Tag Archive for: #tekstil

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII kembali mengadakan kuliah umum (general lecture) pada Senin, 7 Juli 2025, di Auditorium FTI UII. Kegiatan ini menghadirkan Armai Syahruddin, S.T., alumni tekstil UII yang juga praktisi industri tekstil sekaligus pemilik dari CV. Rahayu Akmal Sejahtera. Dengan pengalaman panjang di dunia pemasaran dan manufaktur tekstil, beliau berbagi wawasan seputar technopreneurship. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa lintas angkatan dimana mahasiswa diajak memahami bahwa dunia tekstil memiliki peluang besar untuk digarap melalui pendekatan inovatif dan berorientasi teknologi. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi Ikatan Keluarga Alumni Tekstil UII (Ikateks UII) dalam membangun koneksi antara alumni dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menjelaskan bahwa general lecture merupakan agenda rutin dua kali setahun. “Topik kali ini berbeda karena menyoroti aspek technopreneur dalam industri tekstil,” kata Bu Rina. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pekerja pabrik atau pencari kerja, tetapi juga pencipta usaha. Dengan paparan narasumber yang berpengalaman, kegiatan ini diharapkan memberi inspirasi nyata serta membuka mata mahasiswa bahwa sektor tekstil menyimpan banyak potensi untuk dijadikan ladang usaha yang berkelanjutan.

Penyampaian Materi General Lecture Ikateks UII (07/07/25)

Dalam materi bertajuk Technopreneurship: Membaca Peluang, Membangun Usaha, Menjadi Pemenang”, Pak Armai menekankan pentingnya tiga prinsip utama untuk menjadi technopreneur sukses, yaitu disiplin, inovatif, dan kolaboratif. Disiplin bukan hanya soal waktu, tetapi juga dalam ilmu dan ibadah. Lalu inovasi dapat diasah dengan banyak belajar, terbuka pada hal baru, dan berani mengambil risiko. Sedangkan kolaborasi bisa dimulai sejak kuliah, melalui organisasi, program kampus, hingga kerja paruh waktu. “Tekstil itu kebutuhan pokok dari lahir sampai mati. Berbeda dengan rumah atau mobil yang dibeli sekali seumur hidup, tekstil selalu dibutuhkan terus-menerus. Pasarnya besar, saingannya tidak banyak, dan bisa berlangsung secara kontinu atau dalam jangka panjang,” terang Pak Armai.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan antusiasme mahasiswa terhadap materi yang disampaikan. Damar Tamura Rossi (2022) bertanya tentang penerapan teknologi dalam usaha kuliner dan disarankan untuk memulai dari segmentasi pasar yang tepat serta pemanfaatan media sosial. M. Aura Satriawan (2021) menanyakan kondisi industri tekstil saat ini, yang dijawab bahwa meski banyak pabrik tutup, peluang tetap ada jika pelaku usaha memahami ceruk pasarnya. Akhmad Zaky Fakhrul (2024) dimotivasi untuk terus mengembangkan potensi serat alam melalui efisiensi biaya dan segmen pasar khusus. Taufiq Rizki (2022) mendapat masukan strategi pemasaran lokal untuk lebih memahami musim permintaan, sementara Asyifa Septiadini (2022) mendapat penjelasan tentang perbedaan technopreneur, startup founder, dan developer, yang berbeda peran namun saling bersinggungan.

Sesi Tanya Jawab General Lecture Ikateks UII (07/07/25)

