Tag Archive for: #tekstil

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) yang terdiri dari IKATSI Pusat Sektor Batik dan IKATSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)-Kedu bekerja sama dengan Program Studi Rekayasa Tekstil, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (Prodi Rekateks FTI UII) hendak menyelenggarakan pelatihan ecoprint. Pelatihan ini akan dilaksanakan secara luring pada,

Hari, Tanggal:
Jum’at, 21 Oktober 2022

Waktu:
09.00 WIB – selesai

Tempat:
Lab. Prodi Rekayasa Tekstil FTI UII
Gedung K.H.A. Wahid Hasyim
Jalan Kaliurang Km 14,5 Ngemplak
Daerah Istimewa Yogyakarta 55584

Peserta:
Terbuka bagi masyarakat umum

Biaya:
Rp120.000
Ditransfer ke Rekening Bank Mandiri
1370019555404 a.n. Ahmad Satria Budiman

Fasilitas:
– Modul Pelatihan
– Alat dan Bahan
– E-sertifikat
– Konsumsi (Snack & Makan Siang)
– Hasil Ecoprint (2,5 yard/2 meter)

Silakan mengisi formulir berikut ini dan melampirkan bukti transfer pembayaran pelatihan: https://s.id/daftar-ecoprint

Demikian terima kasih, sampai jumpa di pelatihan.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung protokol kesehatan, menjaga lingkungan sekitar, dan memberi wawasan keilmuan, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan Webinar Pengabdian Seri 2 dengan tema “Masker dan Pengelolaan Daur Ulang Masker Medis”. Acara yang diikuti sedikitnya 165 peserta ini berlangsung Sabtu (21/08/21) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Bertindak sebagai narasumber adalah Ir. Drs. Faisal RM, M.T., Ph.D., Dr. Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng., dan Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc., ketiganya merupakan dosen di Prodi Rekayasa Tekstil UII.

Pemaparan Sub Tema “Desain dan Pemilihan Bahan Masker Covid-19 yang Aman dan Nyaman” pada Webinar Pengabdian Seri 2 (21/08/21)

“Sebagaimana diketahui, virus masuk ke tubuh manusia melalui hidung dan mulut, sehingga masker merupakan produk tekstil utama untuk menangkalnya,” tutur Ir. Drs. Faisal RM, M.T., Ph.D. selaku narasumber pertama. Dalam hal desain masker, ada desain struktur yang meliputi jenis serat, anyaman, dan kerapatan. Lalu ada desain permukaan terkait dengan warna dan motif masker. Sedangkan dalam hal bahan masker, perlu dipertimbangkan agar aman dan nyaman, seperti membuat permukaan masker yang halus dan tidak menimbulkan iritasi kulit.

Ada tiga jenis produk tekstil, yaitu tenun (woven), rajut (knitted), dan bukan tenun (non woven). Sebagian besar masker Covid-19 terbuat dari jenis non woven dengan tiga lapisan dimana paling luar bersifat menolak air (serat polyester), kemudian di tengah bersifat menahan virus (serat polypropylene), dan paling dalam bersifat menyerap air (serat kapas). Desain untuk masker berbeda sesuai fungsinya, sehingga masker penahan debu dan penahan virus desainnya tidak sama. Terlebih dengan adanya varian baru, desainnya perlu dievaluasi dan ditingkatkan.

Pemaparan Sub Tema “Dampak Lingkungan dan Tantangan Mengatasi Limbah Masker Rumah Tangga” pada Webinar Pengabdian Seri 2 (21/08/21)

Semakin banyak orang memakai masker tentu berdampak pada lingkungan karena semakin banyak pula limbah masker rumah tangga. “Berdasarkan data dari KLHK-RI sejak 19 Maret 2020 hingga 09 Februari 2021, total timbunan limbah medis Covid-19 mencapai 7.500 ton yang kurang lebih sama dengan 1.500 gajah. Bayangkan, bagaimana mengelolanya dan apa yang harus kita lakukan?” papar Dr. Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku narasumber kedua. Masker medis sekali pakai terbuat dari salah satu jenis plastik, yaitu polypropylene atau disingkat PP.

