikitnya 30 santri putra dan putri beserta guru pendamping. Rombongan disambut oleh pimpinan program studi, dosen, dan mahasiswa-mahasiswi Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII.

Pemaparan Profil Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII (20/12/23)

“Saya sampaikan dulu bahwa di FTI UII ini terdapat enam jurusan tingkat S1, yang bungsu adalah Rekayasa Tekstil,” tutur Ir. Agus Taufiq, M.Sc., selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dalam sambutannya. Meski belum genap 4 tahun, tahun ini sudah meluluskan lima orang mahasiswa. Untuk prestasi mahasiswa, sudah berhasil mengirim kontingen ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Untuk prestasi dosen, sudah berhasil meraih Hibah Kedaireka. “Jadi insya Allah mahasiswa dan dosen sama-sama membanggakan,” imbuh Ir. Agus Taufiq, M.Sc.

“Terima kasih sudah berkenan menerima kami di sini, kami dari pulau seberang berharap hari ini bisa belajar banyak di FTI UII. Harapannya ada oleh-oleh ilmu yang bisa kami bawa pulang,” kata H. Zakaria selaku Pimpinan Pondok Darul Istiqomah mewakili rombongan. Pondok Modern Darul Istiqomah berlokasi di Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Belitung. Pendidikan yang diterapkan, sekolah berbasis pesantren dengan tetap mengacu pada Kemendikbudristek RI. “Setiap tahun kami mengadakan study tour di akhir kelas XI,” tambah H. Zakaria.

Santri Putra Darul Istiqomah Memperoleh Penjelasan Mahasiswa (20/12/23)

Usai sambutan dari kedua pihak, acara dilanjutkan dengan bertukar cinderamata. Berikutnya disambung dengan pemaparan tentang FTI UII, khususnya Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Rombongan memperoleh penjelasan yang lengkap tentang sejarah kampus, jurusan/program studi yang ada, fasilitas kampus, dan pola seleksi yang dapat diikuti oleh calon mahasiswa baru. Termasuk hal-hal apa saja yang akan dipelajari di Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Usai pemaparan, acara dilanjutkan tanya jawab dan pembagian kelompok kunjungan laboratorium.

Rombongan kemudian melihat langsung laboratorium Program Studi S1 Rekayasa Tekstil, yaitu Laboratorium Manufaktur dan Pengujian Tekstil, Desain Produk Tekstil, Proses Kimia Tekstil dan Teknologi Nano, serta Tekstil Fungsional. Sesi ini dipandu oleh mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Tekstil, yaitu bersama Muhammad Fa’id Rizki dan Friska Anggi Finola dari Angkatan 2021 serta Fadel Pasha Parluhutan dan Nasywa Hanifah Anwar dari Angkatan 2022. Tampak bahwa rombongan Pondok Modern Darul Istiqomah cukup antusias bertanya mengenai peralatan yang ada di laboratorium, serta kegiatan pembelajaran seperti apa saja yang dilakukan. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII baru saja menggelar student expo dengan tema “Teknologi, Wastra, dan Material Maju.” Kegiatan berlangsung pada hari Selasa, 19 Desember 2023, jam 08.00 – 16.00 WIB bertempat di Hall FTI UII. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa, khususnya di bidang kewirausahaan. Komitmen tersebut merupakan misi dalam menyelenggarakan proses pendidikan dan pengajaran yang kondusif sehingga dapat memberikan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang rekayasa tekstil yang andal kepada lulusannya.

Suasana Gelaran Student Expo Rekayasa Tekstil UII (19/12/23)

Dalam sambutannya membuka acara, Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menyampaikan bahwa student expo tahun ini adalah kali ketiga dimana pelaksanaannya selalu digelar pada akhir tahun bertepatan dengan akhir masa perkuliahan semester ganjil. “Mungkin tahun lalu ada yang sudah pernah melihat student expo kakak tingkatnya, kali ini teman-teman yang melaksanakannya. Teman-teman bisa berkarya sekaligus bisa belajar dari karya antar teman untuk nanti dikembangkan lebih lanjut, baik menjadi hasil penelitian maupun berlanjut ke pengembangan kewirausahaan,” kata Ir. Agus Taufiq, M.Sc.

Lebih lanjut, student expo ini merupakan bagian dari mata kuliah Kewirausahaan Syari’ah sebagai salah satu Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU). Dalam arti, mata kuliah Kewirausahaan Syari’ah diberikan kepada seluruh mahasiswa di Universitas Islam Indonesia (UII), baik program studi D3 maupun S1. Akan tetapi yang menjadi ciri khas atau yang membedakan dengan program studi lainnya di UII, selain belajar tentang kewirausahaan dengan prinsip-prinsip Islam, dalam mata kuliah ini di Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII, mahasiswa dapat mempraktikkannya dengan merumuskan ide bisnis dan mewujudkannya melalui student expo.