Menutup kegiatan, Pak Armai mengajak mahasiswa untuk mulai melangkah sejak sekarang, selagi masih muda dan penuh semangat. Masa muda adalah waktu terbaik untuk mencoba, gagal, dan belajar. Beliau menyelipkan filosofi Jepang, seperti Kaizen (perbaikan harian), Ikigai (alasan hidup), dan Pomodoro (manajemen waktu), yang bisa diterapkan untuk melatih disiplin dan produktivitas sehari-hari. “Perkuat knowledge karena penguatan ilmu pengetahuan tetap menjadi fondasi penting yang harus dibangun sejak di bangku kuliah,” pungkas Pak Armai. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menggelar Lomba Desain Batik Nasional 2025 dengan tema “Batik Inovatif: Harmoni Tradisi dan Teknologi”. Kegiatan ini diikuti sedikitnya 100 pelajar dari berbagai SMA/SMK/MA di seluruh Indonesia. Setelah seleksi administrasi, 81 peserta lolos ke tahap penjurian. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen prodi dalam menyatukan budaya dan teknologi tekstil. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa tekstil adalah media berekspresi, dan batik menjadi simbol kekuatan inovasi berbasis budaya,” ujar Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku Ketua Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII.

Dokumentasi Para Juara Bersama Panitia dan Dewan Juri (24/05/25)

Babak final digelar secara luring pada 24 Mei 2025 di Gedung K.H. Mas Mansur FTI UII. Pada tahap ini, terpilih 20 finalis mempresentasikan karya mereka di hadapan juri. Desain yang diangkat memadukan tema kontemporer dengan pendekatan seperti desain digital dan pewarnaan ramah lingkungan. Rommy Rafael (SMAN 1 Indramayu) meraih Juara I, disusul Naryama Arkananta Bagaskara (SMA Nasima Internasional HS Semarang) dan Dinda Nuraini (SMAN 1 Banjarnegara). “Lomba ini menjadi ruang eksploratif bagi generasi muda untuk mengembangkan desain tekstil dengan perspektif baru yang relevan dengan era digital,” kata Diyah Dwi Nugraheni, S.T., M.T. selaku Ketua Panitia Lomba Desain Batik Nasional 2025.

Penilaian dilakukan oleh tiga juri profesional, yaitu Ir. Agus Taufiq, M.Sc. yang merupakan Dosen Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII, Himawan Syaputra, A.Md.Teks. yang merupakan Direktur Utama PT. Ikateks Citra Persada, dan Iwan Sugih, A.Md.Teks. yang merupakan Komisaris Utama PT. Tri Cipta Anugerah. Karya peserta dinilai dari aspek kreativitas, estetika, kedalaman tema, dan inovasi. Juri menilai pendekatan desain yang tidak hanya artistik, tetapi juga aplikatif dalam industri. “Kami melihat keberagaman ide yang luar biasa bahwa generasi muda mampu merespon tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai budaya,” ujar perwakilan dewan juri. Penilaian juga mempertimbangkan potensi produksi.

Dewan Juri dari Kiri ke Kanan : Pak Iwan, Pak Himawan, dan Pak Agus (24/05/25)

Selain tiga juara utama, lomba ini juga menetapkan juara-juara lain. Juara Harapan I diraih oleh Muti Cahya Munadi (SMAN 2 Cianjur), disusul oleh Annisa Nur Azahra (MA Manbaul Chikmah Sapuran) sebagai Juara Harapan II dan Andrew Septian Cahyo (SMAN 4 Surakarta) sebagai Juara Harapan III. Sementara itu, predikat Juara Favorit I diberikan kepada Zahriyyati Thoyyibah (SMK Texmaco Semarang), lalu Kafa Atoilah (MA Manbaul Chikmah Sapuran) sebagai Juara Favorit II, dan Anggun Fardita (SMKN 1 Rota Bayat) sebagai Juara Favorit III. Selain itu, MA Manbaul Chikmah Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah, juga mendapat penghargaan sebagai sekolah dengan jumlah peserta terbanyak yang mengikuti lomba ini. Para pemenang mendapatkan e-sertifikat dan uang pembinaan sesuai kategori masing-masing.