Polypropylene memiliki sifat termoplastik yang kuat dan murah, namun perlu 450 tahun untuk terurai habis. Berdasarkan produk yang beredar, ada juga jenis plastik lain sebagai bahan masker medis, yaitu polyester, polyurethane, dan polyethylene. Limbahnya berpotensi menjadi mikroplastik yang berbahaya. Insinerasi dan pirolisis bisa dilakukan untuk mengolah limbah masker sekali pakai. Selanjutnya sesuai anjuran dari Kemenkes-RI, masker sekali pakai dapat dikelola dengan dikumpulkan, di-desinfeksi, digunting, dibungkus, lalu dibuang ke tempat sampah domestik.

Pemaparan Sub Tema “Pengolahan Limbah Masker Medis Menjadi Bijih Plastik Bahan Baku Geotekstil” pada Webinar Pengabdian Seri 2 (21/08/21)

Pengolahan limbah masker medis sekali pakai juga dapat dilakukan dengan menjadikannya bijih plastik bahan baku geotekstil. Geotekstil merupakan satu dari dua belas bidang keilmuan tekstil teknik (technical textiles). “Geotekstil erat hubungannya dengan konstruksi jalan, jembatan, rel kereta api, dan bangunan, aplikasinya kurang lebih pada sistem drainase jalan tol. Sementara itu, masker medis yang dibahas di sini adalah yang digunakan oleh masyarakat umum dengan warna hijau atau biru, terbuat dari bahan utama polypropylene, dan terdiri dari tiga lapisan,” jelas Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc. selaku narasumber ketiga.

Selain bahan masker medis, polypropylene dapat digunakan untuk tali pengangkat beban, karpet, keset, popok sekali pakai, dan pakaian olahraga. Daur ulang polypropylene sudah banyak dilakukan dengan peluang profit cukup besar, seperti jadi sikat gigi, botol, dan pipet/sedotan. Untuk bijih plastik geotekstil, daur ulang masker dilakukan dengan sterilisasi menggunakan pemutih (natrium hipoklorit), dibilas, direbus, dan dipotong kecil. Berikutnya potongan masker dilelehkan di mesin ekstruksi, lalu dicetak menjadi butiran polimer kecil; butiran hijau dari masker medis warna hijau dan butiran biru dari masker medis warna biru. (ASB)

Webinar Pengabdian Seri 1: Cermati Masalah Kulit dan Rangkap yang Benar dari Penggunaan Masker

Rekateks UII - Berita Terkini

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Halo sobat semua, gimana kabarnya? Semoga tetap sehat dan bahagia selalu ya. Sebagai salah satu upaya untuk mendukung protokol kesehatan dan menjaga lingkungan sekitar, Program Studi Rekayasa Tekstil UII akan menyelenggarakan Pengabdian Seri 2 dengan tema “Masker dan Pengelolaan Daur Ulang Masker Medis”.

Acara insya Allah dilaksanakan pada:
🗓️ Hari, Tanggal: Sabtu, 21 Agustus 2021
🕰️ Waktu: 10.00 – 12.00 WIB
🏠 Tempat: Zoom Meeting (meeting ID dan password dibagikan di WhatsApp Group setelah mendaftar)

🎉 Narasumber 1.
*Ir. Drs. Faisal RM, M.T., Ph.D.*
Sub Tema: “Desain dan Pemilihan Bahan Masker Covid-19 yang Aman dan Nyaman”

🎉 Narasumber 2.
*Dr. Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng.*
Sub Tema: “Dampak Lingkungan dan Tantangan Mengatasi Limbah Masker Rumah Tangga”

🎉 Narasumber 3.
*Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc.*
Sub Tema: “Pengolahan Limbah Masker Medis Menjadi Bijih Plastik Bahan Baku Geotekstil”

🎉 Moderator
*Latif Budiono*
Mahasiswa Rekayasa Tekstil UII 2020

Webinar ini free, terbuka bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA/Sederajat, Guru, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. Dapatkan ilmu yang bermanfaat, e-certificate, dan doorprize yang menarik. Tersedia juga bingkisan spesial, diundi bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara pada Pengabdian Seri 1 dan Seri 2. Segera daftarkan dirimu: https://bit.ly/WRekateks

Rekateks UII - Berita Terkini Event

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung protokol kesehatan dan menjaga lingkungan sekitar, Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil UII menyelenggarakan Webinar Pengabdian Seri 1 dengan tema “Efektivitas Penggunaan Masker di Masa Pandemi Covid-19”. Acara yang diikuti sedikitnya 100 peserta ini berlangsung Sabtu (14/08/21) melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Bertindak sebagai narasumber adalah Ir. Agus Taufiq, M.Sc. dan Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc., keduanya merupakan dosen di Prodi Rekayasa Tekstil UII.