Produk Mahasiswa Student Expo Rekayasa Tekstil UII (19/12/23)

Ditemui di sela-sela acara, Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc., selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan Syari’ah di Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII mengungkapkan bahwa setiap tahunnya mahasiswa antusias mengikuti student expo. “Dengan adanya student expo, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman pembelajaran yang berbeda, sehingga selain mendapatkan kesan positif, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman berwirausaha. Student expo ini juga sebagai pengganti ujian akhir semester, sehingga mahasiswa serius melaksanakannya,” terang Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc.

Adapun teknis pelaksanaan student expo, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok membuat dan menampilkan produk yang merupakan ide bisnisnya dimana tahun ini terdapat tujuh kelompok atau tujuh produk. Produk-produk tersebut dipresentasikan dalam stan-stan di Hall FTI UII yang juga dikompetisikan satu sama lain untuk menambah semangat mahasiswa. Sebagai bagian dari penilaian kelompok, mahasiswa turut membuat poster dari produknya untuk dibagikan di media sosial sebelum student expo dilaksanakan untuk meraih engagement dalam konteks digital marketing selama periode tertentu. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII, puji syukur telah meluluskan mahasiswa melalui ujian pendadaran perdana atau pertama kalinya. Ujian tersebut dilaksanakan hari Selasa, 12 Desember 2023, sejak jam 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Terdapat lima orang mahasiswa yang mengikuti ujian pendadaran dari pagi sampai sore, bertempat di IT Centrum Gedung Mas Mansur FTI UII. Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. selaku Manajer Administrasi Akademik menyampaikan, sejumlah 22 mahasiswa angkatan 2020 sudah mengambil Tugas Akhir (TA). “Akan tetapi baru lima orang yang maju pendadaran, semoga yang lain segera menyusul,” ucapnya.

Dosen dan Lima Mahasiswa Peserta Ujian Pendadaran (12/12/23)

Sesuai kurikulum yang berlaku, meski dirancang untuk ditempuh selama 4 tahun, mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dapat menempuh studi dengan waktu paling cepat 3,5 tahun.  Setelah memenuhi persyaratan, mahasiswa diharuskan mengambil TA yang dapat berupa penelitian atau perancangan, yang juga merupakan sarana untuk melatih mahasiswa dalam menerapkan konsep, teori, dan/atau ilmu yang telah diperoleh selama masa kuliah. Dalam hal ini, mahasiswa yang ingin lulus lebih cepat dengan masa studi 3,5 tahun diharuskan sudah mengambil TA di semester ketujuh atau setelah menyelesaikan Kerja Praktik (KP).

Mahasiswa yang sudah menyelesaikan TA wajib mengikuti ujian pendadaran yang dihadiri oleh dosen pembimbing dan dosen penguji. Teknis ujian pendadaran adalah presentasi mahasiswa selama 30 menit dan dilanjutkan tanya jawab selama dua kali 30 menit. Adapun kelima mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII yang telah mengikuti ujian pendadaran pada bulan Desember 2023 adalah Hakiki Justitia Kuswono (20526025), Aulia Ajeng Rerengganing Dias (20526013), Izzatu Rahmatillah (20526007), Adella Medika Khairun Nisa (20526027), dan Azzah Farikhatur Rizki (20526032). “Dan kelima mahasiswi tersebut, disebut mahasiswi karena semuanya ini perempuan, dinyatakan lulus semua,” tegas Ir. Agus Taufiq selaku Kaprodi.

Dosen dan Mahasiswa Setelah Ujian Pendadaran (12/12/23)

Ditemui usai dinyatakan lulus, Aulia Ajeng Rerengganing Dias dan Hakiki Justitia Kuswono membagikan tipsnya supaya bisa lulus cepat dengan IPK di atas 3,5. “Tipsnya harus serius kuliah, harus pandai mengatur waktu dan memprioritaskan bahwa kuliah itu lebih penting kalau ada kegiatan di luar kuliah,” kata Ajeng. Mahasiswa asal Sleman DIY tersebut dikenal cukup aktif terlibat berbagai kegiatan di Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII, antara lain kunjungan dan pameran. Senada dengan itu, Hakiki menambahkan, “Rajin masuk kelas itu penting karena belajar juga perlu ilmu dari dosen, bukan hanya dari buku dan internet.” Mahasiswi asal Banyuwangi tersebut diketahui pernah berkolaborasi dalam penelitian dosen.