Rommy Rafael mengungkapkan rasa syukurnya setelah meraih juara utama dalam lomba ini. kemenangan ini bukan artinya paling sempurna, melainkan motivasi untuk terus berkarya. “Terima kasih banyak atas kepercayaan dari juri sehingga saya bisa jadi yang terbaik. Bagi yang belum juara jangan berkecil hati karena saya sering ikut lomba, pernah juga tidak juara. Rezeki kita ibarat lampu merah, ada kala berhenti, ada kala jalan,” tuturnya penuh semangat. Prodi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan berinovasi di bidang tekstil berbasis nilai-nilai lokal. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII baru saja mengadakan Pengajian Syawalan bagi seluruh civitas akademika prodi, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa seluruh angkatan. Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 17 April 2025M atau 18 Syawal 1446H, jam 16.30 WIB bertempat di Waroeng Nyamleng Yogyakarta. Kegiatan diadakan dalam rangka menyambut bulan Syawal, serta menyatukan hati dan menjaga silaturahmi saat memulai kembali aktivitas setelah libur lebaran.

Foto Bersama Pengajian Syawalan Rekayasa Tekstil UII (17/04/25)

Dalam sambutannya, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. selaku Kaprodi Rekayasa Tekstil FTI UII menyampaikan bahwa biasanya prodi menyelenggarakan Pengajian Ramadhan yang dilanjutkan buka puasa bersama. Akan tetapi kali ini, prodi menggantinya dengan Pengajian Syawalan supaya dapat saling bermaafan. “Dengan kita bermaaf-maafan, segala khilaf yang disengaja atau tidak disengaja, semoga dapat dimaafkan dengan ikhlas sehingga memperkuat hubungan profesional di antara kita dalam beraktivitas bersama,” pesan Bu Rina.

Bertidak selaku pemateri pengajian adalah Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. selaku Dosen Rekayasa Tekstil FTI UII. “Oleh karena di sini semua pegang smartphone, maka jika ada aplikasi Al-Qur’an, mari kita buka Surah Ath-Thalaq ayat 2 dan 3,” kata Pak Budi sebagai pengantar. Ada tiga poin yang dapat diambil hikmah dan menjadi pegangan bersama dimana kedua ayat tersebut bukan hanya berbicara tentang rezeki, tetapi juga karakter dan sikap hidup yang dapat dibangun dan dijaga setelah Ramadhan dan terus dibawa hingga Ramadhan berikutnya.

Materi Pengajian Syawalan Rekayasa Tekstil UII (17/04/25)

Pertama, “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” Perintah berpuasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 bertujuan menjadikan kita manusia sebagai hamba Allah yang bertakwa. Takwa adalah kunci solusi hidup. Takwa bukan hanya ritual ibadah, melainkan cara berpikir dan bersikap untuk memiliki akhlak dan sifat rendah hati sebagai fondasi ukhuwah. Kedua, “dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” Rezeki ini luas bentuknya, tidak hanya materi, tetapi bisa juga berupa ketenangan batin, keluarga yang harmonis, lingkungan kerja yang nyaman, dan sebagainya. Salah satu cara membuka pintu rezeki adalah silaturahmi. Sebagai contoh, silaturahmi atau kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan dosen dapat mengantarkan mahasiswa mendapatkan rezeki Allah dari jalan yang tidak disangka-sangka, seperti publikasi artikel ilmiah sebagai penulis pertama dan lolos kegiatan PKM sampai PIMNAS.

Ketiga, “Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan kebutuhannya.” Tawakal bukan pasrah, melainkan berserah diri kepada Allah setelah ikhtiar atau usaha yang maksimal. Tawakal akan membawa hati tetap tenang apapun yang terjadi karena yakin pada Allah. Dalam dunia kampus, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, semua punya beban dan target akademik. Siapa yang bertawakal, hatinya akan stabil, sehingga Allah akan mencukupkan siapa yang berusaha dengan niat yang baik. (ASB)

Lomba Desain Batik Nasional 2025
Program Studi Rekayasa Tekstil – Universitas Islam Indonesia

Tema:
“Batik Inovatif: Harmoni Tradisi dan Teknologi”

Program Studi Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia mengundang seluruh siswa/i SMA/SMK/MA/sederajat dari seluruh Indonesia untuk mengikuti Lomba Desain Batik Nasional 2025. Kompetisi ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk berkreasi menciptakan desain batik inovatif yang memadukan kekayaan tradisi dengan sentuhan teknologi modern.