Sebagaimana diketahui, Pandemi Covid-19 membawa berbagai dampak bagi kehidupan kita. Mulai dari banyaknya kegiatan yang dibatalkan, ruang gerak masyarakat yang terbatas, aktivitas ekonomi yang sepi sehingga menurunkan pendapatan masyarakat, sejumlah tes kesehatan sebagai persyaratan kegiatan tertentu, hingga perkembangan varian virus. Namun di satu sisi, tumbuh rasa peduli dan saling bantu di tengah masyarakat, serta kesadaran untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Memakai masker merupakan salah satunya.

Pemaparan Sub Tema “Mencegah Masalah Kulit Akibat Penggunaan Masker” pada Webinar Pengabdian Seri 1 (14/08/21)

Ada tiga masalah utama pada kulit yang diakibatkan oleh pemakaian masker, yaitu timbulnya jerawat, rasa gatal pada wajah, serta munculnya ruam pada wajah. Hal ini dikarenakan panas dan lembab di daerah kulit yang tertutupi masker. Permasalahan tersebut dapat dicegah dengan lima langkah sederhana, yaitu memilih bahan masker yang tidak menyebabkan iritasi, mencuci wajah sebelum dan sesudah menggunakan masker, tidak memakai make up secara berlebihan, mengganti atau mencuci masker pada waktunya, dan menggunakan pelembab secara rutin.

“Misalnya masker yang terbuat dari bahan cotton (kapas), karena serat kapas memiliki komponen terbesar selulosa rantai panjang dengan sifat fisik yang lebih kuat dan tahan lama terhadap degradasi dari panas, bahan kimia, dan pengaruh biologis. Selain itu tidak mudah larut dalam air, alkali, ataupun pelarut organik, serta dalam keadaan kering bersifat higroskopis yaitu mudah menyerap uap air sehingga akan bersifat lunak,” terang Ir. Agus Taufiq, M.Sc., selaku narasumber pertama. Penggunaan masker yang sehat dan ideal perlu diganti setiap 4 jam.

Pemaparan Sub Tema “Penggunaan Masker Dua Rangkap sebagai Ikhtiar Preventif Melindungi Diri dan Orang Lain” pada Webinar Pengabdian Seri 1 (14/08/21)

Sementara itu, jenis-jenis masker yang beredar antara lain masker medis/masker bedah, masker kain, masker scuba (tidak disarankan karena efektivitas sekitar 5%), masker KF94, masker N95, dan masker KN95. Masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker dua rangkap dimana penggunaan yang tepat adalah dengan melapiskan masker kain di atas masker bedah. Tujuan utamanya ada dua, yaitu meningkatkan daya filtrasi sampai 85-90% dan meminimalkan celah udara. Celah di pipi wajah dari masker bedah dapat lebih ditutup dengan masker kain.

“Di samping itu, ada beberapa hal yang harus (do’s) dan tidak boleh dilakukan (don’ts). Masker harus menutup hidung, menutup mulut dan dagu, serta tidak membuat kita kesulitan bernapas. Kemudian masker dua rangkap bukan artinya masker bedah dan masker bedah, bukan masker KN95 dan masker bedah, tidak disarankan masker dengan katup udara karena bisa jadi celah masuknya virus,” sambung Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc., selaku narasumber kedua. Senada sebelumnya, masker perlu diganti atau dicuci pada waktunya. (ASB)

Rekateks UII - Berita Terkini

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Halo sobat semua, gimana kabarnya? Semoga tetap sehat dan bahagia selalu ya. Sebagai salah satu upaya untuk mendukung protokol kesehatan dan menjaga lingkungan sekitar, Program Studi Rekayasa Tekstil UII akan menyelenggarakan Pengabdian Seri 1 dengan mengangkat tema “Efektivitas Penggunaan Masker di Masa Pandemi Covid-19”.