Keduanya sepakat bahwa kuliah juga ada tantangannya, terutama memahami materi kuliah. Ajeng mengungkapkan bahwa bingung terhadap materi kuliah adalah hal yang wajar, tidak hanya di Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII (Rekateks), tetapi juga di jurusan atau program studi lainnya. Sementara menurut Hakiki, ada kalanya bertemu materi-materi kuliah yang terkadang sulit dipahami, seperti materi hitungan, sehingga salah satu cara menghadapinya adalah lebih tekun lagi belajar mandiri dan tidak ragu untuk bertanya kepada dosen yang mengajar. “Tenang saja, dosen-dosen di Rekateks selalu seru saat mengajar dan bisa membangun suasana agar lebih rileks, kesulitan yang ada jadi bisa dihadapi,” pungkas Ajeng. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII baru saja mengadakan kuliah umum (general lecture) bagi mahasiswa seluruh angkatan. Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 07 Desember 2023, jam 10.00 WIB bertempat di Auditorium FTI UII. Adapun yang menjadi pemateri adalah Prof. Adhi Kusumastuti, S.T., M.T., Ph.D. yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Tekstil, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES). Beliau merupakan Alumni Jurusan Teknik Kimia Konsentrasi Teknik Tekstil yang menyelesaikan S2 di Institut Teknologi Bandung dan S3 di Universiti Sains Malaysia.

“Secara institusional, kami mengucapkan terima kasih kepada Prof Adhi yang sudah menyempatkan waktu untuk pulang kampus dan memberikan kuliah umum di sini,” kata Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dalam sambutannya. Beliau menambahkan, keluarga besar tekstil UII sangat bangga bahwa ada alumninya yang sudah menjadi guru besar, semoga hal tersebut dapat menjadi contoh positif dan juga semangat yang baik bagi mahasiswa. Bertugas sebagai moderator kuliah umum adalah Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. yang merupakan Dosen Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII.

Penyampaian Materi General Lecture UNNES Semarang (07/12/23)

“Kalau sungai masih berwarna, roda kehidupan masih berjalan,” ucap Prof Adhi menanggapi Pekalongan yang pernah banjir merah akibat limbah tekstil sebagai pembuka kuliah umum. Lebih lanjut, tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan komoditas yang berperan dalam perekonomian Indonesia karena produksinya secara massal menyerap tenaga kerja dan menghasilkan devisa ekspor. Salah satu produksi yang dimaksud adalah pewarnaan tekstil, di samping menyimpan potensi juga menyimpan ancaman terkait dengan limbahnya. Saat ini dapat dikatakan bahwa pewarna alam jumlahnya sekitar 1%, sisanya pewarna sintetis.

Di antara upaya mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah pewarnaan tekstil adalah upaya preventif, yaitu meminimalisir penggunaan pewarna sintetis dan beralih menggunakan pewarna alam. “Upaya lainnya adalah upaya kuratif, yaitu menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan dengan penelitian, seperti adsorpsi karbon aktif dan emulsion liquid membrane yang saya lakukan,” terang Prof Adhi. Kelebihan pewarna alam adalah dapat diperbarui (renewable), terurai alami (biodegradable), dan limbahnya dapat digunakan sebagai pupuk. Sementara itu, kekurangannya terbatas pada skala kecil sehingga relatif sulit untuk produksi massal dan warna tidak konsisten. Salah satu upaya menghasilkan warna alam yang lebih konsisten adalah mengubah ekstrak cair menjadi ekstrak bubuk.

Sesi Tanya Jawab General Lecture UNNES Semarang (07/12/23)

Mahasiswa tampak antusias mengikuti kuliah umum. Hal ini tampak dari sejumlah pertanyaan yang diajukan. Salah satunya dari Aulia Muchammad Roqieba Hadna mahasiswa angkatan 2022 yang bertanya, “Apakah bisa menggunakan pewarna alam dari hewan?” Prof. Adhi menjawab, hal itu bisa namun tidak lazim digunakan karena dinilai kurang ekonomis. Pertanyaan lain dari Syahnanda Annisa mahasiswa angkatan 2020, “Bagaimana supaya penyerapan zat warna alam pada kain lebih efektif?” Hal tersebut dapat dimulai dari persiapan pencelupan, yaitu mordan, disesuaikan dengan kain dan pewarna alam yang digunakan. “Lalu proses ekstraksinya punya perlakuan tersendiri, sehingga perlu diketahui optimal pada parameter mana supaya terserap lebih sempurna,” pungkas Prof Adhi. (ASB).