📅 Jadwal Penting:

  • Publikasi dan Peluncuran Lomba: 17 April 2025
  • Pendaftaran dan Pengumpulan Karya: 17 April – 8 Mei 2025
  • Pengumuman Finalis (20 besar): 13 Mei 2025
  • Technical Meeting (Online): 14 Mei 2025
  • Pemaparan Karya dan Filosofi (Offline): 24 Mei 2025

📋 Syarat dan Ketentuan:

  • Peserta merupakan perorangan/individu.
  • Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran secara lengkap.
  • Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian lomba sesuai jadwal yang telah ditentukan.
  • Karya peserta yang masuk nominasi akan dipublikasikan untuk keperluan promosi dan pameran (dengan tetap mencantumkan nama pencipta).
  • Panitia berhak mendiskualifikasi peserta yang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.
  • Seluruh peserta wajib mengikuti akun Instagram @rekateks.uii untuk informasi terbaru.

🏆 Hadiah:

  • Juara I: Uang pembinaan Rp 2.500.000 + E-Sertifikat
  • Juara II: Uang pembinaan Rp 2.000.000 + E-Sertifikat
  • Juara III: Uang pembinaan Rp 1.500.000 + E-Sertifikat
  • Juara Harapan I – V: Uang pembinaan Rp 1.000.000 hingga Rp 750.000 + E-Sertifikat
  • Juara Delegasi Terbaik: Uang pembinaan Rp 500.000 + E-Sertifikat

📌 Pendaftaran:

📚 Buku Panduan:

📞 Narahubung:

  • Inayah (+62 812-7825-0855)
  • Diyah (+62 856-4567-4248)

Yuk berkarya, biar batik makin mendunia!

Hai teman-teman SMA/SMK/MA di seluruh Indonesia, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya. Kali ini Jurusan/Prodi Rekayasa Tekstil Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia mengadakan lomba esai nasional lho. Bagi kalian yang berminat mengikuti lomba ini silahkan baca ketentuan dan persyaratan di bawah ini.

Tema Esai:
Tekstil untuk Dunia yang Lebih Baik: Inovasi, Aplikasi, dan Dampak Sosial

 

Syarat dan Ketentuan

  1. Peserta merupakan siswa/i SMA/SMK/MA sederajat baik negeri maupun swasta, serta lulusan SMA/SMK/MA sederajat angkatan 2024
  2. Peserta lomba adalah perorangan atau individu
  3. Peserta dapat mengirimkan hanya maksimal 1 (satu) karya
  4. Seluruh peserta wajib menfollow akun instagram @rekateks.uii
  5. Naskah esai yang dikirim merupakan karya asli (bukan plagiasi) dan belum pernah menjadi juara di lomba sejenis, serta tidak sedang diikutkan dalam lomba atau kompetisi lain
  6. Keputusan dewan juri/tim penilai tidak dapat diganggu gugat
  7. Panitia memiliki hak untuk mempublikasikan naskah esai dengan tetap mencantumkan nama penulisnya
  8. Panitia berhak mendiskualifikasikan peserta lomba apabila tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan
  9. Formulir pendaftaran online dan upload esai dapat dilakukan melalui klik di sini.

Timeline Lomba

Masa Pendaftaran dan Submit Esai Pengumuman 10 Besar Technical Meeting (Online) Pemaparan Esai (Hybrid) Pengumuman Pemenang
20 Mei 2024 – 20 Juni 2024 pukul 23:59 WIB 02 Juli 2024 03 Juli 2024 10 Juli 2024 10 Juli 2024

Hadiah Lomba
Juara I  :  Uang pembinaan Rp2.000.000 + E-Sertifikat
Juara II  :  Uang pembinaan Rp1.500.000 + E-Sertifikat
Juara III  :  Uang pembinaan Rp1.000.000 + E-Sertifikat
Juara Favorit  :  Uang pembinaan Rp500.000 + E-Sertifikat
Seluruh peserta lomba akan memperoleh E-Sertifikat

Template Esai
Silahkan download dan gunakan template dengan cara klik di sini.