Acara insya Allah dilaksanakan pada:
🗓️ Hari, Tanggal: Sabtu, 14 Agustus 2021
🕰️ Waktu: 10.00 – 12.00 WIB
🏠 Tempat: Zoom Meeting (meeting ID dan password dibagikan di WhatsApp Group setelah mendaftar)

🎉 Narasumber 1.
*Ir. Agus Taufiq, M.Sc.*
Sub Tema: “Mencegah Masalah Kulit Akibat Penggunaan Masker”

🎉 Narasumber 2.
*Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc.*
Sub Tema: “Penggunaan Masker Dua Rangkap sebagai Ikhtiar Preventif Melindungi Diri dan Orang Lain”

🎉 Moderator
*Aulia Ajeng Rerengganing Dias*
Mahasiswi Rekayasa Tekstil UII 2020

Webinar ini free, terbuka bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA/Sederajat, Guru, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. Dapatkan ilmu yang bermanfaat, e-certificate, dan doorprize yang menarik. Tersedia juga bingkisan spesial, diundi bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara pada Pengabdian Seri 1 dan Seri 2. Segera daftarkan dirimu: https://bit.ly/WRekateks

Nantikan informasi selanjutnya untuk Pengabdian Seri 2.

Webinar Program Studi Rekayasa Tekstil yang ke empat telah sukses diselenggarakan pada hari Sabtu 06 Juni 2020 pukul 10.00-12.00 WIB melalui dua media berbeda, ZOOM dan Facebook live streaming. Dengan pendaftar lebih dari 1000 orang dari 32 provinsi yang berbeda dan latar belakang yang bervariasi. Topik yang diangkat pada webinar kali ini adalah Pengembangan Talent Digital Bidang Fashion Technology disampaikan oleh 3 narasumber yaitu Fitriansyah (Author CAD Pattern Making), Noor Fitrihana, S.T., S.Pd., M.Eng (Dosen UNY/Alumni Tekstil UII) dan Ir. Dalyono MSI, Ctext ATI (Dosen Rekayasa Tekstil UII) serta dimoderatori oleh Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc.

Sebaran asal pendaftar webinar #3 (credit : Jerri Irgo)

Sesi pertama dibuka oleh Noor Fitrihana, S.T., S.Pd., M.Eng. Beliau memaparkan tentang bagaimana tren inovasi fashion telah berkembang dari zaman ke zaman, mulai dari desain, pola, produksi busana, marketing hingga bisnis online. Beliau juga menjelaskan pentingnya pendidikan yang mendukung dalam bisnis digital fashion ini. “Model pengembangan digital talent perlu didukung oleh setidaknya delapan aspek, yaitu: kompetensi lulusan, isi pendidikan, proses pembelajaran, penilaian pendidikan, PTK, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan” terangnya.

Noor Fitrihana, S.T., S.Pd, M.Eng menjawab pertanyaan pada Facebook Live Streaming (Credit: Muhammad Arsyad)

Ir. Dalyono, MSI, CText ATI membahas tentang teknologi fashion dari segi kenyamanan. Beliau menuturkan bahwa fashion bukan hanya dinilai dari penampilan atau keindahan saja, tapi yang terpenting adalah kenyamanan atau comfort dari pengguna. “Ada tiga aspek kenyamanan pakaian, yaitu kenyamanan termal, sensoris dan gerak tubuh,” ujarnya. “Tergantung pada aktivitas dan lingkungannya, pakaian yang longgar terkadang dapat menawarkan tingkat kenyamanan yang tinggi,” lanjutnya.

Ir. Dalyono,MSI,CText ATI saat memberikan materinya via Zoom (Credit: Wening)

Materi yang terakhir disampaikan oleh Fitriansyah. Berbagai aplikasi atau software mengenai fashion, baik dua dimensi atau tiga dimensi beliau kupas dan tampilkan beberapa cuplikan simulasinya. “Kedepan, sistem digital akan menjadi standar bagi industri fesyen, dimana efisiensi dan produktifitas akan menjadi acuan disamping tentu saja kualitas. Berawal dengan teknik manual yang awalnya tidak bisa digantikan, pelan tapi pasti sudah berganti dengan teknologi 2D, 99% industri besar sudah pakai CAD 2D. Jika kita ingin menang dalam kompetisi global, mesti ada loncatan besar, dan teknologi itu telah hadir yaitu teknologi 3D dan 4D,” pungkas Fitriansyah.

Fitriansyah saat menayangkan simulasi berbagai macam aplikasi 3D (Credit: Chessa)

Sesi diakhiri dengan tanya-jawab dari peserta. Antusias peserta digambarkan dari banyak pertanyaan yang masuk. Diskusi semakin menarik dengan dijawabnya pertanyaan-pertanyaan tersebut oleh narasumber dengan lengkap. Salah satu penanya, Chessa At Thariq dari Jakarta, mendapatkan bingkisan sebuah buku karangan Fitriansyah atas partisipasinya dalam sesi tanya jawab ini. (/FNH)