Panduan Lomba
Silahkan download dan cermati panduan dengan cara klik di sini.

Link Pendaftaran
Silakan daftar lomba esai dengan cara klik di sini.

Contact Person
0813-2074-6497 (Admin Prodi) atau bisa klik di sini.

 

Burung bangau burung pelikan,
memangsa ikan sungguh piawai.
Demikian pengumuman ini disampaikan,
selamat mengikuti lomba esai.

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII baru saja melangsungkan presentasi 10 finalis lomba esai nasional. Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 11 Januari 2024, jam 08.00 WIB bertempat di Ruang Learing Space 2 FTI UII. Bertindak selaku dewan juri adalah Ir. Ali Parkan, M.T. yang merupakan Dosen Program Studi S1 Teknik Industri FTI UII dimana setiap tahunnya meloloskan tim PKM ke ajang PIMNAS dan Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng. yang merupakan Dosen Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII peraih hibah Matching Fund Kedaireka 2023.

Presentasi Finalis Mengangkat Topik Smart Textile (11/01/24)

“Selamat kepada seluruh finalis. Prestasi ini dapat terus ditingkatkan sehingga bisa berkarir di dunia kerja dan membangun bangsa lebih baik lagi,” tutur Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU, ASEAN.Eng selaku Dekan FTI UII dalam sambutannya membuka acara. Beliau melanjutkan, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII sebenarnya sudah ada sejak tahun 1975, lalu dapat berdiri kembali sebagai prodi pada tahun 2019 dan mulai menerima mahasiswa pada tahun 2020. “Alhamdulillah bulan kemarin kami sudah meluluskan lima mahasiswa dan sudah diminta pula oleh perusahaan. Artinya prodi ini sangat diperlukan di Indonesia,” terang Prof. Hari.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan kegiatan inti, yaitu presentasi. Adapun para finalis hadir secara daring (online) dan luring (offline), sehingga pelaksanaan kegiatan presentasi dilakukan secara bauran (hybrid). Teknologi yang dimiliki oleh FTI UII sangat memungkinkan pelaksanaan kegiatan secara bauran dengan mudah dan lancar, di antaranya layar Interactive Flat Pannel (IFP), aplikasi Zoom Meeting Premium, dan kecepatan akses internet yang mencapai 200-an Mbps. Urutan presentasi dilakukan dengan cara pengundian. Ketika tiba urutannya, setiap finalis mempersiapkan diri selama 3 menit, melaksanakan presentasi selama 7 menit, dan melakukan tanya jawab bersama dewan juri selama 5 menit.

Finalis dan Guru Pendamping bersama Tim Pelaksana (11/01/24)

Siang harinya, para finalis diajak berkeliling secara bauran untuk melihat langsung laboratorium Program Studi S1 Rekayasa Tekstil, yaitu Laboratorium Manufaktur dan Pengujian Tekstil, Desain Produk Tekstil, Proses Kimia Tekstil dan Teknologi Nano, serta Tekstil Fungsional. Sesi ini dipandu oleh mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Tekstil, yaitu bersama Aulia Ajeng Rerengganing Dias dan Narisa Diah Sukma Marcelina Dewi dari Angkatan 2020. Sesudah itu, para finalis kembali untuk mendengarkan pengumuman juara. “Harapan kami ada 50, tetapi bisa ada 200 karya yang masuk, ini sungguh luar biasa,” kata Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI sebelum mengumumkan para juara.

I Gusti Agung Gede Tritisan Niyasa dari SMAN 3 Denpasar akhirnya diumumkan sebagai Juara 1. Ditemui secara daring setelah seluruh juara selesai diumumkan, dirinya menyatakan bahwa lomba ini merupakan hal yang positif karena dari menulis ia dapat belajar untuk meninjau sesuatu dari sudut pandang tertentu dan melakukan kajian secara lebih komprehensif dengan menggunakan sejumlah referensi. “Terlebih lagi, kali ini temanya mengangkat teknologi tekstil yang notabene peminatnya boleh dibilang kurang, sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang tekstil itu sendiri, terutama di kalangan generasi Z,” kesan Trisan. (ASB)

 

Hai teman-teman SMA/SMK/MA peserta lomba esai nasional di seluruh Indonesia, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya. Puji syukur kita telah sampai pada tahap ini. Lebih dari 200 karya masuk, menjadi 10 besar, lalu 10 finalis telah mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri secara bauran (online dan offline) pada hari Kamis, 11 Januari 2024. Setelah melalui penilaian yang cukup kompetitif, akhirnya ditetapkanlah juara sebagai berikut:

 

Juara 1
I Gusti Agung Gede Tritisan Niyasa (SMAN 3 Denpasar)

Judul Esai
Tekvisual: Sistem Edukasi Industri Tekstil Berbasis Virtual Reality dan Augmented Reality guna Memperkuat Kepekaan Gen Z dalam Teknologi Tekstil Menuju Sustainable Fashion

 

Juara 2
Dian Nur Wahid (SMKN 2 Karanganyar)

Judul Esai
Mengembangkan Kesadaran Gen Z terhadap Potensi Tekstil Pintar di Era Digital

 

Juara 3
Abdullah Fathurrahman (SMA Islam Terpadu Mentari Ilmu Karawang)

Judul Esai
Creativity+: Platform Implementasi Circular Fashion pada Pengolahan Limbah Tekstil Berbasis Do It Yourself (DIY) dengan Terintegrasi Artificial Intelligence (AI)

 

Juara Favorit
Khaerul Anwar (SMAN 1 Cariu Bogor)

Judul Esai
Pengembangan Edufas (Education of Fashion) Menggunakan Prinsip Building Sustainability and Circularity guna Membangun Kepekaan Gen Z terhadap Tekstil

 

Selamat kepada para juara. Bagi yang belum berkesempatan jadi juara, tetap semangat. Jangan pula khawatir karena lomba esai tidak berhenti di sini. Nantikan event-event kami berikutnya dan pastikan kamu terlibat lagi di dalamnya. Sehat dan bahagia selalu ya. Jadi pionir, siap berkarir!

Memasuki tahun keempat, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII menorehkan sejarah baru. Salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Rekayasa Tekstil UII berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Hal ini berdasarkan Surat Pengumuman Nomor 2416/J7.1/PN.00/2023 yang dikeluarkan Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, pada tanggal 06 November 2023. Surat tersebut dapat diakses melalui portal Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Tim PKM 2023 yang Diketuai Mahasiswa Rekayasa Tekstil UII

Tim yang diketuai oleh Nabiel Naufal, mahasiswa Rekayasa Tekstil angkatan 2021, mengikuti skema Karya Inovatif (PKM-KI). Judul yang diajukan tim ini adalah “Inovasi Pakaian Berbasis Teknologi Nano TiO2 dengan Dip-Pad-Dry-Cure untuk Penerapan Self-Cleaning”. Tim ini beranggotakan Nailul Amani (Rekayasa Tekstil 2021), Fatimah Azzahra Shahab (Rekayasa Tekstil 2021), dan Isnaeni Wardatur Rahmah (Teknik Kimia 2021). Adapun yang bertindak sebagai dosen pendamping adalah Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc. yang merupakan dosen Rekayasa Tekstil UII.

“Tentunya sangat membanggakan dan kami bersyukur sekali. Ini kali pertama tim kami lolos pendanaan dan alhamdulillah pertama kali juga lolos PIMNAS. Semoga seluruh tim PKM UII konsisten dan menunjukkan performa maksimal, sehingga memperoleh hasil terbaik di PIMNAS,” kata Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa sebetulnya ada dua tim PKM UII dengan ketuanya mahasiswa Rekayasa Tekstil yang lolos pendanaan, namun dalam kesempatan ini ada satu tim yang lolos ke PIMNAS.

Sebagaimana diketahui, UII pada tahun 2023 ini mengajukan 467 proposal PKM melalui portal Sistem Informasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Simbelmawa). Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 proposal (tim) lolos pendanaan yang menjadikan UII sebagai perguruan tinggi swasta peringkat 4 terbanyak lolos pendanaan PKM 2023. Seiring berjalannya waktu, sebanyak 5 dari 41 tim tersebut lolos ke PIMNAS, salah satunya adalah tim yang diketuai mahasiswa Rekayasa Tekstil UII. Adapun untuk PIMNAS ke-36 tahun 2023 akan dilaksanakan di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung tanggal 26 November sampai dengan 1 Desember 2023.

Mohon doanya semoga tim PKM UII diberikan kemudahan dan kelancaran sehingga mampu berlaga dengan optimal pada PIMNAS ke-36 tahun 2023. (ASB)

Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dan Program Studi S1 Teknik Mesin FTI UII berkesempatan menjadi tuan rumah bagi acara Jogja Fashion Dunia. Acara tersebut adalah Business Coaching 3 pada Program Young Entrepreneur Fashion Academy yang merupakan kolaborasi antara Jogja Fashion Dunia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, dan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Acara berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa dan Kamis pada tanggal  26-27 September 2023, bertempat di Ruang 04.04 FTI UII. Acara diikuti oleh sedikitnya 25 wirausaha di bidang fashion dan jewelry, bersama para mentor.

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU, ASEAN Eng. selaku Dekan FTI UII. Dalam sambutan beliau, disampaikan bahwa tekstil hari ini semakin inovatif dengan sentuhan teknologi, salah satunya dengan teknologi nano. “Kita tahu bahwa pewarna alam itu mudah luntur, sebabnya karena molekul warna yang besar dan dengan teknologi nano bisa dibuat lebih kecil sehingga lebih tahan luntur,” tutur Prof Hari. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ir. Syam Arjayanti, M.P.A. selaku Kepala Disperindag Provinsi DIY, Theresia Sumartinititin selaku Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Muh. Anwar Karim selaku Ketua Jogja Fashion Dunia, dan para mentor ahli di bidang fashion dan jewelry seperti Ali Charisma dan Dina Midiani.

Pembukaan Acara oleh Dekan FTI UII (26/09/23)

Pada hari pertama setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium Rekayasa Tekstil dan Teknik Mesin. Acara juga diisi dengan inspiring talk yang dibawakan oleh Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII. Disampaikan bahwa tren industri fashion saat ini dapat dipetakan mengarah tiga hal. Pertama, tren warna alam seperti produk ecoprint dan batik warna alam. Kedua, tekstil berkelanjutan atau sustainable fashion seperti pemanfaatan serat alam untuk produk kerajinan (textile craft) dan pengolahan limbah tekstil untuk produk baru bernilai tambah. Ketiga, integrasi teknologi. “Kami di sini melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa telah membuat smart masker yang terintegrasi IoT, smart jacket bag atau jaket gunung dengan sensor pendeteksi, serta produk celana khusus untuk penderita ambeien,” terang Pak Agus Taufiq.

Adapun pada hari kedua, acara berlangsung serupa. Selain diisi dengan presentasi wirausaha secara satu per satu dan diberikan tanggapan oleh mentor ahli, di sela-sela acara kembali diisi dengan inspiring talk. Pada hari kedua dibawakan oleh Dr. Ir. Paryana Puspaputra, M.Eng. selaku Kepala Pusat Studi Desain dan Manufaktur Produk Seni dan Jewelri Teknik Mesin FTI UII. Beliau bercerita pernah bekerja sebagai ahli robot di industri manufaktur otomotif di Jakarta. Saat pindah ke Jogja, beliau melihat adanya local genius yang dapat menjadi ciri khas yang kuat, salah satunya pengrajin perak. Jewelri kemudian ditekuni sebagai bidang keahlian dan keunggulan Teknik Mesin. Desain yang rumit sekalipun seperti logo dapat dijadikan produk jewelri melalui teknologi tingkat tinggi. “Jadi kalau Bapak/Ibu ada masalah, jangan sungkan dibawa ke sini untuk dicari solusinya,” tambah Pak Paryana sambil menampilkan produk-produk jewelri, antara lain jewelri sayap kupu-kupu.

Presentasi Wirausaha dan Tanggapan Mentor Ahli (26/09/23)

Sebagaimana diketahui, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memiliki harapan agar Jogja dapat menjadi pusat fashion dunia dengan jati diri tersendiri yang secara tidak langsung mendorong pertumbuhan industri fashion. Lia Mustafa selaku Ketua Program Young Entrepreneur Fashion Academy menjelaskan, proses seleksi telah dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2023 dengan diikuti sekitar 126 wirausaha. Selanjutnya dipilih 25 peserta untuk lanjut ke tahap business coaching. Sebagai bagian dari Tim Jogja Fashion Dunia, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil FTI UII dan Program Studi S1 Teknik Mesin FTI UII siap berkontribusi positif. (ASB)

Dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional, memperluas kerjasama bersama mitra, dan mengembangkan potensi tekstil yang ada di Indonesia, Program Studi S1 Rekayasa Tekstil, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), bekerja sama dengan Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) menyelenggarakan pelatihan ecoprint bagi masyarakat umum. Pelatihan tersebut berlangsung pada hari Jum’at tanggal 21 Oktober 2022, bertempat di Laboratorium Rekayasa Tekstil, Gedung K.H.A. Wahid Hasyim, Kampus UII Terpadu.

Peserta Pelatihan Ecoprint Menata Dedaunan di Atas Kain (21/10/22)

Pelatihan ini diikuti oleh sedikitnya 30 peserta, baik dari Yogyakarta maupun luar Yogyakarta, seperti dari Surakarta dan Purwokerto. Latar belakang peserta beragam, ada mahasiswa, guru, pegawai swasta, kelompok wiraswasta, dan ibu rumah tangga. Bertindak selaku pemateri pelatihan adalah Ibu Ir. Sri Herlina, M.Si. dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Yogyakarta. Pelatihan dimulai dengan sesi penyampaian modul oleh Bu Herlina dan dilanjutkan sesi praktik langsung oleh peserta didampingi sejumlah fasilitator.

Jenis kain yang digunakan untuk pelatihan ada yang diberi warna dan tidak diberi warna. Untuk kain yang diberi warna, pewarna yang digunakan merupakan larutan ekstrak zat warna alam dari kulit kayu tegeran, tingi, dan mahoni. Diketahui ada beberapa teknik ecoprint dimana dalam pelatihan ini digunakan teknik kukus (steam). Meski cuaca hari itu mendung dan hujan sejak pagi hingga sore hari, pelatihan dapat berjalan dengan lancar. “Senang sekali bisa ikut pelatihan ini, bisa dapat ilmu dan juga teman baru,” ucap Arina, salah seorang peserta mahasiswa.

Foto Bersama antara Pemateri, Peserta, dan Panitia (21/10/22)

“Kami tidak menyangka antusias masyarakat begitu besar, kuota peserta terpenuhi lebih cepat seminggu sebelum pelaksanaan. Awalnya kami menerima 25 peserta saja, namun alhamdulillah bisa kami tambah hingga 32 peserta,” kata Ir. Ekawati selaku Ketua Panitia dari IKATSI Sektor Batik. Lebih lanjut, disampaikan beliau bahwa peserta yang sudah mendaftar dan membayar biaya pendaftaran, namun belum dapat diikutsertakan sebagai peserta, nantinya dialihkan ke pelatihan berikutnya. Pelatihan ini merupakan yang pertama dan direncanakan berkelanjutan.

Ditemui di tempat terpisah, Ir. Agus Taufiq, M.Sc. selaku Ketua Program Studi S1 Rekayasa Teksti FTI UII menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik insiasi dan pelaksanaan pelatihan ini. “Sebagai prodi baru, kami tentunya sangat terbuka untuk menjalin kerjasama, seperti dengan perusahaan, sekolah, termasuk dalam hal ini asosiasi profesi IKATSI.” Beliau berharap bahwa ke depannya kerjasama dengan IKATSI senantiasa terjalin sehingga terus menebar manfaat, baik bagi prodi secara khusus maupun masyarakat secara umum. (ASB)